
...✨✨✨✨...
Pagi-pagi buta Cella sudah misuh-misuh di depan pintu utama , bagaimana tidak jam baru menunjukan pukul 05.00 subuh ,tapi suara ketukan pintu membuat Cella mau tak mau harus bangun dan membukanya.
Tap ! Tap ! Tap !
Cella menuruni tangga dengan wajah kusutnya . '' Ck siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang tidur aja''
Cklek !
Cella membuka pintu , dia tertegun melihat dua pemuda dengan setelan jas di tubuhnya kini berada tepat di hadapan nya.
'' Ngapain lo di rumah gue .'' tanya Cella begitu membuka pintu.
Pemuda tersebut tersenyum. '' Mobil gue mogok dan gue butuh bantuan lo buat ngecek mobilnya.''
'' Heh lo kira gue montir ? kenapa lo nggak nyari taksi aja biar gampang ngapain nyari gue ?!'' ucap Cella sinis.
Pemuda tersebut menggaruk tengkuknya yang tak gatal . '' Gue minta maaf deh ,tapi beneran gue terpaksa banget mampir di rumah lo , dan rumah lo juga yang paling deket dari sini , terus jam segini mana ada taksi Cel .'' ucap Jun panjang lebar.
'' Gue nggak perduli alesan lo , sekarang lo pergi dari rumah gue, ogah gue nerima tamu nggak penting kaya lo !'' usir Cella.
'' Kali ini aja Cel ,gue mohon !!'' ujarnya dengan raut wajah sedih.
'' Ck nggak , bukan nya abang lo orang kaya harusnya gampang dong dia nyari tumpangan bisa juga dia telfon bodyguardnya kek.'' tanya Cella jengkel.
Pemuda yang tak lain adalah Arjuna dan Gavin tersebut saling tatap sebelum menjawab .
'' Bodyguard saya sedang saya tugaskan jauh dari sini .'' jawab Gavin.
Cella menatap sinis keduanya. '' Lo kira bisa bohongin gue ? yang namanya bodyguard pasti nggak cuma satu kan ?! lo bisa minta tolong yang lain ,jangan banyak alesan deh.!''
Gavin menghela nafas berat ,Juna yang melihat abang nya putus asa berinisiatif membujuk Gracella.
'' Cel ayolah please ,kali ini aja yahhhhhhh .'' bujuk Arjuna.
Cella menatap juna malas. '' Gak , mending lo minta tolong komplotan lo deh !''
'' Mereka pasti belum bangun Cel.'' ujar Juna dengan nada sedih.
Bukan nya iba ,Cella malah semakin jengkel. '' Lo mikirin mereka tapi nggak mikir gue juga masih tidur heh !! pergi lo berdua gue nggak mau bantuin kalian !''
''Cel---''
BRAAAKK !
Belum sempat Juna melanjutkan ucapan nya Cella sudah membanting pintu Juna menghela nafas berat.
'' Gagal deh bang buat deketin Cella.'' ujarnya sedih.
Gavin menepuk pundak Juna pelan . ''Gak papa masih ada hari esok . ''
Juna mengangguk ,mereka pulang dengan perasaan sama-sama kacau ,Gavin yang belum juga mendapat maaf dan Juna yang belum bisa berteman dengan Cella.
Sampai saat ini Juna belum tau jika Gavin memiliki perasaan lebih pada Gracella, entah bagaimana respon nya jika dia mengetahui bahwa abangnya merupakan orang yang pernah membuat hancur kehidupan Cella.
Setelah kepergian kedua tamu tak di undang tersebut , Cella kini sudah berada di samping putranya.
'' Eeugghh.'' Sky perlahan membuka matanya senyum manis terbit di bibir mungilnya.
'' Selamat pagi mamih !'' sapa Sky dengan suara seraknya .
'' Pagi boy , tumben kamu udah bangun jam segini hm !'' tanya Cella lembut.
'' He'em tadi aku denger kaya ada tamu di luar mih ?.'' tanya Sky.
Cella tersenyum . '' Iya tadi ada tukang becak lewat .''
Sky mengernyit. '' Ngapain tukang becak pagi-pagi kerumah kita ?.''
'' Nggak tau ,nyasar mungkin .'' jawabnya.
Sky yang masih polos hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Cella mengusap lembut kepala Sky.
__ADS_1
''Bobo lagi yuk mumpung masih pagi , oiya kamu kan nanti libur nggak papa kalo kamu di rumah cuma sama bibi ?. ''
Sky mengangguk .'' Mamih tenang aja aku nggak bakalan nakal di rumah kok .''
Cella tersenyum , meski berat tapi dia harus meninggalkan Sky sebentar ya Cella berniat untuk mengunjungi markasnya yang dulu, dia memerlukan beberapa benda yang dia simpan dan juga dia akan mencari petunjuk siapa tau ada sesuatu yang bisa dia temukan disana , dia juga ingin memastikan apa benar Zelon sudah memindahkan markasnya ke jakarta.
Mereka kembali tidur ,Cella sudah minta ijin ke kampusnya jika dia tidak masuk sampai dua hari kedepan.
...-----------------------...
Di kediaman Daniel pagi ini di sambut dengan kedatangan sebuah paket .
Tok. Tok. Tok.
'' Permisi tuan , ini ada paket buat tuan .'' ujar satpam tersebut menyerahkan amplop yang dia terima.
Dahi Baskara mengernyit. '' Siapa yang mengirim paket ini ?.''
'' Saya tidak tau tuan , saya hanya menerimanya dari seseorang semalam .'' jawabnya.
Baskara mengira itu paket dari rekan kerjanya. '' Baiklah .''
Setelah mengatakan hal itu ,Baskara membawa paket tersebut keruang tengah dimana disana ada istrinya yang tengah menikmati secangkir teh.
'' Ada apa pah ?.'' tanya istrinya lembut.
'' Paket .'' jawabnya singkat.
Baskara duduk di samping istrinya ,dia mulai membuka amplop tersebut dia mengambil isi di dalamnya, begitu terlihat isi di dalamnya wajah Baskara tak bisa menutupi keterkejutan nya.
Sang istri yang melihat wajah suaminya keruh menjadi bingung.
'' Papah kenapa ?.'' ujarnya dengan tatapan bingung.
Bukan jawaban yang di dapat sang istri ,namun bentakan yang membuatnya shock.
'' APA INI CARA KAMU MENDIDIK ANAKMU HAH !''
BRAAK !!
'' A-apa ini pah ?! nggak mungkin anak kita ngelakuin hal ini pah !!'' ucap sang istri shock.
'' Harusnya saya yang bertanya sama kamu ,apa selama ini kamu tidak pernah mendidiknya ?!'' tanya Baskara dengan amarah yang membuncah.
'' Aku mendidiknya pah , makanya aku nggak percaya kalo ini anak kita !'' ucap sang istri .
Baskara menatap tajam istrinya yang bernama Amanda Maheswari . '' Jika itu bukan dia lalu itu siapa hah !! ''
'' Bisa jadi ini foto editan pah , ada orang yang benci sama liana !'' ujar sang istri.
'' Sekarang dimana anak itu ,suruh dia kesini sekarang juga !'' perintah Baskara tak terbantahkan.
'' Dia--''
Belum sempat istrinya menjawab ,suara Daniel tiba-tiba membuat mereka mengalihkan pandangan.
'' Liana lagi nginep di rumah teman nya pah , semalam dia bilang ada tugas kelompok !'' ujar Daniel.
Mendengar jawaban putranya ,Baskara menggeram marah.
'' Kerja kelompok setiap hari ?! memang ada seorang mahasiswi yang baru masuk melakukan kerja kelompok tiap hari ? bahkan sampai menginap ?! Kamu saja yang sudah semester akhir tidak seperti itu !!'' ujar Baskara.
Daniel terdiam ,memang jika di pikirkan kembali Liana terlalu sering tidak ada di rumah, bahkan hampir setiap minggu dia pergi dengan alasan yang sama.
Daniel sendiri pun bingung , setau nya dia belum memiliki teman selama ada di indonesia ?! lalu dia menginap dimana ?Daniel merasa ada yang janggal .
'' SURUH DIA PULANG SEKARANG JUGA !! PAPAH TUNGGU DI RUANG KERJA.!'' perintah Baskara pada Daniel terbantahkan.
Setelah itu baskara pergi meninggalkan ruang tengah, Daniel mendekati mamahnya.
'' Sebenarnya ada apa mah ? kenapa papah sampai marah - marah begitu ?'' ujarnya dengan bingung.
Mamah Daniel menyodorkan foto-foto yang dia pegang sejak tadi.
'' Mamah nggak tau siapa yang edit foto Liana kaya gitu , papah mu marah karena ini mamah takut papah akan melukai Liana Niel '' ujar sang mamah cemas.
__ADS_1
Daniel terkejut melihat lembar demi lembar foto-foto itu ,dimana di sana terdapat foto Liana yang tengah di pegang-pegang oleh pria hidung belang , tak hanya itu beberapa foto juga menampilkan sosok Liana tengah duduk di pangkuan pria paruh baya.
'' Nggak , ini nggak mungkin Liana mah aku yakin dia anak baik-baik , dia nggak mungkin ngelakuin hal ini !'' Daniel menyangkal foto tersebut.
Mamahnya mengangguk. '' Mamah juga nggak percaya Niel ,tapi papah kamu nggak mau dengerin penjelasan mamah dia maunya Liana yang menjelaskan sendiri!'
Daniel tau seberapa keras kepalanya sang papah , dulu pun seperti ini saat kejadian dimana Gracella di tuduh membunuh adiknya,papahnya menolak penjelasan Gracella hanya karena dia melihat Gracella kecil memegang pisau berlumuran darah disana ,saat itu Daniel tidak mempercayai ucapan papahnya tapi lambat laun dia pun ikut membenci adiknya hanya karena keluarganya membenci Gracella.
...-----------------------------...
Di sisi lain Liana sedang terburu-buru untuk pulang ,tadi mamahnya telfon dan meminta dia pulang secepatnya entah hal apa yang membuat mamahnya begitu cemas.
'' Kak aku pulang dulu ,aku takut mereka mulai curiga !'' ujarnya pada seorang pemuda yang belum mengenakan pakaian sama sekali.
'' Baiklah ,kalau ada apa-apa kabarin kakak!'' ujarnya.
Liana mengangguk, dia mengemasi barang-barangnya dan keluar dari kamar pemuda tersebut dengan terburu-buru.
Tak butuh waktu lama akhirnya Liana sampai di kediaman nya ,dia menghela nafas sebentar sebelum memasuki rumah.
Cklek !
PLAKKK!!
Liana terhuyung setelah mendapat tamparan keras dari sang papah.
'' Dari mana kamu ?! kenapa baru pulang !'' tanya Baskara dingin.
Liana terkejut , seumur hidup bersama mereka baru kali ini dia di tampar.
'' Papah nampar aku ?!hiks .. hiks. !'' tangisan Liana membuat Daniel dan mamahnya sedih ,namun mereka tak bisa berbuat apa-apa .
'' PAPAH TANYA KAMU DARI MANA LIANA !! JANGAN BUAT PAPAH SEMAKIN MARAH KARENA TANGISAN KAMU '' bentak Baskara.
Liana semakin shock ,dia benar-benar bingung dengan keadaan kali ini biasanya jika dia menangis ,papahnya akan luluh tapi kali ini berbeda .
'' Hiks.. hiks.. papah kan tau aku abis kerja kelompok pah hiks ... kenapa papah marah sama aku !'' ucap Liana sedih.
Baskara melempar foto yang dia dapat ke wajah Liana.
Brukk!
'' APA ITU YANG KAMU MAKSUD DENGAN KERJA KELOMPOK HAH !! JELASKAN SAMA PAPAH APA ITU BENAR-BENAR KAMU LIANA !'' teriak Baskara marah.
Liana mengambil foto tersebut , dia melotot melihat foto dirinya di club beberapa hari lalu .
'Gawat kenapa foto gue ada disini .' batin Liana cemas.
Dia menatap ketiga orang di depan nya dengan air mata buaya. '' Pah aku nggak mungkin lakuin hal gila kaya gini, kalian tau sendiri sifat aku kaya gimana ini bukan aku pah !''
'' Papah denger sendiri kan ,itu bukan Liana pah percaya sama Daniel pah Liana nggak mungkin punya kelakuan menjijikan kaya gitu pah !'' ujar Daniel membela Liana.
'' Jika itu bukan kamu lalu siapa ?! jelas-jelas itu wajah kamu Liana !'' ujar Baskara.
'' Itu editan pah ,aku yakin ada yang benci sama aku pah makanya dia bikin foto kaya gitu dengan muka aku ,biar keluarga kita hancur.!'' ujarnya.
Baskara memijit pelipisnya yang terasa pening. '' Apa kamu tau siapa kira-kira orang yang mengedit foto kamu?!''
Liana terdiam sebentar sebelum menjawab . '' Aku rasa Gracella pah , selama ini yang jahat sama aku cuma dia pah !''
Jawaban Liana membuat Baskara mengernyit. '' Kamu yakin ?!''
Liana mengangguk . '' Yakin pah ,padahal selama ini aku berusaha buat deket sama dia ,tapi ternyata dia mau nusuk aku agar kalian membenci aku dan ngusir aku .''
Mendengar jawaban Liana ,sudut hati Daniel tak terima dia ingin membela Gracella namun dia urungkan kembali dia belum yakin jika membela Cella adalah hal benar, dia bimbang entah kenapa semenjak Gracella berubah dia selalu resah dan takut jika selama ini dia benar-benar salah menilai Gracella.!
'' Baiklah papah akan urus masalah ini ,dan kamu Liana jangan lagi nginep di rumah teman mu, kamu punya rumah disini jadi kalau kamu pergi-pergi kamu harus pulang kerumah !'' perintah Baskara.
Liana mengangguk ,dia tersenyum senang , mamah Daniel memeluk liana hangat. '' Maafin papah yah soal tadi ,dia memang sensitif jika menyangkut putrinya !''
'' Nggak papa kok mah ,aku juga yang salah karena jarang di rumah !'' ujarnya.
Daniel yang merasa sudah tidak ada urusan lagi ,memilih pergi menuju kampusnyadia akan mencari tau apa benar jika Gracella yang memfitnah liana!
...See you next time ........
__ADS_1