
...✨✨✨...
Zelon baru saja mendarat di jakarta , mereka bertiga berjalan dengan membawa koper masing-masing.
'' Kita mau pindah kemana Zel ?! masih jauh kah !'' ucap Jefran.
'' Gak !'' jawabnya singkat.
Zelon masih marah pada Aslan , meski pun Aslan sudah meminta maaf namun Zelon masih bersikap dingin pada mereka berdua tak hanya Aslan tapi Jefran ikut mendapat imbas dari kemarahan Zelon.
Jefran mengusak rambutnya frustasi , dia harus menjadi penengah antara Aslan dan Zelon ,andai Gracella masih ada pasti suasana canggung saat ini bisa menghilang dengan cepat.
'' Lo berdua kenapa nggak baikan aja sih , gue pusing liat lo berdua diam-diaman mulu!'' ucap Jefran sebal.
Aslan menoleh kesamping dimana Jefran berada . '' Nih .''
'' Apa ? kenapa lo ngasih gue obat ?!'' bingung Jefran.
Aslan menghela nafas sebentar .'' Haah bukan nya tadi lo bilang pusing ?.''
Mendengar jawaban Aslan yang memang benar tapi salah ,Jefran kembali mengusak rambutnya dengan brutal.
'' Nggak gitu konsepnyaaaaa !! Lo mah bikin gue tambah puyeng aja ck !'' ucap Jefran frustasi.
Aslan mengangkat kedua bahunya acuh , dia tau maksud Jefran hanya saja dia ingin mencairkan suasana yang terasa dingin di antara mereka.
Tak butuh waktu lama ,mereka akhirnya mendapatkan taksi mereka bertiga memasuki taksi tersebut dan pergi meninggalkan bandara .
Di dalam mobil Jefran tak henti-hentinya misuh-misuh ,dia tidak pandai menjadi penengah di antara Zelon dan Aslan.
'' Kalian bukan orang sini ya nak !'' tanya pak sopir ketika mereka sudah seperempat perjalanan.
Zelon mengangguk .'' Kami pendatang baru pak !''
Pak sopir tersebut mengangguk ,dia kembali fokus pada jalanan sedangkan Aslan ? dia tengah melamun entah apa yang dia pikirkan namun raut wajahnya sangat tidak bersahabat.
Beberapa menit kemudian ,akhirnya mereka bertiga sampai di depan rumah minimalis yang sangat asri.
'' Serius ini rumah baru kita Zel ?!'' tanya Jefran tak percaya.
'' Hm .'' jawabnya dan mulai memasuki rumah tersebut di susul kedua teman nya.
Cklek !
Pintu terbuka ,hal pertama yang terucap dari mulut mereka bertiga adalah 'Keren'.
Meski rumah tersebut minimalis ,tapi isi di dalam rumah itu sangat lengkap , Jefran bahkan langsung berlari menuju tempat favoritnya yaitu Game.
'' Lo dapat dari mana rumah sebagus ini ?.'' tanya Aslan.
__ADS_1
'' Temen .'' jawab Zelon dingin.
Aslan menghela nafas lelah , dia sudah meminta maaf dari kemarin tapi sepertinya Zelon masih marah padanya , dia sadar ucapan nya memang keterlaluan.
'' Lo masih marah sama gue ?.'' tanya Aslan lirih.
'' Hm .'' jawaban dingin kembali Aslan dapatkan.
Dia hanya bisa menunggu sampai zelon membaik dengan perasaan nya.
'' Woy lo berdua ngapain bengong disitu ?! '' teriak Jefran dari ruang keluarga tempat dia bermain game.
Zelon berjalan menuju tangga ,dia akan beristirahat terlebih dulu untuk menyiapkan diri nanti malam.
Malam ini mereka bertiga mendapat tugas untuk melenyapkan salah satu musuh bisnis seseorang.
Sedangkan Aslan ,dia berjalan menuju tempat Jefran berada .
Bruk!!
Aslan menaruh ransel dan kopernya sembarangan ,di mendudukan tubuhnya di sebelah Jefran. '' Bantuin gue baikan sama Zelon dong!''
Jefran menukikan kedua alisnya .''Tumben lo minta bantuan gue ?! biasanya lo ogah gue bantuin !''
'' Haaah gue juga aslinya nggak mau minta tolong sama lo , tapi mau gimana lagi adanya cuma lo!'' jawab Aslan seadanya .
'' Boleh aja ,tapi nggak gratis !'' ucap Jefran sambil menaik turunkan alisnya.
Jefran menaruh telunjuknya di dagu ,seolah sedang berfikir keras.
'' Lo tau kan akhir-akhir ini gue lagi ngidam apa ?!'' ucap Jefran yang di angguki Aslan.
'' Lo beliin gue belati Gerber mk.ll dong ,lo kan tau belati gue udah mau pensiun .'' bujuk Jefran.
Aslan memijit pelipisnya karena pening , permintaan Jefran sungguh luar biasa ,bagaimana bisa dia terpikirkan meminta barang yang sekarang cukup sulit untuk mendapatkan nya.
'' Nggak bisa yang lain ?! atau gue beliin lo pistol aja ?!'' tawar Aslan.
Jefran menggeleng keras .'' Do not want ,kalau lo mau bantuan gue pokoknya lo harus bayar gue pake belati itu ,kalo nggak mau ya udah terserah lo aja!''
'' Ck lo tau sendiri belati model itu langka Jef , gimana kalau gue nggak dapat !'' ucap Aslan.
Jefran mengangkat bahunya acuh .''Resiko lo , kalo lo nggak dapat berarti gue nggak perlu bantu lo!''
Kali ini Aslan mengusak rambutnya dengan kasar , ini alasan dia tidak mau meminta bantuan dari Jefran setiap dia meminta tolong pasti Jefran selalu memanfaatkan nya.
'' Gimana ? deal nggak !'' tanya Jefran dengan senyum tengilnya.
'' Ck oke deal , puas lo !'' ucap Aslan , dia akhirnya memilih meminta bantuan Jefran meski bayaran yang harus dia berikan lebih mahal dari permintaan nya.
__ADS_1
'' Hahaha akhirnya mimpi gue jadi kenyataan .'' Teriak Jefran kegirangan.
Aslan hanya menatap datar melihat tingkah Jefran yang seperti anak kecil mendapat permen .
'' Gue mau ke atas , lo juga istirahat nanti malam jangan lupa kalo kita ada misi !'' ucap Aslan sebelum pergi meninggalkan Jefran.
'' Siap komandan !'' jawab Jefran dengan lantang.
...-----------------...
Di sisi lain ,seseorang sedang menatap layar cctv yang dimana terlihat seorang gadis bar-bar tengah beradu argumen dengan orang tuanya.
'' Menarik, sekarang kamu sudah berubah kamu bukan lagi kelinci kecilku tapi kamu sudah menjadi serigala buas .'' ucap orang tersebut.
Dia menatap sosok gadis yang ada di layar cctv dengan senyum menyeramkan , dari matanya terpancar obsesi yang sangat kuat .
'' Perubahanmu malah semakin membuatku tertarik , sebentar lagi kamu akan jadi miliku .'' ucapnya.
'' Gracella seandainya dulu kamu tidak menolak ku , mungkin semua penderitaanmu tidak akan terjadi !'' senyum smirk terpatri di wajah orang tersebut.
Dia merupakan penggemar Gracella sejak kecil ,berbagai hal yang di sukai Gracella selalu dia dapatkan dan dia jadikan koleksi di kamarnya.
Bahkan foto Gracella yang sangat besar terpajang rapi di atas ranjangnya.
Yah gadis yang sejak tadi dia perhatikan merupakan sosok Gracella yang sedang adu mulut dengan papahnya beberapa minggu yang lalu , entah bagaimana dia bisa mendapatkan cctv di area rumah Gracella.
Hingga suara telfon miliknya berbunyi ,dia melihat nama yang tertera di layar hp nya ' sampah ' , itulah nama yang dia lihat.
Dengan malas dia mengangkat telfon tersebut .
'' Kenapa dek .'' tanya orang tersebut dengan lembut dia berubah hanya dalam hitungan detik.
'' Kakak aku kapan masuk kampus iiihh." tanya gadis dalam telfon tersebut.
" Besok kamu udah bisa masuk kampus itu ." jawab orang tersebut.
" Oke makasih kakak jadi makin sayang deh ." ujar si gadis dengan nada manjanya.
Pria tersebut memutar bola matanya malas , dia ingin muntah mendengar ucapan manja dari orang yang menelfon nya.
" Sama-sama baby .'' jawabnya dengan nada lembut tidak sepertu wajahnya yang sudah berubah masam.
Setelah menjawab hal tersebut , dia mematikan telfon nya secara sepihak.
'' Menjijikan !! jika bukan karena sedang saya manfaatkan ,sudah dari dulu kamu saya buang .'' ucapnya dengan sorot mata tajamnya.
'' Liana Haha bodohnya kamu sampai masuk kedalam rencanaku hahaha dan untungnya kamu bisa saya manfaatkan , kamu harus sadar sampai kapan pun posisimu akan selalu berada di bawah Gracella !''
'' Bahkan karena ulahmu ,gadisku akhirnya keluar dari rumah mereka ,hal itu akan mempermudah diriku untuk mendapatkan nya haha!'' tawa orang tersebut sangat mengerikan .
__ADS_1
' Gracella , tunggu aku datang sayang!' batin orang tersebut sebelum kembali berkutat dengan layar laptopnya.
...see you next time........