GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 47


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Di lur gedung Rafka sangat cemas ,sejak tadi tidak ada kabar dari Cella. '' Rey , Ver lo berdua jaga di sini gue susulin Cella dulu.''


'' Gue ikut .'' usul Vero .


Rafka mengangguk ,kini hanya Reygan yang berjaga disana sedangkan kondisi di dalam gedung sudah sangat buruk asap sudah memenuhi gedung tersebut.


Gavin berlari tak tentu arah , penglihatan nya buram . '' GRACELLA.''


'' CELLA KAMU DIMANA .... CELLA !'' teriakan Aldrick dan Gavin membahana di aula tersebut namun tidak ada jawaban.


Kenzo berlari kesana kemari mencari posisi Gracella, tapi tidak ada jejak sama sekali hanya ada mayat berserakan di sana,bahkan orang-orang yang bertarung dengan Cella pun tidak terlihat.


Pikiran mereka bertiga kalut ,mereka benar-benar takut terjadi hal buruk pada Cella.


'' Cel kamu dimana .'' ujar Gavin lirih.


PRAAANG .!


Hingga tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari ruangan lain . ' Cella ' batin mereka bertiga , tanpa pikir panjang mereka berlari mencari asal suara tersebut.


Di sisi lain , Cella sudah kewelahan tenaganya terkuras habis ternyata mereka bukan lawan yang mudah , mereka sudah terlatih Cella baru melumpuhkan 10 orang masih ada lima orang lagi yang harus dia habisi.


' Sial !! bisa-bisa gue beneran mati disini !.'


' Nggak ,gue harus selamat harus .' batin Cella.


'' Hahaha lo kira bakal menang lawan kita ?! . '' Orang tersebut mendekati Cella .


'' Kalau lo nurut sama kita , lo bakal gue lepasin gimana !'' ujarnya mencolek dagu Cella.


'' Cuih .'' Cella meludah kesamping tubuhnya . ''Najis ,gue lebih baik mati dari pada nurutin bajingan kaya kalian !''


SREETT .


Rambut Cella di tarik secara paksa ''Berani lo nolak gue , oke gue bakal habisin lo disini tapi sebelum itu... '' mata pria tersebut menatap mesum pada paha Vella yang terekspos.


'' Lo layani kita dulu hahahaha!!''


Tawa mereka membuat amarah Cella naik , dia menggapai gagang lampu yang ada di samping nya dan memukul pria tersebut .


BUUUKK!!


" AAKKHHH SIALAN!" darah mengalir dari kepala pria tersebut.


Cella memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyerang pria itu.


BUGH . BUGH. BUAAKKK.


BRAAKK.


Pria itu terpental tak sadarkan diri , Cella menyeka keringatnya untungnya Cella memakai hotpants di balik gaun nya jadi dia lebih leluasa bergerak.


'' Hosh .. hosh.. '' Cella ngos-ngosan ,dia lupa membawa senjata saat berangkat tadi jadi dia bertahan hanya dengan tangan kosong dan barang-barang yang ada .


' Tuhan jangan biarin gue mati hari ini.anak gue lagi nungguin di rumah .' batinnya memohon.


Sekarang tinggal empat orang , tapi mereka semua memiliki senjata .


BAATS. BUUGHH.


Cella berhasil menangkis katana yang melayang padanya. '' Banci lo semua !!''


'' Haha bilang aja lo takut kan !'' tawa mereka.


Liana yang sejak tadi menyaksikan perkelahian mereka merasa cukup senang . '' BUNUH DIA !''


Perintah Liana membuat mereka semakin tertawa . '' Lo denger sendiri kan , bos gue minta ngabisin lo haha harusnya lo terima tawaran kita tadi !''


'' Cih banyak bacot lo semua ! gue nggak bakal mati di tangan kalian !!'' ujar Cella menantang.


'' Sialan. '' mereka berempat menyerang Cella bersamaan.


PRANGG. BUGH ! BUAAKK !


SREETT BAATSS. BRAK .


Cella terlalu fokus pada tiga orang di depan nya hingga dia tidak sadar jika ada yang sudah di belakangnya.


JLEEEB.!


'' Uhuk ...uhuk..'' Cella mendapat tusukan di pinggang yang membuat dia muntah darah.


' Sial gue kecolongan. ' batin Cella .


'' Makanya nggak usah belagu ,mentang-mentang lo bisa ngalahin sebagian dari kita lo jadi besar kepala heh .'' ujar mereka.


Saat mereka menertawakan kondisi Cella yang sudah tidak baik-baik saja , tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki.

__ADS_1


Draapp . Draapp. Draapp.


'' CELLA .'' teriakan dari Gavin ,Aldrick dan Kenzo membuat semua yang ada di sana menoleh termasuk Liana.


Mereka bertiga berlari menuju tempat Cella berada.


'' Cel kamu nggak papa ?.'' tanya Gavin panik.


'' Lo liat kondisi gue kan ,lo bisa nilai sendiri !'' jawab Cella sinis ,dia belum memaafkan Gavin.


'' Maaf ,aku cemas makanya nggak lihat kondisi kamu.'' lirih Gavin membuat Cella memutar bola matanya malas.


'' Lo perlu ke rumah sakit Cel. '' usul Kenzo.


Cella menggeleng .'' Gue nggak papa !''


Kenzo melepas jasnya ,dia merobek bajunya untuk mengikat pinggang Cella yang berdarah.


SREEETT. BRAAT !


"Lo ngapain Ken ?!" bingung Cella ,dia melihat roti sobek di perut Kenzo.


'' Jangan di tatap Cel ,nanti lo suka.'' bisik Kenzo di telinga Cella.


'' Kepedean lo .'' Cella memalingkan wajahnya malu.


Kenzo tersenyum simpul ,tanpa permisi Kenzo mengikatkan sobekan bajunya pada tubuh Cella.


" Darah lo harus di hentikan dulu Cel ,kalo nggak lo bisa kehabisan darah." ujarnya.


Cella mengangguk saja ,toh dia tak bisa melawan ucapan Kenzo.


Sedangkan Aldrick dia tidak berkata apa-apa ,tapi sorot matanya sangat tajam dia berdiri dan menatap empat orang yang sudah membuat Cella terluka.


'' Wah wah ada pangeran nya nih , ih jadi takut hahaha!'' ledekan mereka tidak mempan pada Aldrick.


Tanpa menunggu lama Aldrick langsung berlari menerjang mereka dan menghajarnya dengan brutal.


BUUGHH.


DUAAKK.


BUAAKK.


'' Beraninya kalian merendahkan gadisku kalian mau mati." ucap Aldrick dengan tajam.


Tak mau kalah ,Kenzo yang sudah selesai menutup luka Cella pun ikut memberi tinjuan pada salah satu dari mereka .


BRAAKK.


" Pilih rumah sakit atau kuburan hm ." Ucap Kenzo dingin.


Gavin menatap bingung pada dua orang yang terlihat mengerikan.


'Apa mereka suka sama cella.' batin Gavin ,dia tidak ikut menghajar orang-orang tersebut.


Gavin membantu Cella berdiri ,karena tadi Kenzo memintanya untuk duduk. ''kamu bisa berdiri !''


'' Bisa ,gue nggak lumpuh !'' jawab Cella singkat.


Gavin menghela nafas pasrah ,sangat sulit meminta maaf pada Cella ,Gavin menatap wajah Cella dengan takjub meski keadaan nya sangat mengkhawatirkan namun wajahnya tetap datar.


Tap. !Tap ! Tap !


Rafka dan Vero baru sampai di tempat Cella berada. '' Cella.'' panggil mereka berdua.


'' Ngapain lo pada disini ?!'' heran Cella menatap kedua orang di hadapan nya.


'' Lo goblok apa gimana hah , kita kesini karena khawatir sama lo !'' ujar Vero jengkel.


'' Ck pada lebay lo ! '' jawab nya acuh.


Pletak.


Rafka menjitak kepala Cella. '' Lebay darimana nya ,lo nggak tau gimana cemasnya kita hah !''


'' Ck iya iya ,nggak usah ngomel-ngomel deh pusing gue !'' ujar Cella.


Gavin menatap tajam Rafka ,dia tidak suka keakraban antara mereka berdua.


' Haaah saingan nya makin banyak aja.' batin Gavin frustasi.


Liana melihat Cella merasa sangat iri semenjak Cella berubah semua menjadi berpihak padanya bahkan sekarang dia sudah di benci orang tua Daniel , sedangkan Daniel pun sepertinya sangat kecewa padanya.


'' Semua salah dia , Gracella sialan dia bikin hidup gue sengsara !'' ucapnya lirih.


Aldrick dan Kenzo masih berkelahi , saat di tengah perkelahian Aldrick menyadari satu hal bahwa mereka adalah mantan anggota Sword Rose .


'' Siapa yang menyuruh kalian !'' tanya Aldrick mencekik leher salah satu dari mereka.

__ADS_1


'' Ukhhh ...l-lepas b-b-brengsek ukhh!'' pria tersebut meronta-ronta, Aldrick semakin mencekik leher pria tersebut.


'' JAWAB !'' Aldrick benar-benar marah ,dia tak perduli jika orang tersebut mati.


'' A-andrean s-s-supir p-pak Bas-kara !''


Setelah mendengar jawaban tersebut ,Aldrick melepaskan cekikan nya karena orang tersebut telah pindah alam.


'' Bedebah sialan ,jadi dia yang pengaruhi Varen !'' Aldrick menggeram marah.


Empat orang tersebut berhasil mereka kalah kan , kini mereka berdua menghampiri Cella dan yang lain.


'' Gimana kondisi kamu hm ?.'' Aldrick mendekati Cella namun di tarik oleh Kenzo.


'' Jangan deket-deket Cella !'' ujarnya dingin.


'' Why ?.''


'' Ck haram !'' ujar Kenzo jengkel.


Aldrick mendelikan kedua matanya . ''Kamu kira saya babi .''


'' Mirip.'' jawab Kenzo asal.


Aldrick menggeram marah ,dia sudah ancang-ancang akan meninju Kenzo namun dia urungkan ketika mendengar suara Cella .


Cella tertawa pelan .'' Udah woy jangan berantem lagian gue baik-baik aja om dan kalian nggak perlu cemas.''


'' Pffftt om nggak tuh !'' ledek Gavin.


'' Hihi udah punya cucu ya om !'' ujar Vero tertawa.


'' Diam !" Aldrick menatap tajam Gavin dan Vero yang langsung kicep .


'' Udah ayo keluar mumpung masih aman .'' usul Rafka .


Mereka semua mulai berjalan keluar dengan posisi Aldrick dan Gavin di samping Cella , Rafka dan Vero di depan serta Kenzo di belakang Cella.


Tanpa mereka sadari Liana masih ada di sana dengan pistol di tangan nya .


'' Gue nggak akan biarin kalian pergi gitu aja .'' ujarnya .


Dia mengarahkan pistol pada punggung Kenzo , Liana sangat yakin bisa membunuh Kenzo dan Cella sekaligus.


Cella yang memiliki insting tajam ,merasa akan ada hal buruk terjadi dia celingukan mengawasi sekitar begitu dia menoleh ke belakang ternyata Liana sedang mengarahkan pistol pada Kenzo.


Kenzo yang tak sadar jika ada bahaya ,dia hanya menatap Cella dengan bingung. '' Kenapa Cel ?''


Liana yang melihat wajah marah Cella tersenyum smirk ,belum sempat Cella menjawab ucapan Kenzo ,Liana sudah melepaskan pelurunya dengan senyum kemenangan.


DOR ! DOR !


"KENZO AWAS !" Cella mendorong tubuh Kenzo hingga terjatuh.


JLEEB !


Bruukk.


Peluru menancap di perut Cella ,bukan hanya satu tapi dua peluru.


"CELLA " Aldrick menopang tubuh Cella yang sudah terkapar di lantai.


" C-cel ..Cella. '' panggil Aldrick.


'' Uhuk -uhuk . '' Cella menatap mereka sayu. '' G-gue nggak p-papa kok. ''


Setelah mengucapkan itu ,Cella menutup matanya mereka menjadi panik.


'' Gavin ambil mobil cepat !'' perintah Aldrick.


Gavin berlari keluar , sedangkan Kenzo benar-benar merasa bersalah dia berdiri dia mendekati Cella.


'' Kalian bawa Cella ke rumah sakit , Rafka lo jemput putranya gue takut kalo dia sendirian di rumah saat ibunya di rumah sakit !'' perintah Kenzo.


Rafka mengangguk ,Aldrick membopong tubuh lemah Cella dia berlari menuju mobil yang sudah terparkir di depan,baju Aldrick sudah penuh dengan noda darah milik Cella.


'' Cel kamu harus bertahan , saya baru tau kalo punya anak tolong bertahan demi anak kamu !'' ucap Aldrick lirih.


Setelah kepergian mereka ,kini Kenzo mendekati Liana. '' Berani nya lo melukai Gracella hm ,lo udah bosen hidup !''


'' Pergi sialan lo nggak usah ikut campur !! dia memang pantas mati gara-gara dia hidup gue hancur !'' ucap Liana .


'' Bukan nya lo sendiri yang ngancurin hidup lo , bahkan lo terlibat dalam kasus pembunuhan Cilla ?! '' ujar Kenzo dingin.


Liana terus mundur ,hingga dia mentok di tembok. '' Pergi !!!''


Liana memberontak memukul Kenzo , namun hal itu sama sekali tidak terasa olehnya.


'' Lo harus bayar perbuatan lo dong !!'' ujarnya lirih.

__ADS_1


Kenzo menarik rambut Liana ,dia membawanya ke dalam mobil dengan paksa Kenzo akan membawanya ke tempat dia biasa bermain dengan tawanan nya.


...see you next time..........


__ADS_2