GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 44


__ADS_3

...✨✨✨...


Malam ini tanpa sengaja Cella melihat Liana sedang berada di jalan sendirian , tetapi gerak geriknya sangat mencurigakan , Cella yang tidak ingin melewatkan satu kesempatan pun memilih mengikuti Liana .


Cella mengikuti Liana hingga memasuki sebuah hutan , tanpa dia sangka di dalam hutan ternyata ada rumah mewah nan megah .


'' Buset rumahnya gede banget .'' ujarnya lirih.


Dia melihat Liana memasuki rumah tersebut ,Cella ikut masuk dengan mengendap-endap sayang nya dia tertinggal jauh dari Liana.


'Dimana sih tuh orang .' batin Cella sebal .


Dia sudah muter-muter dari tadi namun belum juga menemukan orang yang dia cari.


Hingga dia berhenti di depan pintu dan mendengar suara dari balik pintu tersebut.


' Sepertinya mereka di dalam.' batinya.


Cella berputar arah hingga kini berada di samping jendela yang sedikit terbuka .


'' Gimana keadaan di rumah lo .?'' tanya seorang pemuda.


'' Aman kak ,mereka sama sekali nggak curiga .'' jawab Liana dengan bangga.


Orang tersebut tersenyum . '' Bagus .''


Liana tersenyum senang ,disana tidak hanya ada mereka berdua namun ada satu orang lagi.


'' Kak Gen kenapa ada di sini. '' ujar Liana .


Orang yang di panggil kak Gen tersenyum. '' Kakak kangen sama kamu , kamu yakin nggak ada yang ngikutin kamu kesini ?.''


Liana menggeleng. '' Nggak kak.''


'' Bagus , Ndre cepet kasih tau Liana rencana kita .'' ujar pemuda tersebut.


Pemuda tersebut mengangguk ,dia menyalakan proyektornya tak lama muncul adegan dimana adik Cella di bunuh tak hanya itu ,di sana juga ada vidio dimana salah satu dari mereka membunuh Gracella saat menjalankan misi.


Cella yang mengintip dan melihat adegan tersebut ,menutup mulutnya dia shock bahkan tanpa sadar air matanya mengalir ,amarahnya meluap dia benar-benar ingin membunuh mereka saat ini juga namun sayang tekad itu harus dia tunda dulu untungnya dia merekam semuanya sejak awal itu akan menjadi bukti yang kuat nantinya .


'Aargh gue bodoh banget dulu percaya sama lo .' batin Cella menjerit .


Meski dia sudah menduga bahkan sudah di ingatkan oleh Gracella yang asli tapi tetap saja dia berharap dugaan nya salah tapi ternyata kenyataan tak berpihak padanya.

__ADS_1


'' Jadi kakak yang bunuh si Grace ?'' ujar Liana yang di angguki pemuda yang di panggil kak Gen.


'' Vidio ini jangan sampe bocor , kalau sampai ini bocor kita bakalan mampus mereka pasti nggak akan biarin kita hidup.'' ujarnya.


'' Li besok saat acara perayaan orang tuamu ,kita akan menghabisi mereka sekaligus dan kamu cukup memimpin mereka supaya tetap berada di aula. '' ujarnya.


'' Memang apa yang mau kakak lakuin ? bukanya menghilangkan mereka sekaligus terlalu beresiko ?.'' tanya Liana.


'' Kita akan memasang beberapa bom di sana ,jadi selama kita jalanin rencana itu kamu harus urus mereka supaya tidak kemana-mana .'' ujarnya lagi.


Liana mengangguk .'' Baik kak oiya gimana soal Gracella kak ?.''


'' Tenang aja ,kakak udah suruh orang untuk mengurus dia kemarin .'' ujarnya.


Liana kembali mengangguk ,Cella melihat lagi sosok orang yang telah mengkhianatinya dia kemudian tersenyum hambar.


'' Lo harus membayar perbuatan lo brengsek.'' ucap Cella .


Dua jam berlalu Cella sampai mengantuk menunggu mereka pergi.


Cklek !


Pintu terbuka , mereka bertiga keluar Cella menatap benci pada mereka bertiga.


Setelah mereka pergi ,Cella mengendap-endap masuk ruangan tadi dia mencari flashdisk yang mereka putar tadi.


'' Dimana sih ck !'' Cella mengobrak abrik laci ,yang akhirnya membuahkan hasil Cella mengambil flashdisk tersebut dan tersenyum senang.


Dia keluar dengan buru-buru takut jika ada yang melihatnya.


...-----------------------...


Di sisi lain keluarga Daniel sedang merencanakan acara perayaan pernikahan kedua orang tuanya .


'' Papah mau ngundang siapa aja pah ?!'' tanya sang istri.


'' Sudah jelaskan papah mau ngundang Ceo Al company ,Smith company dan juga rekan kerja papah yang lain termasuk perusahaan Greenice !'' jelasnya.


Mata sang istri berbinar . '' Wah pasti kita bakalan jadi pusat perhatian kan pah ,apa lagi tamu kita bukan orang sembarangan !''


Baskara mengangguk . '' Iya meski pun kita belum bekerja sama dengan mereka secara resmi tapi papah yakin mereka bakalan nerima kontrak kerja kita.''


Sang istri mengangguk antusias . ''Sepertinya kepergian anak sialan itu membawa berkah di keluarga kita pah ,contohnya keluarga kita menjadi sangat makmur !''

__ADS_1


Baskara mengangguk. '' Ya kamu benar sayang !''


'' Tapi bagaimana jika anak itu meminta rumah sakit yang kita kelola pah? bukan nya papah juga tau kalo rumah sakit itu milik Gracella ?!'' ujar sang istri.


Baskara termenung ,dia baru ingat jika nama kepemilikan rumah sakit masih atas nama anaknya. '' Mamah tenang aja , dia nggak mungkin berani ngambil rumah sakit itu dia terlalu lemah untuk memberontak !''


Mereka kembali berbincang untuk acara beberapa hari lagi , undangan pun sudah tersebar.


...----------------------...


Di sisi lain Zelon masih memikirkan kejadian barusan yang dia lihat , saat itu dia mulai mulai menemui hal janggal di antara sahabatnya awalnya Zelon tak berfikir macam-macam.


Namun akhir-akhir ini salah satu teman nya sering keluar rumah dan pulang larut hal itu membuat Zelon curiga maka dari itu dia kini sedang mengikuti orang tersebut .


'Dia mau kemana jam segini. ' batin Zelon di atas motornya .


Tanpa Zelon duga ternyata dia memasuki pekarangan rumah yang cukup megah .


Zelon memarkirkan motornya tidak terlalu jauh dia mengendap-endap memasuki rumah tersebut.


Beberapa menit berlalu ,kini Zelon melihat seorang pemuda memasuki rumah tersebut di susul seorang gadis.


Zelon semakin bingung dengan keadaan saat ini ,tak berselang lama Zelon melihat seorang gadis mengendap-endap seperti dirinya dia Gracella namun dia tidak menyadari hal itu.


'Siapa gadis itu ?' batin Zelon penasaran.


Saat sedang memperhatikan Cella ,suara tawa dari dalam ruang membuat Zelon terkejut dia tak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar semuanya dia shock semua perkataan orang-orang di dalam ruangan tersebut sulit di percaya.


' Jadi lo yang bunuh adik gue. ' Zelon menggeram marah ,kedua tangan nya mengepal erat.


Zelon merasa di khianati oleh teman nya sendiri , bahkan dia tidak menyangka jika orang yang membunuh adiknya adalah sahabatnya sendiri.


Setelah mendengar percakapan tersebut Zelon berniat pergi namun dia urungkan saat melihat gadis yang tadi mengendap-endap menangis tanpa suara .


'Ada apa dengan nya ? apa dia mengenal Grace?! kenapa dia terasa familiar yah ?.' batin Zelon bertanya-tanya.


Zelon tak bisa bertanya sekarang ,karena posisi mereka sama-sama rawan.


'' Gue harus ketemu lagi sama dia .'' ujarnya sebelum pergi.


Dari situlah mereka tau jika mempercayai seseorang tidak boleh berlebihan , jika itu terjadi bisa saja mereka menusuk dari belakang seperti yang Cella alami.


...see you next time........

__ADS_1


__ADS_2