
...☠️☠️☠️...
Kediaman Wijaya saat ini sangat tegang ,dimana disana ada ayah Sean yang tengah menunggu sang putra pulang dari kampusnya.
'' Kemana anak sialan itu .'' ujarnya mondar mandir di depan pintu rumahnya.
Tak sampai lima belas menit ,suara deru motor milik Sean terdengar di telinga sang ayah.
Bruummm !! Bruuumm.
Sean memarkirkan motornya di halaman , dia turun dari motor dengan wajah datar dia berjalan menuju ayahnya berada.
'' Ayah ngapain di sini ?! bukan nya ayah sibuk ngurusin kantor !'' ucap Sean sinis.
'' APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN PADA PEMILIK SMITH COMPANY HAH !'' teriak ayah Sean tanpa menjawab pertanyaan putranya.
Dahi Sean mengernyit , dia tidak mengerti maksud ayahnya . '' Apa maksud ayah ?!''
'' Haha kamu masih bisa pura-pura bodoh ,setelah semua yang kamu lakukan .'' ucap sang ayah.
Sean benar-benar bingung dia bahkan tidak kenal dengan pemilik smith company , dia juga tidak merasa pernah berurusan dengan perusahan tersebut.
'' Aku nggak ngerti maksud ayah ?!'' ucapnya dengan wajah bingung.
Ayah Sean berjalan menuju ruang keluarga , Sean mengikuti dari belakang begitu sampai di ruang keluarga Sean melihat kertas berserakan disana.
Ayahnya mengambil satu kertas dengan kasar ,Dia melepar kertas tersebut pada wajah Sean .
Bruuk.
'' Kamu baca kertas itu .'' perintah sang ayah.
Dengan wajah yang masih bingung , Sean membaca lembar kertas tersebut!
Dia terkejut ,disana tertera saham Wijaya company 70% telah di ambil alih oleh Smith company , bahkan disana tertera kontrak mereka di batalkan secara sepihak bukan hanya itu di sana juga tertera jika Wijaya menuntut maka mereka juga harus memberi kompensasi pada Smith company dengan nilai fantastis.
'' Maksud ayah perusahaan ayah terancam bangkrut.'' tanya Sean shock.
'' Kamu pikir apa lagi, Semua itu karena kamu sialan .'' ucap ayah Sean marah.
Sean yang memiliki emosi tak terkendali pun tidak terima jika di salahkan .
'' Aku ?.'' tunjuk Sean pada dirinya sendiri.
'' Iya kamu !Apa yang sudah kamu perbuat hingga mereka membatalkan kontrak nya dengan perusahaan kita .'' ucap ayah Sean.
'' Aku bahkan nggak kenal sama mereka ? Gimana ayah bisa menyimpulkan kalo aku yang salah ?! Bukan kah kesalahan ada pada ayah .'' jawab Sean.
PLAAKK!!
Satu tamparan mendarat di pipi Sean , ayahnya menatap Sean nyalang .'' Kamu pikir ayah percaya sama omongan kamu ?! MEREKA JELAS-JELAS BILANG SEMUA KARENA KAMU .''
'' HAHA jika semua karena aku ,memangnya kenapa !'' jawab Sean sinis dia muak karena membela diri pun percuma.
'' KURANG AJAR !'' teriak ayah Sean.
BUUUAAGHH.!
Sean terjatuh setelah mendapat satu tonjokan di wajahnya.
'' Tidak tau diri , kamu sama saja seperti ibumu sama-sama menyusahkan .'' ucap ayah Sean marah.
'' Kenapa setiap ayah ada masalah ,ayah selalu sebut-sebut bunda ?! Bukanya ayah juga sadar bunda pergi karena perbuatan ayah. '' ucap Sean dengan wajah marahnya.
'' BERANI KAMU BICARA SEPERTI ITU SAMA ORANG TUA HAH !! KAMU MAU JADI ANAK DURHAKA !'' hardik ayah Sean marah.
Sean bangkit dan menatap benci pada ayahnya , tiga tahun lalu menjadi tahun paling kelam bagi kehidupan seorang Sean Wijaya.
'' Apa ayah pantas di sebut orang tua ?! ayah pikir selama ini aku diam karena takut ?! AYAH TAU BUNDA MENINGGAL KARENA PERBUATAN AYAH .''
'' Tapi kenapa ayah tutup mata dan nyalahin aku ,AYAH TAU AKU CAPE AKU MUAK HIDUP SAMA AYAH BRENGSEK SEPERTI ANDA .'' Teriak Sean dengan marah.
BUUUAAKK !!
'' UUUKKHH uhuk...uhuk.'' Sean terbatuk darah setelah mendapat tendangan di perutnya.
'' BOCAH SIALAN !! JIKA BUKAN KARENA SAYA KAMU SUDAH MATI SIALAN BUNDA MU MATI BUKAN KARENA SAYA TAPI SALAH DIA SENDIRI.'' ucap ayahnya tepat di wajah Sean.
'' Cuih .'' Sean meludah kesamping tubuh ayahnya, amarahnya menguar minta di lampiaskan.
'' Ayah kira aku nggak tau ?! Semua kejadian yang ayah lakukan sama bunda aku tau apa ayah kira aku bodoh . '' ucap Sean dengan tatapan tajamnya yang mengarah pada sang ayah.
'' Sialan jadi benar semua ini ulahmu ?! kamu ingin membalas ayah dengan merusak perusahaan ayah JAWAB SEAN .'' ucap ayahnya mencengkeram baju Sean.
__ADS_1
Sean tersenyum sinis . '' Apa ayah perlu jawabanku ? bukan nya ayah udah nuduh aku ? jadi buat apa aku jawab.''
'' Bedebah anak tidak tau diri ,harusnya kamu ikut saja sama bundamu .'' teriak ayah Sean.
'' Ya tanpa ayah minta aku akan ikut sama bunda tapi..... nanti setelah aku sukses dan ayah mengemis padaku .'' ucap Sean tanpa rasa takut.
Mendengar ucapan putranya , ayah Sean semakin marah dia mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melemparnya ke wajah Sean.
PRAANGGG !!
Darah mengucur dari pelipis Sean serta pipinya ,namun raut wajah Sean masih biasa saja.
'' Nggak sekalian lempar batu atau meja biar aku mati aja .'' tantang Sean tanpa perduli darahnya sudah mengalir membasahi lehernya.
SREEKK !! BUUGGHH !
BUUGHH ! BUUAKK !
Ayahnya menarik kerah baju Sean ,dia memukuli Sean bertubi-tubi sedangkan Sean hanya pasrah tanpa melawan .
'' AWAS KAMU , SAYA TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU BERSENANG-SENANG DI ATAS PENDERITAAN SAYA !'' ucapnya sebelum pergi menuju kamarnya.
Sean tak menjawab , dia mengelap darah yang mengalir dari bibirnya rasa karat mulai memenuhi mulutnya.
'' Sialan tua bangka brengsek .'' umpatnya .
Dia berdiri tertatih-tatih , dia tak jadi masuk kedalam kamarnya dia keluar menuju motornya berada ,dia memerlukan udara segar untuk menghilangkan penatnya.
...✨✨✨...
Di sisi lain Gracella sedang berkutat dengan berbagai kode-kode rumit yang sulit di pahami.
Satu jam berlalu , Cella masih berperang dengan kode-kode tersebut hingga beberapa menit kemudian dia berhasil menemukan apa yang dia cari.
TING !
Bunyi yang menandakan pekerjaan Cella berhasil . '' Akhirnya ,huh cape banget gue .''
Cella sedang membobol keamanan milik gengster Sword Rose , Tak berbeda jauh dengan Reygan yang menemukan tato di lengan orang bermasker dan mencurigainya Cella pun sama dia mencari tau siapa yang memiliki tato tersebut , dan ternyata tato itu merupakan ciri khas gengster Sword Rose.
'' Sword Rose ?! Bukanya gengster ini pernah cari gara-gara sama Great Glory ?! jadi mereka ada sangkut pautnya sama pembunuh adik gue ?!.'' ucap Cella.
Dia membaca seluruh data yang berhasil dia dapatkan , dan siapa sangka jika dia bisa menemukan kartu emas disana .
'' Kali ini lo nggak akan lolos sialan!'' ucapnya tertawa senang.
Cella menyalin seluruh data-data penting yang akan dia gunakan untuk membongkar kebusukan seseorang .
'' Gue nggak pernah nyangka orang yang jadi dalang pembunuhan adik ternyata orang yang ada di sekitar gue . '' ujarnya setelah selesai menyalin semua datanya.
'' Dan yang bikin gue terheran-heran , ternyata semua ada hubungan nya dengan ****** sialan itu ,ck ck kenapa mereka mau aja di goblokin sama penghianat .''ujarnya sambil memasukan laptop miliknya.
Tak hanya data-data penting yang Cella ambil ,dia juga mengambil beberapa foto yang bisa membungkam keluarga Daniel dan membuat mereka hancur .
Setelah beres semua Cella keluar dari ruangan pribadinya ,dia menyampirkan ranselnya di pundak dan mengunci pintu tersebut.
'' Tau gini dari kemaren aja gue kesini , ngapain juga kemaren gue pusing-pusing mikirin hal yang jelas-jelas bisa gue dapetin dengan mudah ck ck ,ternyata otak gue kadang lelet juga .'' ucapnya sambil berjalan menuju tempat fluffy berada.
Melihat Cella berjalan menuju arahnya ,dengan gesit fluffy yang tadinya masih tiduran di lantai segera berlari menuju arah Cella.
Grrrrghh.!
Cella mengelus lembut fluffy .'' Fluffy gue balik dulu , jaga rumah yah jangan biarin siapa pun masuk oke .''
Grrrgghhh !!
Fluffy menggeram rendah di pelukan Cella . '' Anak Pintar , kapan-kapan gue kesini lagi jangan nakal .''
Setelah berpamitan pada fluffy ,Cella keluar dari rumah tersebut tak lupa dia mengunci pintu rumahnya , soal makanan fluffy ,dia bisa berburu sendiri karena ada pintu khusus yang Cella buat untuk peliharaan nya keluar masuk.
Cella mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang , saat ini suasana hatinya sedang sangat baik dia sudah mengantongi hal yang selama ini membuatnya tercekik .
'' Sebelum gue bongkar , kayanya lebih enak kalo gue kasih mereka pelajaran dulu.'' ucapnya.
Di saat Cella tengah memikirkan berbagai rencana untuk menyerang Daniel dkk ,tiba-tiba dia melihat pemuda duduk di pinggir jalan dengan wajah yang menunduk .
Cella yang memang gampang kepoan ,langsung saja menghentikan laju mobilnya dia turun dari mobil dengan wajah datarnya.
'' Ehem .'' dehem Cella begitu sampai di depan pemuda tersebut.
Pemuda itu mengangkat kepalanya , dia terkejut melihat Cella ada di depan nya.
'' Astaga. '' ucapnya terkejut.
__ADS_1
'' Apa ?!lo kira gue hantu .'' ujar Cella sinis.
Pemuda yang tak lain adalah Sean , menatap sinis ke arah Cella.
'' Ngapain lo disini ?!." tanya Sean.
'' Mulung . '' jawab Cella asal.
Sean melengos mendengar jawab Cella .
'' Btw lo ngapain malam-malam disini sendirian ?! lo nggak takut di culik tante kunti ?!'' ujar Cella.
'' Bukan urusan lo !'' jawab Sean dengan juteknya.
'' Ya elah nanya doang kali , lagian gue nggak perduli mau lo di culik atau di bunuh sekali pun terserah .'' jawab Cella.
Sean tak menjawab , Cella yang melihat sean terdiam merasa heran tak biasanya orang yang selalu mencari ribut sama dia menjadi pendiam.
'' Gue boleh duduk sini nggak ?!'' tanya Cella menunjuk ke samping Sean.
'' Terserah !'' jawabnya .
Cella duduk di samping Sean , meski Cella memiliki dendam padanya tapi dia selalu respect pada mereka yang tengah kesulitan ,kecuali jika perbuatan mereka sudah melampaui batas baru Cella tidak akan menggunakan perasaan nya lagi untuk menolong .
'' Malam ini lo nggak kumpul temen-temen lo ?! bukan nya mereka selalu ke basecamp ?!.'' tanya Cella mencoba mencairkan suasana.
'' Nggak !'' jawab Sean jutek.
Cella melihat wajah Sean babak belur dan juga noda darah yang mengering di dahi serta bibirnya.
Tanpa pikir panjang ,Cella berdiri dan berjalan menuju mobilnya .
' Ngapain dia kesana ? apa udah mau pergi.' batin Sean.
Sean memang tidak tau diri , dia selalu memusuhi Cella dan membencinya tanpa alasan yang jelas , tapi di saat seperti ini dia mengharapkan Cella berada disini menghiburnya .
Tak berselang lama ,Cella kembali dengan membawa kotak p3k miliknya .
'' Lo mau ngapain ?!'' Tanya Sean heran.
'' Diem deh ,sebelum mulut lo gue robek!.'' ucap Cella sinis.
'' Majuin muka lo.'' ujarnya .
Sean yang masih loading ,hanya mengikuti perintah Cella.
Dengan lembut Cella membersihkan luka Sean , setelah itu dia menempelkan plaster di dahi serta pipi Sean yang tergores.
Melihat wajah Cella yang sangat dekat dengan nya , membuat pipi Sean bersemu degub jantungnya tidak teratur , wajah cantik Cella seolah menghipnotisnya hingga dia tak merintih sama sekali saat di obati.
'' Dah harusnya lo obati dulu luka lo biar nggak infeksi .'' ucap Cella setelah selesai mengobati luka Sean .
Sean tersadar mendengar ucapan Cella ,dia memalingkan wajahnya karena malu.
'' Nggak usah malu kali , muka gue emang cantik jadi wajar kalo lo terpesona haha .'' ucap Cella dengan pedeny.
'' Dih siapa juga yang terpesona sama muka buluk lo .'' ucap Sean mengelak.
Cella tertawa pelan , tanpa sadar Sean tersenyum lembut melihat Cella tertawa.
'' Lo cantik kalo senyum Cel .'' ucap Sean tanpa sadar .
Cella yang mendengar ucapan Sean menghentikan tawanya . '' Iya gue tau kok gue emang cantik paripurna , makanya lo jangan sampe suka sama gue yah ,karena gue bisa bikin lo tergila-gila hahaha .''
Sean menatap Cella sinis. '' Siapa juga yang bakalan suka sama lo ,gue juga ogah kali punya cewe spek dajjal kaya lo .''
'' Dajjal dajjal gini , gue banyak yang ngantri tau termasuk lo .!'' ucap Cella dengan santai.
'' Sory tapi lo bukan tipe gue .'' jawab Sean tegas.
'' Oiya yah tipe lo kan yang menye-menye , yang dikit-dikit nanges gitu kan . '' ujar Cella meledek Sean.
Sean memalingkan wajahnya , dia tak tau tiba-tiba perasaan hangat menyelimuti hatinya perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Cella berdiri sambil membawa kotak p3k miliknya , dia menatap Sean dan berpamitan . '' Gue cabut yah udah malem juga lo juga pulang sana jangan kelayapan mulu kaya hantu .''
'' Iya-iya bawel lo .'' jawab Sean acuh.
Cella tertawa mendengar jawaban Sean ,dia kembali berpamitan dan pergi meninggalkan Sean disana '' Bye gue balik dulu.''
Sean mengangguk , dia menatap Cella sampai mobil yang Cella kendarai menghilang dari pandangan nya.
'' Gue kenapa sih , masa gue baper sama dia .'' ucap Sean lirih sambil memegang dada kirinya yang sejak tadi berdegub sangat kencang.
__ADS_1
...see you next time.......