GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 67


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Kediaman kenzo ,tepatnya ruang bawah tanah . dimana liana di tahan selama ini , kondisinya semakin buruk bahkan separuh tubuhnya sudah membusuk.


Sudah berhari-hari dia tidak makan ,semenjak cella datang kesana siksaan liana semakin menjadi ,kenzo hampir setiap hari melampiaskan rasa lelahnya dengan menyayat sedikit demi sedikit tubuh liana.


'' Aaarrghh hiks...hiks... sakit , lapar .'' rintih liana.


Wajahnya semakin pucat entah sampai kapan dia akan bertahan dengan kondisi seperti itu.


Tap.! Tap.! Tap.!


Suara langkah kaki terdengar mendekati tempat liana , dia kenzo yang baru saja kembali dari kantornya .


Kenzo sampai di depan liana ,dia menatap jijik pada tubuh yang separuh sudah membusuk bahkan banyak belatung yang menghuni tubuh liana.


'' Ck menjijikan !" ujar kenzo.


Dia membuka pintu besi yang mengurung liana , kenzo sudah bosan dengan liana dan dia sudah mendapat izin untuk menghabisi liana dari cella beberapa hari yang lalu.


Kenzo menghampiri liana dengan wajah datarnya . reflek tubuh liana bergetar ketakutan , dia sudah membayangkan hal-hal buruk yang akan kenzo lakukan.


" Tenang gue nggak akan nyiksa lo lagi kok !" ujar kenzo yang melihat tubuh liana bergetar.


'' P-pergi !''


Bukan nya pergi ,kenzo malah mengitari tubuh liana , tanpa liana sadari kenzo mengeluarkan belati dari saku jasnya.


Kenzo berjongkok di belakang tubuh liana , bulu kuduk liana berdiri saat benda kecil dan dingin menempel di lehernya.


'' Gue kasihan sama lo , makanya gue berbaik hati mengakhiri penderitaan lo.!''bisik kenzo di telinga liana.


Liana terkejut , belum sempat liana mengeluarkan suara , kenzo sudah menyayatkan belatinya di leher liana.


SREETTT.!!


''AAARRGHHH !''. teriakan liana sangat memilukan ,namun hal itu membuat kenzo semakin bersemangat.


Tidak main-main kenzo melakukan hal tersebut selama lima kali , sampai akhirnya kepala liana lepas dari tempatnya , kenzo tersenyum puas melihat karya yang dia buat.


Kenzo mengambil kapak ,dia membelah kepala liana dan mengeluarkan otaknya , tak sampai situ kenzo juga memotong-motong tubuh liana hingga menjadi beberapa bagian , darah memenuhi pakaian kenzo ,bau anyir menyebar dimana-mana .


Selesai dengan permainan nya ,kenzo memanggil bodyguard untuk membereskan sisanya .


'' Bereskan ! '' perintah kenzo.


'' Baik tuan !''


Kenzo keluar dari ruangan tersebut ,para bodyguard menahan mual saat melihat kondisi tubuh yang sudah di potong-potong .


'' Huek - huek.!'' ada bodyguard yang muntah karena tak kuat menahan rasa mualnya.


'' Si bos kenapa nggak mual yah !'' ujar salah satu bodyguard .


Dua orang lain nya hanya mengedikan bahu . '' Mungkin udah terbiasa ! makanya kita jangan cari masalah sama si bos ,bisa-bisa nasib kita kaya dia''


Mereka mengangguk serempak.


'' Udah cepet kita beresin ,gue nggak kuat di sini lama-lama !'' usul yang lain.


Mereka mulai membersihkan tempat tersebut ,tubuh liana akan mereka berikan pada peliharaan kenzo .


...--------------------------...


Di sisi lain ,sean yang sedang di perjalanan menuju basecamp , tiba-tiba ada satu motor yang mengikutinya dari belakang , sean yang sadar dan merasa ada hal aneh segera menambah kecepatan motornya.


' Sial ! jangan-jangan itu orang yang menagih hutang sama ayah !' batinya.


Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu ,sean memang belum menemui rentenir tersebut .


Aksi kejar-kejaran tak bisa di hindari ,sean tak memikirkan keselamatan nya sendiri dia hanya fokus untuk menghindar dari mereka,dia semakin menambah kecepatan motornya.


Namun orang tersebut berhasil menyusul sean , di tengah kepanikan yang sean rasakan . tiba-tiba orang yang berada di boncengan motor tersebut mengeluarkan tongkat baseball , sean semakin panik.


Fokus sean tidak stabil ,hal itu membuat dia hampir kehilangan kendali motornya.


' Brengsek!!' batinya dengan marah.


BUUUK.!


'' Anj**.'' reflek sean mengumpat . hal itu memicu emosi orang yang mengejarnya.

__ADS_1


Mereka hanya berhasil memberi Satu pukulan pada punggung sean . rasa sakit menjalar di punggungnya namun dia tidak menghentikan laju kendaraannya.


Kejar-kejaran di atas motor kian menjadi ,sean yang terlalu fokus pada orang-orang yang mengejarnya ,tidak perduli saat di depan matanya ada tikungan tajam ,tanpa mengurangi kecepatan sean membelokan motor miliknya , namun na'as saat itu juga sebuah truk sedang melaju dengan kecepatan tinggi.


Sean membulatkan kedua bola matanya saat truk tersebut hanya berjarak beberapa meter darinya , sean tidak bisa menghindar karena motornya dalam kecepatan tinggi .


BRAAAAKKK!!


Tabrakan tak bisa lagi di hindari , sean terpental cukup jauh dan berguling-guling di aspal ,orang yang mengejar sean segera kabur , dan supir truk tersebut pingsan di tempat.


keadaan sean sangat kritis ,kepalanya berdarah karena helm yang dia kenakan lepas ,lengan nya yang belum sembuh benar kembali patah ,darah mengalir sangat banyak dari kepalanya .


' Pusing.' batin sean , kepalanya terasa sangat pening.


Di sisa-sisa kesadaran nya ,sean seperti melihat sosok bundanya yang mengulurkan tangan.


'' Bunda.'' panggilnya lirih.


Sean berusaha menggapai tangan bundanya , senyum lembut terbit di bibir sean, rasa lelah yang selama ini dia pikul sendirian terasa lepas ,tubuhnya menjadi ringan begitu dia menggenggam tangan bundanya.


'' Aku mau ikut bunda .'' lirihnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya .


Di basecamp ,juna serta zander sedang menunggu kedatangan sean yang sejak tadi belum juga muncul.


'' Ck tuh bocah kemana sih ?! lama banget katanya lagi otw !'' gerutu juna.


'' Mungkin lagi macet di jalan !'' ujar zander.


'' Mana ada jam segini macet zan ,lo liat noh sekarang udah jam 11 malem ! siapa yang mau macet-macetan di jalan jam segini !'' ucap juna.


Diam-diam zander membenarkan ucapan juna , tidak biasanya sean telat saat berkumpul , apa lagi dia yang minta mereka untuk bertemu.


'' Zan perasaan gue nggak enak nih ! apa sean baik-baik aja !'' risaunya.


'' Dia pasti baik-baik aja .'' meski zander berkata demikian namun dia juga merasakan hal yang sama.


Satu jam berlalu tapi sean belum juga datang .


'' Zan kita susulin sean yok ! perasaan gue nggak enak banget nih !'' usul juna.


Zander mengangguk ,mereka bergegas keluar basecamp ,belum sempat mereka menaiki motor ,dering hp milik zander terdengar.


Drrttt.! Drrrtt .! Drrrtt.!


'' Halo !'' ucap zander begitu telfon tersambung.


'' Halo , apa benar ini dengan saudara zander ?!''


'' Benar dengan saya sendiri , kalau boleh saya tau anda siapa yah ?'' ucap zander.


'' Kami dari pihak rumah sakit kencana ingin mengabarkan bahwa saudara sean wijaya mengalami kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit kencana .''


DEGH !!


''A-apa kecelakaan ?!'' zander terhuyung mendengar kabar tersebut.


'' Iya saya mengabari anda karena hanya nomor anda yang ada di log panggilan !''


'' Baik saya akan segera kesana !'' ujar zander , dia mematikan telfon nya .


Juna menatap heran wajah zander yang terlihat pucat . '' Lo kenapa zan ?! tadi siapa yang kecelakaan ?''


'' Jun kita kerumah sakit kencana sekarang ! sean kecelakaan jun!'' zander cemas pikiran nya kalut.


'' Ck lo jangan bercanda deh . !'' juna tak percaya dengan ucapan zander.


'' Gue serius jun !! sean di sana sekarang ! kita harus kesana ! '' ujarnya ,zander menaiki motor tanpa perduli pada juna yang meminta penjelasan.


'' Zan woi zander tungguin gue elah . ! '' juna segera menyusul zander.


...-----------------------...


Hanya butuh waktu setengah jam ,mereka berdua sudah sampai di RS Kencana , zander berlari menuju resepseonis .


'' Permisi sus , apa benar ada pasien bernama sean wijaya di sini ?'' ujar zander .


'' Sebentar saya cek dulu.''


Zander mengangguk , zander menatap sekeliling rumah sakit , hingga suara sang suster mengejutkannya .


'' Ada , mari saya antarkan ke ruangan nya.'' ujar suster tersebut .

__ADS_1


Zander mengangguk , dia menyeret lengan juna yang baru sampai.


'' Sabar napa zan , gue nafas dulu elah .'' gerutu juna.


'' Kelamaan .'' ujarnya pendek.


Juna menghela nafas lelah. '' Gini amat punya temen huh .''


Mereka terus berjalan ,namun sudah beberapa ruangan mereka belum juga berhenti.


'' Sus kamarnya yang mana ? perasaan dari tadi kita jalan mulu !'' juna merasa heran .


'' Itu di depan !'' tunjuk suster tersebut.


Juna membulatkan kedua bola matanya. '' Suster bercanda yah ?! itu kamar jenazah sus ,temen saya nggak mungkin meninggal haha !''


Degh !


Juna baru menyadari ucapan nya barusan. '' M-meninggal!''


' Nggak ! itu nggak mungkin ' batin juna mencoba berfikir positif.


Sedangkan zander hanya diam sejak tadi , namun raut wajahnya terlihat tidak baik- baik saja.


Cklek !


Pintu ruang jenazah di buka ,jantung zander dan juna berdebar hebat.


...Degh.!...


...Degh.!...


...Degh.!...


Suster tersebut membawa zander menuju tempat satu jenazah .


'' Sus ini nggak mungkin temen saya kan ?! '' ujar juna.


'' Silakan anda cek sendiri!'' ucap suster.


Dengan tangan yang gemetaran zander membuka kain putih yang menutupi tubuh tersebut.


Sreet.!


DEGHHH.!


DEGHH.!


Zander terhuyung ,begitu juga juna ,mereka berdua shock melihat tubuh sahabat mereka sudah terbaring kaku.


'' Nggak !! ini nggak mungkin sean !'' juna menolak kenyataan.


'' Zan bilang sama gue ini bukan sean kan ?! ini orang lain kan jawab gue zan !!! JAWAB !'' juna mencengkeram baju zander.


Zander terdiam tenggorakan nya sakit , dia tidak bisa menjawab pertanyaan juna.


Juna yang tak mendapat respon ,kini beralih mengguncang tubuh kaku sean.


'' Bangun brengsek !! kalo lo sean lo harus bangun sialan !'' racaunya.


'' BANGUN SEAN !! BERCANDA LO NGGAK LUCU !!! ''


Juna terus mengguncang tubuh sean , zander mendekati juna. '' Kita harus iklas jun ! biarin dia tenang di sana !''


''' NGGAK !! GUE NGGAK TERIMA DIA PERGI ZAN !'' racaunya.


Juna menatap wajah pucat sean. '' ANJ** LO !! KENAPA LO NINGGALIN GUE A** !! MANA UCAPAN LO TADI PAGI YANG BILANG BAKALAN TINGGAL SAMA GUE DI APART HAH !! MANA BANGSAT !!! ''


'' LO --- AAARRRGHHH !'' juna histeris , dia tau seberapa berat hidup sean akhir-akhir ini , tapi dia tidak menyangka jika kata lelah yang sean ucapkan kemarin akan di kambulkan tuhan secepat ini.


Zander menepuk bahu juna yang bergetar karena menangis. '' Kita harus bisa ngiklasin dia jun !''


Juna menangis dalam diam , dia tidak menginginkan kematian sean ,dia ingin perubahan sean , dia ingin sahabatnya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.


Juna menatap nanar tubuh pucat sean. ''Padahal lo belum keliling komplek gue karena kalah taruhan waktu itu ! MANA BUKTI UCAPAN LO YANG INGIN MINTA MAAF SAMA CELLA HAH !! BAHKAN LO BELUM BILANG KALAU LO SUKA SAMA DIA !''


'' Bangun sean !!! gue nggak bisa liat lo kaya gini !''


Zander terkejut mendengar ucapan juna , dia tidak pernah menyangka jika sean memiliki rasa pada cella ,karena selama ini sean hanya menunjukan rasa bencinya saja .


Mereka berdua kalut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


...see you next time........


__ADS_2