
...✨✨✨...
Jakarta , tepatnya kediaman arjuna . semenjak kepergian sean ! juna menjadi pendiam dia belum sepenuhnya menerima hal tersebut di tambah dia baru saja mendapat kabar jika orang tua daniel tertabrak dan sekarang berada di rumah sakit .
'' Bun , aku pergi dulu yah .'' pamit juna pada bundanya.
'' Kamu mau kemana lagi ?! baru juga pulang udah pergi lagi ?!'' ujar sang bunda berkacak pinggang.
Juna menghampiri bundanya dan memeluknya . '' Bun kenapa cobaan aku berat banget yah ?! salah aku apa bun ?!''
Mendengar keluhan putranya ,sang bunda melepaskan pelukan arjuna.
'' Kamu kenapa lagi hm ?! ada masalah apa ?! cerita sama bunda sini !'' bunda menarik lengan juna menuju sofa.
Mereka berdua duduk ,bunda menatap wajah putranya yang terlihat sangat lesu.
'' Kenapa hm ?! kamu nggak mau cerita ?!'' ujar bunda.
Juna menatap wajah teduh bundanya .
'' Bun.....orang tua daniel kecelakaan !''
DEGH .!
'' Kecelakaan ?! kapan ?! dimana ?! sekarang daniel dimana ?!'' ujar bunda beruntun.
Juna menghela nafas pelan. '' Dia di rumah sakit bun ! aku nggak tau keadaan nya seperti apa , makanya aku mau kesana !''
'' Bunda ikut yah ! mumpung ayah kamu lagi ke luar kota !'' ujar sang bunda.
Juna mengangguk , mungkin dengan bundanya ikut bisa mengurangi tekanan yang dia rasakan.
'' Bunda ganti baju dulu ! kamu tunggu di mobil aja !'' perintah bunda yang di angguki juna.
Tak berselang lama ,mereka akhirnya berangkat menuju rumah sakit dimana daniel dan orang tuanya berada.
Tap.!Tap.!Tap.!
Derap langkah kaki menggema di rumah sakit tersebut , ternyata bukan hanya juna yang datang tapi zander juga.
Cklek.!
Zander membuka pintu ruang rawat daniel , mereka tertegun melihat kondisi daniel yang tidak baik- baik aja.
'' Niel.'' panggil juna lirih.
Perlahan daniel menoleh , dia melihat wajah kedua sahabatnya serta bunda dari juna.
'' Kalian kapan datang ?'' ujar daniel , dia berusaha untuk duduk.
Zander dan juna membantu daniel untuk menyender di ranjang.
'' Kita baru sampai kok .'' jawab juna.
Daniel mengangguk , dia menatap wajah bunda juna dan tersenyum. '' Bunda apa kabar ?''
'' Bunda baik , kondisi kamu gimana ?! '' ujar bunda dengan lembut.
Daniel mengangguk. '' Aku juga baik bun !''
Meski daniel berkata baik-baik saja ,namun mereka dapat melihat raut putus asa di wajah daniel.
__ADS_1
Bunda mendekati daniel ,dia mengelus rambut daniel dengan lembut. '' Semua bukan salah kamu nak , ini takdir nggak ada manusia yang abadi di dunia ini ! mereka akan kembali pada penciptanya suatu saat nanti !''
Ternyata mereka sudah tau jika orang tua daniel telah meninggal , tadi saat mereka sampai mereka menanyakan pada resepsionis yang mengatakan jika orang tua daniel sedang di mandikan untuk selanjutnya di makamkan , dan zander yang telah mengurus semuanya.
Mendengar ucapan bunda juna ,air mata daniel kembali mengalir dia menyesal mengatakan hal itu pada orang tuanya.
'' Hiks....Hiks .. semua salah aku !! kalau aja aku nggak egois pasti mereka masih ada hiks..!'' racau daniel.
Tak tega melihat kondisi daniel , akhirnya bunda juna memeluknya berusaha menenangkan nya.
'' Kamu nggak boleh kaya gini terus niel , mereka pasti sedih kalau liat kondisi kamu kaya gini !'' ujar bunda.
''Tapi semua salah aku bun!! aku yang bikin mereka pergi.!'' ucap daniel lirih.
'' Semua bukan salah kamu ,mereka pergi karena tuhan lebih sayang sama orang tua kamu ! makanya mereka di panggil lebih cepat .'' ujar bunda juna.
Dalam pelukan bunda sahabatnya ,daniel menumpahkan segala sesak di hatinya , sampai ucapan sang bunda membuatnya terdiam.
'' Adik kamu udah tau soal ini ?!'' ucap bunda.
DEGH.!
Juna yang melihat keterdiaman daniel , menjadi tau jika cella belum mengetahui hal ini dan mungkin dia juga tidak akan perduli.
'' Nanti aku yang kabarin bun ,takutnya dia terkejut.!'' ujar juna mewakili daniel.
Bunda mengangguk , namun dia kembali bertanya pada daniel. '' Kalau adik kamu yang satunya kemana niel ? bukan nya waktu itu kamu punya adik yang namanya liana kalau nggak salah yah ?! yang waktu itu di kenalin papah kamu di perusahaan .''
DEGH.!
Daniel baru sadar jika liana tidak pernah lagi muncul. '' Ehm aku nggak tau bun , semenjak kejadian hari itu , saat itu juga liana kabur dan sampai sekarang aku nggak tau dia dimana !''
Bunda hanya mengangguk ,dia tidak mau bertanya lebih jauh karena juna sudah menceritakan semuanya lebih dulu . '' Ya sudah kamu kembali istirahat yah ,bunda mau keluar dulu !''
Zander mendekati ranjang daniel. '' Lo udah makan ?!''
'' Udah ! makasih udah jengukin gue ! maaf karena gue kalian jadi repot!'' ujar daniel merasa tak enak.
Juna mendekati daniel. '' Santai aja kali ! kaya sama siapa aja lo !''
'' Btw lo mau kasih tau cella soal ini nggak ?!'' ujar juna.
'' Gue nggak tau jun , gue juga nggak yakin cella bakalan datang !'' jawabnya lesu.
Juna mengangguk. '' Tapi ada baiknya lo kasih tau dia ! cuma gue nggak tau dimana dia sekarang , kira-kira lo tau nggak niel ?!''
Daniel tertegun. '' Maksud lo cella nggak ada di rumah ?''
'' Iya ,bahkan udah beberapa hari ini gue nggak liat dia di kampus ,pas gue tanya teman sekelasnya katanya cella ngambil cuti gitu !'' jawab juna.
Daniel dan zander menjadi bertanya-tanya , kemana perginya gracella .
'' Lo ngerasa ada yang aneh atau mencurigakan nggak ?'' ucap zander.
'' Nggak ! lagian cella cape kali jadinya ambil cuti !'' jawabnya asal.
Mereka hanya mengangguk pasrah. mereka tidak tau menau tentang hilangnya sky.
...------------------------...
Di sisi lain gracella baru tiba di rumah sakit , mereka membawa zelon untuk segera di obati .
__ADS_1
Saat mereka menunggu zelon di obati ,tiba-tiba tatapan aldrick tertuju pada kain yang membungkus lengan cella.
'' Kamu terluka cel ?'' ucap aldrick membuat gavin dan jefran menoleh.
'' Nggak kok !"jawabnya asal.
Tanpa di duga ,aldrick menekan kain di lengan cella , seketika cella merintih kesakitan.
" Ssssttt sakit goblok !" ucap cella menepis tangan aldrick.
" Tadi katanya nggak luka hm !" ledek aldirck.
" Berisik tau om !" ucapnya jengkel.
Hal itu membuat aldrick tertawa pelan ,sedangkan gavin kini sadar jika bukan hanya dirinya yang menginginkan gracella , bahkan sahabatnya sendiri telah jatuh hati pada cella.
Sky yang berada di pangkuan maminya ,mulai terbangun dia mengucek kedua matanya.
'' Jangan di kucek sayang ,nanti sakit.'' ucap cella dengan lembut.
Jefran yang pertama kali melihat cara bicara cella yang terkesan sangat halus menjadi tercengang.
'' G-gue nggak salah d-denger kan ?'' ujarnya tak percaya.
Cella menatap jefran. '' Kenapa ?''
'' Lo ! lo ngomongnya lembut bener cel , kaya jalanan baru di aspal !'' ujarnya.
'' Mulut lo yang minta di aspal hah !! '' sinis cella.
'' Ck mulai lagi deh !'' jefran mencebik kesal.
Sky menatap wajah maminya yang ternyata masih ada bercak darah disana. '' Wajah mami kenapa banyak darah ?!''
Mereka semua menatap wajah cella dan ucapan sky memang benar , hal itu membuat mereka kelabakan .
'' Ah em itu ..anu ..mami tadi nolongin om zelon jadi darahnya ada yang kena muka mami !'' jawab cella gugup.
Sky mengangguk saja. '' Mami kita kapan pulang ?''
''Lusa yah ,kita nginep beberapa hari lagi disini nggak papa kan ?!'' bujuk cella .
Sky mengangguk , dia sudah ganti baju dan sudah di obati tadi ,sky tidak mau di rawat dia masih takut jika tiba-tiba kejadian seperti kemarin terulang .
Maka dari itu sky menempel terus pada sosok maminya bagaikan perangko ,dia tidak mau berpisah lagi dengan maminya .
Gavin mendekati cella ,dia berbisik pelan. '' Kamu ganti baju dulu gih ,aku udah beli bajunya !''
Gavin menyodorkan paper bag pada gracella yang langsung di terima dengan baik. '' Makasih !''
Gavin mengangguk , dia menatap sky .
'' Kamu sama om dulu yah ,biar mami ganti baju dulu !''
Sky melihat baju maminya yang sudah robek di beberapa tempat.
'' Mami jangan lama-lama !'' pesan sky yang di angguki cella.
Ternyata gavin tidak hanya membeli baju untuk sky tadi. tapi juga untuk gracella .
Mereka menunggu di depan ruangan zelon , tanpa tau jika di jakarta tengah terjadi keribut membicarakan keberadaan mereka.
__ADS_1
...see you next time.........