
...✨✨✨...
Braak !.
Cella menendang pintu kelasnya , dia kesal sangat kesal pada Zander .
'' Gila tuh orang nggak punya malu apa emang tolol .'' gerutu Cella di sela jalan nya menuju bangku.
Vania yang sudah ada di sana , mengernyitkan dahi melihat temannya misuh-misuh sendiri.
'' Cel lo kenapa ?! lo kesambet ?!.'' tanya Vania begitu Cella duduk di sampingnya.
Cella menghela nafas kasar . '' Hah lo tau nggak gue abis ketemu jelmaan setan nggak punya otak .''
Vania tidak mengerti maksud Cella .''Gue gak ngerti ?.''
'' Tadi gue ketemu Liana sama inti Sandra .'' ucap Cella as.
'' Sandra ?! maksud lo Sandero kali .'' ujar Vania membenarkan.
'' Sama aja ,gue gedeg banget sama Liana pengen gue geprek muka dia!.'' gerutu Cella.
Vania mengelus punggung Cella pelan . '' Sabar Cel ,kalo lo emosi gini yang ada mereka malah seneng tapi apa yang udah dia lakuin sampai lo marah-marah gini ?!.''
'' Gak ada sih , gue cuma adu bacot doang yang bikin gue emosi tuh muka dia yang polos-polos babi .'' jawab Cella sambil meremas buku Vania yang ada di depan nya hingga lecek.
Vania menggeleng pelan . '' Emang lo paling jago kalo ngatain orang yah ,Btw Liana itu siapanya lo ?!. ''
'' Dia adik pungut nya Daniel!.'' ujar Cella.
Vania terkejut mendengarnya , dia sama sekali tidak tau jika Daniel memiliki adik lain selain Gracella.
'' Sejak kapan Daniel punya adik pungut ?!.'' bingung Vania.
'' Udah lama , semenjak adik gue meninggal terus orang tua Daniel bawa tuh demit ke rumah !.'' jawab Cella , wajahnya masih dia tekuk sejak tadi.
Vania menggelengkan kepalanya pelan ,dia tak menyangka jika perjalanan Cella ternyata sangat berliku-liku. '' Apa dia juga alasan lo di benci keluarga kandung lo ?!.''
Cella mengangguk . '' Dia salah satunya sih tapi ada hal lain juga yang bikin mereka benci sama gue , tapi gue sekarang nggak perduli lagi mau mereka benci seumur hidup juga gue nggak masalah toh gue makan nggak minta mereka juga !.''
Mendengar jawaban Cella membuat Vania memberikan dua jempol padanya. '' Lo hebat Cel kalau gue yang jadi lo pasti gue udah nyerah deh !.''
Cella tersenyum lebar. '' Lo belum tau skill gue sih , kalau lo tau gue jamin lo bakalan ngiler deh haha.''
'' Dih sory ye , mau skill lo sebagus apa pun gue nggak bakalan ngiler lo tau kenapa ?!.'' ucap Vania yang mendapat gelengan dari Cella.
'' Emang kenapa ?!.'' tanya Cella .
'' Ya karena gue nggak mungkin bisa jadi kaya lo , lo kira punya skill gampang gue liat lo adu mulut tiap hari aja gue udah cape apa lagi kalo gue tau skill lo yang lain ?! yang ada gue pingsan kali !.'' jawab Vania blak-blakan .
Cella mengangguk-anggukan kepalanya , '' Bener juga lo kan salah satu fans gue ya nggak !.''
Plak !
Vania menggeplak lengan Cella. '' Lo tau aja hehe.''
__ADS_1
'' Ck nggak usah mukul juga kali .'' sinis Cella .
Vania nyengir melihat Cella jengkel karena ulahnya ,mereka berdua asik bergurau hingga gebrakan meja membuat mereka berdua terkejut.
BRAKK !!
'' ANJ*** !" umpat Cella lantang .
Sedangkan Vania hanya mengumpat di dalam hati , Cella menatap orang yang menggebrak mejanya ternyata mereka tiga ondel-ondel komplotan Tiara.
'' Maksud lo apa datang-datang nggak sopan kaya gini hah !.'' Ucap Vania jengkel.
'' Gue nggak ada urusan sama lo . '' jawab Tiara .
Dia menatap Cella remeh . '' Gimana rasanya dapat saingan baru heh ,pasti sedih yah nggak di anggap sama saudara sendiri haha .''
Cella menyilangkan kedua tangan nya di depan dada , dia menatap balik Tiara dengan remeh . '' Bukan gue yang dapat saingan tapi lo, bukanya lo suka sama Zander ? gimana yah nanti saat Zander lebih milih dia dari pada lo yang udah berjuang bertahun-tahun hm !.''
Mendengar ucapan Cella , Tiara mengepalkan kedua tangan nya hingga kukunya menusuk kulitnya .
'' Haha lo kira gue kaya lo yang perjuangan nya nggak pernah di anggap ,gue lebih baik dari lo !!'' jawab Tiara dengan pede nya.
Cella menarik sudut bibirnya ke atas dia berjalan mendekati Tiara. '' Oh ya , terus selama ini apa yang udah lo dapat dari perjuangan lo ?! apa Zander udah nerima lo ?!.''
Tiara terdiam , melihat Tiara diam Cella menambah serangan nya. '' Andai lo tau sekarang Zander lagi ngejar-ngejar gue .''
Para mahasiswa yang ada di kelas tersebut terkejut mendengar ucapan Cella.
'' Bohong ,mana mungkin Zander ngelakuin hal itu jangan mimpi lo. '' ucap Tiara tak terima.
Cella tersenyum tipis . '' Mau gue buktiin.''
'' Zander !'' panggil Cella membuat Zander yang merasa si panggil menoleh dan melihat Cella melambai padanya karena penasaran akhirnya Zander menghampiri Cella.
'' Kenapa ?.'' tanya Zander dengan lembut begitu sampai di hadapan Cella.
Sikap Zander membuat semua orang melongo , bahkan Vania ikut melongo seperti orang bodoh.
Cella tersenyum menampilkan gigi rapinya yang berhasil membuat degup jantung Zander tak menentu.
'' Hehe nggak papa cuma manggil doang .'' ujar Cella memanas-manasi Tiara.
Zander tersenyum ,entah keberanian dari mana tiba-tiba Zander mengusak lembut rambut Cella hal itu membuat Cella terkejut.
'' Kalo gitu gue pergi yah bye .'' pamitnya dan pergi meninggalkan kelas Cella.
Tiara yang melihat hal itu , merasa panas dan pergi dengan tangan yang masih mengepal erat di susul kedua antek-anteknya.
Vania mencubit lengan nya sendiri '' Gue nggak mimpi kan ?.''
Cella tersadar , dia segera mengusap rambutnya yang tadi di sentuh Zander .
'' Aakkhh jijik anj*** , Zander sialan bisa-bisanya dia nyentuh rambut cetar gue .'' ucap Cella marah.
Vania tertawa melihat tingkah Cella . ''Pfftt lagian salah lo sendiri ngapain godain Zander haha .''
__ADS_1
'' Siapa yang godain dia ,gue cuma manas-manasin Tiara doang ." cetus Cella.
'' Iya deh terserah lo aja .'' pasrah Vania.
Setelah itu dosen pun masuk ,Cella dan Vania mengikuti kelasnya dengan santai .
...------------------...
Di sisi lain Rafka dkk sudah ada di cafe ,tempat mereka janjian dengan Cella.
'' Cella masih lama nggak yah ?! '' ucap Vero.
Reygan mengangkat bahunya acuh .''Mana gue tau, gue kan nggak sekelas sama dia.''
'' Diem deh ,lo bikin gue gak mood !'' sahut Vero jengkel.
Reygan tak menggubris , dia kemudian menatap Rafka. '' Raf kira-kira Cella bakal percaya nggak yah kalo kita bilang selama ini ada yang ngikutin dia !''
'' Nggak tau , kita coba dulu aja !'' jawab Rafka.
Mereka memang akan membahas masalah Cella namun bukan hanya itu , Cella juga harus tau kalau selama ini dia selalu di awasi oleh seseorang.
Mereka menunggu Cella dengan sabar , hingga bunyi telfon milik Rafka berbunyi.
Drrrrttr ! Drrrtt!
Rafka mengangkat telfon tersebut . "Halo. "
" Raf lo di tantang sama geng Sandero buat balapan ." ucap orang tersebut.
" Kapan !" tanya Rafka.
" Nanti malam , gimana lo mau nggak !" tanya orang tersebut.
" Nanti gue kabarin lagi , thanks infonya !" ucap Rafka.
Setelah mendapat jawaban ,Rafka mematikan telfon nya Reygan menatap Rafka penasaran.
" Apa katanya ?!" tanya Reygan.
" Kita di tantang balapan malam ini sama Sandero !" jawabnya.
" Sandero ?! bukanya geng itu milik Zander yah yang waktu itu berantem sama Cella di taman !" ujar Vero teringat kejadian beberapa hari yang lalu.
Rafka mengangguk ,Reygan menyenggol lengan Rafka " Lo terima nggak?."
" Gue belum kasih jawaban !" ujar Rafka.
" Gimana kalo kita ajak Cella sekalian , gue yakin dia pasti mau sekalian kasih pelajaran sama Daniel dan yang lain nya." usul Reygan.
" Tapi kita kan mau bahas masalah Cella ?! kenapa jadi bahas balapan. " ujar Vero.
" Ck sekali-kali kita juga harus balas mereka biar kapok ,mumpung ada balapan gimana kalo kita bikin Sandero kena karma !'' ujar Reygan .
Fero tersenyum .'' Boleh juga tuh ,biar mereka nggak kegedean bacot .''
__ADS_1
Rafka akhirnya setuju dengan usul kedua teman nya.
...see you next time........