GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 30


__ADS_3

...✨✨✨...


Gerimis pagi ini membuat seorang Gracella masih bermalas-malasan di ranjang bersama putranya.


Semalam Cella pulang terlalu larut , dia baru tidur sekitar tiga jam hal itu membuatnya malas ke kampus tapi putranya harus masuk sekolah.


Dengan berat hati Cella meninggalkan kasur , dia mencuci muka dan membangunkan Sky sebelum turun untuk sarapan.


'' Sayang bangun yuk , nanti kamu telat masuk sekolah.'' ucap Cella dengan lembut.


'' Euugghh .. mamih udah bangun .'' ucap Sky dengan suara parau.


Cella mengangguk , dia membantu Sky bangun dari kasur . '' Kamu mandi dulu yah apa mau mamih mandiin ?.''


Sky menggeleng .'' Aku udah besar mamih , malu di mandiin terus .''


Cella mencubit pipi Sky pelan . '' Kata siapa kamu udah gede ?! kamu masih bayi di mata mamih .''


'' Iihhh mamih jangan ngeledekin aku terus .'' protes Sky .


'' Haha iya iya , ya sudah kamu mandi gih biar mamih siapin baju kamu .'' ucap Cella.


Sky mengangguk , dia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi sedangkan Cella , dia menyiapkan segala keperluan Sky mulai dari tas ,buku ,alat tulis , sepatu ,baju semua Cella siapkan di ranjang .


Beberapa menit kemudian Sky sudah keluar dari kamar mandi , dia berjalan menuju tempat Cella berada .


'' Mamih nggak mandi ?!'' tanya Sky karena melihat Cella masih memakai kaos oblong dan celana longgar.


'' Nanti aja , sekarang kamu siap-siap yah keburu siang .'' ucap Cella dengan lembut.


Sky mengangguk , Cella membantu putranya bersiap-siap selang beberapa menit Sky telah siap untuk berangkat .


'' Kita turun yuk ,kamu sarapan dulu .'' ajak Cella yang di angguki Sky.


Mereka berdua turun ke lantai satu , begitu sampai di meja makan , Cella melihat berbagai jenis makanan sudah tersaji di atas meja.


'' Bi tumben hari ini masak banyak ?!.'' tanya Cella heran.


'' Iya non , kemarin kan non pulang larut pasti butuh nutrisi yang banyak !'' jawab bi Sumbi.


Cella tersentuh mendengar jawaban bi Sumbi , dia tak pernah menyangka akan mendapat perhatian seperti ini dari ART nya .


'' Makasih bi .'' Jawab Cella tulus.


Bi Sumbi tersenyum ,dia mengangguk dan kembali ke dapur untuk membereskan pekerjaan nya.


Selesai makan ,Cella mengajak Sky untuk berangkat . '' Yuk kita berangkat .''


'' Ayo mih !'' jawab Sky.


Cella menggandeng tangan Sky , senyum cerah terpatri di wajah Cella meski dia banyak mendapat masalah semenjak berada di tubuh ini , namun Cella selalu bersyukur dia bahagia karena memiliki Sky yang selalu membuatnya tersenyum.


Di dalam mobil , tiba-tiba Sky bertanya pada Cella . '' Mamih kenapa semalam pulang larut ?!.''


'' Eee.. mamih ada kerjaan sayang , maaf yah semalam nggak bisa nemenin Sky bobo!.'' ucap Cella sendu.


'' Nggak papa kok mih , yang penting mamih nggak kenapa-napa aku udah seneng .'' jawabnya dengan menampilkan gigi kecilnya.


Cella mengusak lembut rambut putranya , rasa hangat menyelimuti perasaan Cella . '' Mamih bangga punya anak seperti kamu sayang !.''


'' Aku juga bangga punya mamih , mami orang pertama yang sayang sama aku !.'' jawabnya dengan senyum di bibir mungilnya.


Degh !


Cella merasa sedih mendengar jawaban putranya , meski itu masa lalu baginya tapi tetap saja Cella merasa sedih.


'' Mamih akan selalu menyayangi kamu sampai kapan pun .'' jawab Cella dengan senyum lembutnya.


Sky mengangguk , tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di tempat Sky menuntut ilmu .


Mereka berdua turun dari mobil , banyak ibu-ibu yang menatap Cella heran , dalam pikiran mereka terlintas berbagai pertanyaan random mereka merasa aneh melihat penampilan Cella yang masih memakai sendal kelinci , celana kedodoran dan juga kaos kebesaran.


'' Apa liat-liat !!'' Tanya Cella ketus.


' Mereka pasti jadiin gue bahan ghibah !' batin Cella jengkel.

__ADS_1


Para ibu-ibu yang tadi bergerombol kini membubarkan diri sedangkan Cella ? dia mengantar sang putra menuju kelasnya.


'' Sayang inget nanti sebelum mamih jemput ,kamu nggak boleh keluar dari sekolah oke .'' ucap Cella memperingati Sky.


Sky mengangguk Cella kemudian mencium pipi Sky sebelum dia pergi menuju mobilnya.


Di dalam mobil , Cella di kejutkan dengan suara dari ponsel miliknya.


Drrrtt ! Drrrrtt !


Cella mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelfon dirinya .


...'Reygan'...


Itu lah nama yang tertera di layar ponselnya , dengan malas Cella mengangkat telfon tersebut.


'' Ngapain lo telfon gue!'' ucap Cella begitu telfon tersambung.


'' Ya elah galak amat lo gue telfon lo kalo nggak penting juga ogah kali." jawab Reygan .


Cella memutar bola matanya malas."Hm terus ada apa lo telfon gue pagi-pagi ."


" Lo ada waktu nggak nanti siang.?" tanya Reygan dari sambungan telfon.


" Gue ada kelas siang sih , emang kenapa ?." tanya Cella.


Terdengar helaan nafas berat dari Reygan ." Habis lo selesai kelas lo bisa ketemuan sama kita nggak ?!"


" Ck emang ada apa sih ? kenapa nggak ngomong di telfon aja ?!" Ujar Cella merasa jengkel entah kenapa pagi ini dia benar-benar dalam mood yang jelek.


" Nggak bisa !! Kita harus ketemu dulu ada yang mau gue kasih tau penting !!" Ujar Reygan kekeh.


" Ck ya udah lo Sherlock aja ,nanti gue kesana ." jawab Cella pada akhirnya dia memilih mengalah.


" Oke ." jawab Reygan dan telfon pun di matikan oleh Cella.


Setelah telfon di matikan ,Cella menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata .


Tak butuh waktu lama , Cella akhirnya sampai di kediaman nya begitu dia turun dari mobil , dia di kejutkan dengan kedatangan Gavin di depan rumahnya.


Dia berjalan menghampiri Gavin , begitu mereka berhadapan hal pertama yang Cella lihat adalah senyum manis dari Gavin .


" Dari mana lo tau rumah gue ?!." Tanya Cella bingung , dia merasa belum pernah memberi tau alamat rumahnya pada Gavin.


" Dari Juna !." Jawab Gavin polos.


Cella mengernyit ." Juna ?! Juna siapa ?."


" Arjuna ." jawab Gavin .


'' Oh temen nya di bangsat Daniel toh!" ujar Cella.


Giliran Gavin yang mengernyit , dia tidak kenal dengan nama yang barusan di sebutkan oleh Cella. " Daniel siapa ?!"


Cella menggeleng . " Bukan siapa-siapa ,Btw lo ada perlu apa sama gue ?!"


Gavin kebingungan , dia juga tidak tau apa alasan dia ada di rumah Cella .


Melihat Gavin yang terdiam ,Cella memicingkan kedua matanya ." Jangan bilang lo penguntit !"


Gavin menggeleng brutal .'' Bukan !! aku cuma mau ketemu kamu kok ,nggak ada maksud lain !.''


Cella tak percaya dengan ucapan Gavin yang memang terdengar aneh di telinganya. '' Lo suka sama gue ?!''


Mendengar pertanyaan Cella yang terlalu blak-blakan ,membuat pipi Gavin bersemu merah .


' Lah kenapa pipinya merah ?! perasaan hari ini nggak panas ?!' batin Cella kebingungan .


Begini sisi lain Gracella si pembunuh bayaran yang sangattttt tidak peka jika menyangkut perasaan.


'' Ehem . ''dehem Gavin berusaha menahan deguban jantungnya yang sangat tidak beraturan.


'' Lo sakit ?! pipi lo merah banget ?!'' ujar Cella menunjuk ke arah pipi Gavin.


Gavin menutupi kedua pipinya dengan tangan . '' Nggak ! ini karena panas hari ini panas banget .''

__ADS_1


Cella mengangkat satu alisnya . '' Lo ngigo yah ?! gerimis gini lo bilang panas ?! kayanya lo stres deh !!''


Gavin tertegun , dia melihat ke halaman rumah Cella benar saja saat ini tengah gerimis hal itu membuat Gavin malu .


'' Pulang sana kalo lo nggak ada perlu lagi sama gue .'' usir Cella.


'' Aku masih mau disini !'' jawab Gavin .


Cella bergidik . '' Jangan pake aku kamu geli tau dengernya . ''


Cella menghela nafas sebentar sebelum kembali berbicara . '' Gini yah tadi lo bilang kesini cuma mau ketemu gue kan !'' ucap Cella di angguki Gavin.


'' Nah berhubung kita udah ketemu , lo harus balik gue juga mau kuliah !'' ujar Cella.


'' Tapi aku ada hal penting yang mau di bicarain sama kamu !'' kekeh Gavin .


Cella menghela nafas kesal .'' Ck ya udah buruan .''


'' Tapi kamu jangan marah !'' ujar Gavin .


Cella seperti melihat seekor anjing kecil di hadapan nya . '' Iya buruan kalo mau ngomong gue sibuk !''


'' Aku mau tanggung jawab !'' ucap Gavin lantang.


Cella melongo mendengar ucapan Gavin barusan .'' Tanggung jawab apaan ?! ''


'' Dulu tepatnya enam tahun yang lalu aku sama kamu pernah melakukan hubungan satu malam , saat itu kamu langsung pergi tanpa memberi tau aku .''ujar Gavin menatap tepat pada kedua mata Cella.


Mendengar ucapan Gavin , tiba-tiba kepala Cella sakit dia menjambak rambutnya dengan kasar , berbagai memori yang belum pernah Cella lihat kini berhamburan masuk memenuhi kepalanya.


'' AAARRGGHHH SAKIT!!'' teriak Cella.


Cella kamu kotor.


Huuu dasar ******.


Menjijikan.


Kamu bukan anak saya lagi.


Lo bukan adik gue.


Murahan.


Berbagai ucapan menyakitkan berkeliaran memenuhi kepala Cella rasa marah dan benci menumpuk menjadi satu di dalam diri Cella.


Gavin yang melihat Cella kesakitan berusaha menenangkan nya ,namun sayang hal itu justru membuat amarah Cella membludak marah.


'' Cel kamu nggak papa ?.'' ucap Gavin menyentuh lengan Cella yang langsung di tepisnya.


Plakk !


'' Jangan sentuh gue bangsat !!'' Ucap Cella menatap benci pada Gavin.


'' Cel aku-''


'' Apa !! Belum puas lo bikin hidup gue hancur hah ?! Dan sekarang lo bilang mau tanggung jawab !!''


'' Terus dimana saat gue butuh lo dulu !!'' ucap Cella dengan marah.


'' Dengerin penjelasan aku dari dulu aku selalu cariin kamu , tapi informasi kamu sangat sulit di dapat !'' ucap Gavin berusaha tenang.


Cella tersenyum remeh . '' Bukan nya lo orang kaya ?! harusnya lo udah nemuin gue beberapa tahun yang lalu secara koneksi lo pasti banyak !''


'' Tapi semua nggak semudah yang kamu bayangin Cel ,Aku nggak pernah sekali pun nggak nyari kamu bertahun-tahun aku berusaha buat nemuin kamu tapi baru kali ini aku bisa nemuin kamu , Aku minta maaf!'' ucap Gavin penuh sesal.


'' Maaf !! lo kira maaf bisa bikin semuanya berubah ?! asal lo tau gue nggak pernah berharap lo ada di hadapan gue lagi !'' ucap Cella lantang.


'' T-tapi Cel-'' Belum sempat Gavin meneruskan bicaranya , Cella sudah menyela ucapan Gavin.


'' Pergi !! PERGI DARI RUMAH GUE !!! JANGAN PERNAH LO GANGGU HIDUP GUE LAGI !!'' Teriak Cella dengan amarah yang tidak terbendung lagi.


Setelah mengucapkan itu , Cella masuk ke dalam rumahnya dan membanting pintu tanpa melihat raut wajah Gavin yang meneteskan air mata .


Gavin menyesal , dia sangat menyesal dengan perbuatan nya yang membuat Gracella menderita ,Penolakan Cella kali ini menjadi bukti bahwa dia perlu bekerja keras untuk mendapatkan maaf dari Cella.

__ADS_1


...see you next time.......


__ADS_2