
...✨✨✨✨...
Satu bulan telah berlalu namun Cella belum juga sadar , Sky semakin murung dia bahkan jarang makan semenjak mamih nya koma.
'' Sky kamu makan dulu yah .'' ujar Gavin.
Sky menggeleng pelan ,dia sama sekali tidak nafsu makan.
Saat ini di rumah sakit ada Gavin , Rafka dan juga Sky , sedangkan Aldrick dan yang lain sudah berjaga semalam mereka secara bergantian menjaga Cella dan juga Sky.
'' Mamih kapan sadar om ?! kenapa mamih tidur terus !'' ucap Sky menatap sendu mamih nya .
Gavin mendekat dia mengelus rambut Sky , entah mengapa dia merasa ada ikatan batin antara dirinya dan juga Sky .
'' Mamih kamu lagi istirahat , dia kecapean nanti pasti mamih kamu bangun ,kamu yang sabar yah !'' ujarnya menenangkan .
'' Aku takut mamih kaya dulu om , waktu itu mamih juga di rumah sakit lama .'' ujarnya lirih.
Rafka mendekat , dia mensejajarkan tingginya agar sama dengan Sky ,Rafka tersenyum simpul . '' Mamih kamu lagi berjuang biar bisa ketemu sama kamu lagi , maka nya kamu makan yah biar nanti pas mamih bangun kamu punya tenaga .''
'' Aku mau makan sama mamih om ,mamih juga belum makan udah lama.'' ujarnya polos.
Rafka dan Gavin menghela nafas pelan ,ternyata membujuk anak kecil lebih susah dari yang mereka bayangkan.
Hingga tiba-tiba tubuh Cella kejang-kejang , hal itu membuat mereka panik.
'' Cel ..Cella .'' Gavin mengguncang tubuh Cella.
'' Raf panggil dokter cepet .'' ujar Gavin.
'' Mamih .... mamih kenapa om .'' ujar Sky.
Gavin menggeleng tak bisa menjawab ,hingga para dokter tiba dan segera menyuruh mereka menunggu di luar.
'' Maaf kalian harus menunggu di luar .'' ujar suster.
Gavin dan yang lain mau tak mau harus menunggu di luar, di dalam ruangan Cella menjadi sangat rusuh denyut jantung Cella menjadi lemah.
'' Siapkan defibrillator .'' ujar sang dokter.
Mereka mulai menyiapkan semuanya defibrillator mulai di gunakan ,keringat membanjiri tubuh mereka dua kali percobaan belum juga membuahkan hasil .
'' Dok keadaan pasien semakin buruk .'' ujar suster tersebut.
Dokter tersebut melihat denyut jantung Cella semakin melemah.
'' Tambah ketegangan nya , kita harus berusaha sebaik mungkin semoga kali ini berhasil .'' ujar sang dokter penuh harap.
Akhirnya usaha mereka berbuah manis ,denyut jantung Cella kembali normal dokter dan para perawat bernafas lega.
'' Saya akan memberitau mereka ,kalian cek lagi kondisi pasien.'' ujar sang dokter.
Setelah mengatakan hal tersebut ,dia keluar dari ruangan Cella untuk menemui Gavin dan juga Rafka.
Cklek.!
Pintu terbuka ,Gavin serta Rafka langsung menanyakan keadaan Cella.
'' Gimana keadaan nya dok ?! apa dia baik-baik aja ?'' ujar Gavin.
__ADS_1
'' Alhamdulillah tuhan masih menyayangi nona , dia berhasil melewati masa kritisnya. '' ujar dokter tersebut.
Gavin tersenyum bahagia begitu juga dengan Rafka serta Sky. '' Apa kami boleh menjenguknya dok.?!''
'' Boleh , tapi nanti setelah nona selesai di periksa. '' ujar dokter tersebut.
'' Terima kasih banyak dok .'' ujar Rafka .
'' Sama-sama , kalo gitu saya permisi dulu.'' pamitnya.
Mereka mengangguk , dokter itu pun pergi meninggalkan mereka .
'' Raf boleh saya nanya sesuatu ?!'' ujar Gavin berbicara formal.
Rafka mengernyit. '' Lo kenapa jadi ngomong formal sama gue bang ?!''
Gavin menggaruk tengkuknya yang tak gatal. '' Nggak papa ,saya lebih enak berbicara seperti ini sama kamu .''
'' Jangan pake bahasa formal bang ,gue nggak suka lagian umur kita nggak beda jauh .'' ujar Rafka .
Gavin mengangguk. '' Baiklah.''
'' Lo mau nanya apa bang ?.'' ucap Rafka lagi.
Gavin menghela nafas berat. '' Bisa kamu ceritain semua tentang Gracella .''
Rafka mengernyit bingung. '' Bukan nya lo udah tau semua bang ? bahkan hampir semua orang tau perjalanan Gracella ,mulai dari dia di buang keluarganya di anggap pembunuh bahkan dia di anggap aib buat orang yang deket sama dia .''
'' Penderitaan nya udah terlalu banyak tapi dia masih bisa tersenyum depan semua orang ,semua membenci dia Makanya Cella nggak punya teman sama sekali kecuali Vania dulu dia gadis pendiam dan sangat susah di dekati. ''
Gavin mengangguk, Kini mereka sudah berada di ruangan Cella ,Sky tertidur di samping Gracella karena sejak tadi dia terus menangis memanggil mamih nya.
'' Gue kasian sama mereka bang , umur belum cukup tapi harus nanggung beban berat sendirian dia nggak punya siapa-siapa buat sandaran , nggak punya tempat berlindung kecuali dirinya sendiri .''
'' Kamu benar , dia sudah terlalu banyak menderita.'' ujar Gavin.
Mendengar cerita Rafka ,Gavin tak bisa tinggal diam dia harus membantu Cella membalas kan dendamnya.
'' Raf saya titip mereka , saya ada urusan sebentar.'' ujar Gavin.
Rafka mengangguk ,Gavin keluar dari ruangan Cella dia akan menelfon seseorang .
...--------------------------...
Di sisi lain Kenzo sedang bermain dengan Liana di ruangan bawah tanah.
BYUUURRR.!
'' Haah...haaah....Haaah. ''
Kenzo menyiram Liana dengan air es hingga membuat Liana terkejut.
'' LEPASIN GUE BRENGSEK !! '' teriak Liana marah.
'' Lepasin ?! bahkan gue belum mulai permainan sama lo kenapa gue harus lepasin lo?!'' ujar Kenzo.
Liana menatap benci Kenzo. '' Lo kenapa selalu belain dia hah ?! bahkan lo berkhianat sama Andrean !''
Kenzo tertawa . '' Haha karena kalian bodoh kalian mau manfaatin gue untuk membunuh dia kan, kalian pikir gue nggak tau akal busuk kalian kalian pura-pura nganggap gue teman tapi nyatanya kalian hanya mau gue jadi kambing hitam untuk ulah kalian.''
__ADS_1
'' Bahkan Sejak awal gue bukan bagian dari kalian ,Jadi gue nggak pernah berkhianat pada siapa pun termasuk Andrean dan gue bukan pesuruh kalian , gue cuma mau liat gimana cara kalian ngancurin hidup orang lain dan ternyata penilaian gue salah kalian sungguh bodoh , dan gadis gue lebih unggul membalas kan dendamnya hahaha !!''
Kenzo berjalan menuju tempat senjata kesayangan nya berada , Liana yang mendengar hal itu menjadi murka.
'' Terserah lo tapi gimana yah kalo dia tau apa nggak masalah lo memperlakukan gue kaya gini ,kalo dia sampai tau sifat asli lo gue yakin dia nggak akan sudi sama lo.!'' ujar Liana memprovokasi.
Kenzo terdiam ,dia mengambil belati miliknya dan membawanya pada Liana, Kenzo kemudian berjongkok di depan Liana.
SREETT.!
Kenzo menarik rambut Liana dengan kasar. '' Bahkan sebelum lo kasih tau ,kayanya dia udah tau duluan deh gadisku itu pintar dia bisa menilai orang-orang di sekitarnya ,dia tidak sebodoh lo yang menjajakan tubuhnya demi kepopuleran.''
'' Satu lagi ,gue akan buat lo memohon untuk mati dari pada hidup.tapi---''
Kenzo menggantung ucapan nya ,dia mengelus paha Liana pelan hingga membuat Liana mendesah.
'' Aahh~ Kenzo....''desah Liana manja. Kenzo menatap jijik Liana.
'' Dasar lontay .'' bisiknya sebelum menggores paha Liana.
JLEEEBB!!
'' Aaakhhhh .''
SREETT ! SRAAAT.!
Paha Liana terkoyak ,dagingnya menyembul akibat belati Kenzo yang di tarik secara paksa, darah mengalir dari pahanya.
'' Hiks... hikss. hiks.. .''
Tangisan Liana bagaikan musik untuknya , Kenzo mengambil satu ember air yang sudah tercampur dengan garam serta lemon dia menyiramkan air tersebut pada luka Liana.
Byuurrr!!!
'' AAARRGHHHH S-SAKIT ..HIKS..HIKS..''
Kenzo tersenyum bangga dengan hasil karyanya .'' Lo nggak akan pernah mati sebelum Cella sendiri yang ngebunuh lo ! Jika bukan karena lo sekarang dia pasti masih baik-baik aja tapi lo yang mulai duluan jadi lo harus bertanggung jawab dengan semua penderitaan yang dia alami , sampai saat itu tiba lo akan jadi mainan gue haha!''
'' Brengsek..lepasin gue Ken , gue mohon gue bakal lakuin apa pun buat lo bahkan gue bisa melayani lo Ken !'' ujar Liana dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Kenzo memainkan belatinya di dagu , seolah sedang berfikir beberapa saat kemudian Kenzo tersenyum simpul dia kembali mendekati Liana.
'' Lo mau gue lepasin hm !'' ucap Kenzo dengan suara beratnya.
Liana mengangguk antusias Kenzo tersenyum smirk, tanpa di duga Kenzo merobek lengan baju Liana , sedangkan Liana sudah merasa girang dia berfikir jika Kenzo berubah pikiran .
Sayang sekali ekspektasinya terlalu tinggi , Kenzo merobek lengan baju Liana untuk membuat karya disana.
JLEEB !
SRATT.! SRAAT.! BAATSS!
'' Aaarrghhh ,aakhhh K-Ken u-udah g-gue m-m-mohon. '' ujar Liana tak kuasa menahan rasa sakit di tubuhnya.
'' Mimpi lo terlalu tinggi , lo kira dengan lo nyodorin tubuh busuk lo gue bakalan lepasin lo hm dasar MURAHAN.!''
Setelah mengucapkan itu ,Kenzo pergi meninggalkan Liana yang terluka sangat parah bahkan darahnya sudah tercecer dimana-mana.
Kenzo tersenyum seperti anak kecil ,jiwa childish nya keluar bayangan dia akan mendapat pujian dari Cella membuatnya bersemangat untuk menuju rumah sakit menunggu Cella kembali sadar. pengorbanan yang Cella lakukan telah membuat seorang psikopat menjadi tergila-gila padanya.
__ADS_1
'' Dia pasti akan suka karena aku udah ngelakuin hal baik hehe. '' ujarnya di tengah jalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri sebelum menuju rumah sakit.
...See you next time.......