
...☠️☠️☠️...
Sword Rose gengster penguasa para preman , Aldrick yang awalnya mendirikan gengster tersebut untuk mendisiplinkan mereka di bawah kekuasaan nya ,ternyata malah berdampak sebaliknya.
Mereka sengaja masuk menjadi anggota Sword Rose untuk memperkuat posisi mereka , Aldrick awalnya tidak terlalu perduli karena dia sudah sibuk memikirkan kerjaan yang tiada henti setiap hari, karena itu dia mempercayakan semuanya pada keponakan nya dia menaruh kepercayaan penuh padanya yang ternyata membuat dirinya rugi.
'' Kumpulkan semua anggota Sword Rose di aula , bawa juga VAREN kesini dia harus menjelaskan pada saya apa yang terjadi !'' perintah Aldrick tak terbantahkan.
'' Baik tuan !''
Para bawahan Aldrick bergegas keluar ruangan sang atasan , mereka menghubungi satu sama lain untuk mengumpulkan anggotanya.
BRAAAKK !!
Aldrick menggebrak meja , dia baru melihat laporan yang selama ini tidak pernah sampai ke tangan nya laporan yang berisi dana pengeluaran untuk kebutuhan gengster nya .
'' Sial ,Varen benar-benar keterlaluan.'' ucapnya penuh penekanan.
Di sisi lain para anggota Sword Rose tengah berkumpul di markas kecil mereka , markas ini merupakan tempat mereka menjadi bajingan sejati.
Varen yang menjadi pentolan di sana menjadi sangat menyepelekan orang lain ,dia tidak segan-segan memukul orang yang lebih tua darinya dia di butakan oleh kekuasaan yang bersifat sementara ,Varen menganggap Sword Rose adalah miliknya dia lupa siapa pendiri dan pemimpin Sword Rose sebenarnya .
'' Bos malam ini kita cari mangsa lagi ?!'' ucap salah satu bawahan Varen.
'' Tentu kita harus menaklukan mereka,termasuk Great Glory kita harus menghancurkan organisasi itu agar gengster kita ada di posisi paling atas !'' ucapnya .
Di saat mereka tengah berbincang ,tiba-tiba dobrakan pintu membuat mereka semua memalingkan wajahnya ke arah pintu.
BRAAKK .
TAP . TAP . TAP .
Orang suruhan Aldrick masuk tanpa permisi dan langsung menodongkan senjata.
'' Apa maksud kalian ?! Siapa yang menyuruh kalian ?.'' tanya Varen marah.
Tanpa menjawab ,mereka meringkus Varen dan menyuruh anggotanya untuk pergi . '' Kalian semua di suruh kumpul di aula utama , jika ada yang menolak kalian akan mati di sini!''
Varen memberontak . '' Brengsek !! siapa yang menyuruh kalian hah ?! kalian tidak tau siapa gue ?!''
'' Maaf kami hanya menjalankan perintah atasan kami !'' jawabnya.
'' SIAPA ATASAN LO BANGSAT !! BERANI NYA LO PERMAINKAN GUE !!''teriak Varen marah.
'' Nanti anda akan tau lebih baik kita pergi sekarang !'' ucapnya dan menyeret paksa Varen keluar dari markas tersebut.
Aldrick sudah menunggu mereka di kursi kebesarannya di dalam aula, aura dingin mencekam dalam ruangan tersebut membuat bawahan Aldrick merinding.
Tak butuh waktu lama , akhirnya orang yang dia tunggu muncul juga Aldrick tertawa pelan, dia teringat dengan kebodohan nya selama ini karena memberikan tanggung jawab yang besar untuk Varen dengan harapan keponakan nya bisa membuat gengster Sword Rose maju dan meringkus pada preman .
Bawahan Aldrick mendudukan Varen di kursi ,mereka melepaskan ikatan di tangan Varen setelah ikatan tersebut lepas Varen tertegun melihat abangnya ada di sana , ya Varen memang memanggil Aldrick dengan sebutan abang.
'' Bang jadi lo yang nyuruh mereka bawa gue ?!'' ujar Varen .
Aldrick mengangguk ,dia berjalan menuju Varen berada . '' Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.''
Varen bingung ,dia belum sadar akan situasi kali ini . '' Bang gue nggak ngerti lo ngomong apa , gue nggak paham kenapa anggota gue di bawa kesini !''
'' Bawa berkas yang tadi !'' perintah Aldrick pada asisten nya.
__ADS_1
'' Ini tuan !''
Aldrick mengambil dan melempar berkas tersebut ke wajah Varen.
BRUUK !
'' Jelaskan !.''
Varen mengambil dan membaca isi kertas tersebut , dia membulatkan kedua bola matanya . '' Bang ini nggak benar bang , mereka pasti salah bikin laporan !''
'' Salah kamu bilang ?! kamu tau abang selama ini selalu memberikan apa yang kamu minta abang percaya kamu bisa menjadi pemimpin untuk Sword Rose.!''
'' Tapi apa ?! kerja kamu hanya mencari musuh dimana-mana dan bikin kekacauan tanpa henti bahkan kamu menghancurkan kepercayaan Great Glory pada kita .'' Aldrick benar-benar kecewa pada Varen.
'' Tapi mereka nggak pantas buat di percaya bang ,Mereka pembunuh ! ''elak Varen.
BRAAAK !!
Aldrick menggebrak meja Varen . ''Setidaknya mereka membunuh orang yang memang pantas di bunuh , mereka tidak asal membunuh seperti kalian !''
'' Dan VAREN !! selama ini kamu apakan dana yang abang berikan ?! pengeluaran kamu setiap minggu melebihi 1 M tapi yang abang lihat semua masih sama , dan sekarang kamu mencoreng nama Sword Rose menjadi buruk , Bahkan kamu menjadi pecandu barang haram !''
Varen yang saat ini terpojok berusaha membela diri . '' Gue kaya gitu juga karena lo bang ,lo yang salah bukan gue !''
'' Lo yang nyuruh gue buat mimpin anggota lo , gue muak bang jadi babu lo.''
Aldrick mengepalkan kedua tangan nya menahan amarah . '' Baiklah semua memang salah abang , maka dari itu mulai sekarang kamu resmi keluar dari Sword Rose .''
Varen terkejut. '' B-Bang lo serius ! lo nggak mungkin keluarin gue kan!''
Aldrick tak menggubris . '' SERET DIA KELUAR !! DAN CAMBUK DIA 200 KALI ''
'' Baik tuan !''
'' BANG LO JAHAT !! LO IBLIS !! GUE AKAN BALAS LO !''
'' AARRGHH LEPASIN GUE BANGSAT!''
Setelah kepergian Varen , kini tinggal Aldrick dan para anggota Sword Rose yang ada di sana
'' Mulai saat ini saya yang akan mengambil alih posisi Varen,jika kalian ada yang tidak suka silakan keluar dari Sword Rose. '' ucap Aldrick dingin.
Seluruh anggota Sword Rose tak ada yang bersuara , meski mereka menolak dan memberontak hal itu hanya akan membuat mereka menderita.
'' Baiklah jika kalian semua sudah setuju ! mulai hari ini akan di adakan pendisiplinan jika kalian mengeluh maka hukuman akan kalian dapatkan !'' ucap Aldrick.
Semua anggota hanya mengangguk pasrah , kali ini mereka tak bisa berkutik .
'' SEKARANG BUBAR !! ''ucap Aldrick lantang.
Setelah mereka semua pergi ,Aldrick memijit pelipisnya yang terasa pening.
'' Apa ada jadwal lain hari ini!'' tanya Aldrick pada asisten nya.
'' Nanti sore anda akan meeting dengan Smith company tuan !'' jawabnya.
'' Baik lah , sekarang kita kembali dulu ke kantor pasti nanti bibi akan menghubungiku karena anaknya terluka!'' ujarnya.
Mereka kembali menuju kantor , masalah demi masalah terus menghampiri Aldrick hingga membuatnya benar-benar penat.
__ADS_1
...------------------------...
Di sisi lain Gracella tengah kebut-kebutan di jalan untuk membuntuti Liana.
Satu minggu telah berlalu setelah kejadian di arena balap , dan kini dia harus mengumpulkan semuanya agar di saat yang tepat dia bisa langsung membongkar secara bersamaan.
CKIIITT !
Cella mengerem mendadak ketika sebuah mobil hampir menabraknya.
'Sialan!' batin Cella , dia turun dari motor tanpa melepas helm nya.
DUK ! DUK ! DUK !
'' TURUN LO.'' Teriak Cella memukul kaca mobil tersebut.
Orang yang ada di dalam mobil pun keluar , Cella menatap nyalang di balik helm yang dia kenakan.
'' Lo nggak bisa bawa mobil HAH ! bisa-bisanya lo mau nabrak gue !'' ucap Cella marah.
Orang tersebut membuka kacamatanya , Cella tertegun melihat wajah rupawan di depan nya .
' Astaga ganteng banget , sabilah gue jadiin sugar daddy.' batin Cella senang .
Pria tersebut tak lain adalah Aldrick yang akan kembali ke kantornya , melihat gadis di depan nya terdiam Aldrick berdehem untuk menyadarkan nya.
'' Ehem , saya minta maaf atas keteledoran supir saya nona apa anda terluka ?! apa saya perlu mengantar anda kerumah sakit ?!'' tanya Aldrick beruntun.
Cella menggelengkan kepalanya , dia membuka helm yang membuat wajah Aldrick tertegun melihat wajah cantik di depan nya.
'' Bukan masalah gue luka apa nggak om ,tapi gara-gara om saya kehilangan mangsa saya !'' ucap Cella jengkel.
Aldrick tak mengerti maksud ucapan Cella. '' Mangsa ?! mangsa apa yang kamu maksud dan jangan panggil saya om ,saya bukan om kamu!''
'' Ck ini nih contoh orang nggak sadar umur .'' gerutu Cella.
'' Kamu bilang apa ?!'' tanya Aldrick kesal.
Cella menggeleng . '' Nggak , om bisa minggirin mobilnya gue mau lewat !''
Aldrick mengangguk , sebelum itu dia memberikan kartu namanya.
'' Kalo kamu ada yang luka hubungi saja nomor ini , sekali lagi saya minta maaf !'' ucap Aldrick.
Cella mengambil kartu nama tersebut dan membacanya , dia membulatkan kedua matanya.
' Lah dia pemilik Al company anjay ketiban durian runtuh deh gue!.' batin Cella girang.
'' Ehem , oke kalo om maksa nanti saya minta ganti rugi !'' ujar Cella tanpa tau malu.
Hal itu membuat bibir Aldrick berkedut ingin tertawa . '' Baiklah saya tunggu kabar anda nona !''
Cella mengangguk . '' Udah sono pergi om ,gue lagi buru-buru !''
Cella kembali memakai helm nya dan menaiki kuda besinya , Aldrick juga kembali ke dalam mobil dan menyingkir dari hadapan Cella.
Aldrick melihat Cella membawa motor seperti orang kesetanan , hal itu membuat Aldrick sedikit penasaran dengan gadis yang baru ia temui.
...see you next time......
__ADS_1