
...✨✨✨...
Smith Company , saat ini baru saja menyelesaikan rapat Gavin sebagai ceo disana baru keluar dari ruang rapat bersama asisten nya.
'' Tuan apa anda sudah mempertimbangkan pengajuan kerjasama dari perusahaan pak Winoto ?'' tanya Yanuar .
'' Belum ,saya lupa tolong kamu bawa proposalnya ke ruangan saya .'' perintah Gavin.
Yanuar mengangguk dia meninggalkan Gavin untuk mengambil proposal yang di minta oleh Gavin.
Tok. Tok .Tok.
Tak berselang lama pintu ruangan Gavin di ketuk oleh Yanuar.
'' Masuk. '' ujar Gavin dari dalam ruang kerjanya.
Yanuar masuk dia menyerah kan berkas yang di minta Gavin. '' Ini berkas yang tadi anda minta.''
Gavin mengangguk , dia membuka lembar demi lembar . '' Apa dia orang yang saya kenal ? saya merasa tidak asing dengan nama Baskara Winoto ?''
'' Dia ayah kandung nona Gracella .'' Yanuar menghela nafas sebentar. '' Dia orang yang mengusir nona saat sedang mengandung.''
Gavin mengernyit. '' Jadi dia di usir saat hamil?! Apa kamu tau dia hamil dengan siapa?.''
'' Saya dengar nona hamil setelah di perkosa di dalam club ,setelah nya saya tidak menemukan kabar apa pun kecuali penyiksaan keluarganya .''
Penjelasan Yanuar membuat Gavin risau , dia menjadi yakin jika itu anaknya . '' Kamu tau dimana anaknya sekolah .''
'' Dia sekolah tidak jauh dari kampus nona Gracella ,apa anda ingin kesana?''
Gavin termenung .' Apa perlu saya melakukan tes DNA ?.'
'Tapi jika Cella tau dia pasti akan semakin benci dengan saya.'batin Gavin
'' Tuan !'' panggilan Yanuar membuyarkan lamunan Gavin.
'' Hm ,siap kan mobil kita akan ke sekolah anak itu nanti. '' ujarnya yang di angguki Yanuar.
Dia sudah bertekad untuk membuktikan apa benar jika Sky adalah putranya.
Sesaat setelah Yanuar keluar tiba-tiba pintu di ketuk kembali Gavin kira itu Yanuar jadi dia menyuruhnya masuk.
'' Masuk !''
Pintu terbuka namun bukan Yanuar yang datang melain kan sahabat lamanya.
'' Lo masih aja sama seperti dulu !'' ujar orang tersebut.
Gavin mengernyit. '' Ngapain lo kesini ?!''
Orang tersebut tertawa pelan. '' Salah kalo gue mau ketemu sahabat lama hm ?.''
Gavin menatap sinis ,dia bangkit dari kursinya mereka saling tatap tak lama mereka berdua tertawa bersama.
'' Haha gue kira lo nggak bakalan balik Al .'' ujar Gavin memeluk Aldrick singkat.
Dia Aldrick sahabat Gavin semenjak SMP jika mereka sudah bertemu maka sifat mereka berdua akan berubah hangat.
'' Ck gue cape Vin ,bosen banget tiap hari ngurusin kertas !'' Aldrick duduk di sofa di susul Gavin.
__ADS_1
'' Gimana kabar tante sama om ?!''
'' Mereka sehat , btw lo kapan baliknya ? bukan nya kantor pusat lo nggak disini ?!'' ujar Gavin beruntun.
Aldrick mengangguk. '' Gue kesini baru seminggu yang lalu sekalian meninjau yang ada disini .''
Gavin mengangguk dia kembali bertanya .'' Oiya gimana sama masalah gengster yang lo urus ?.''
'' Huuuffz gak tau , gue susah banget buat ketemu Great Glory gue juga penasaran apa benar anggota mereka yang cewe meninggal !'' ujarnya lirih.
Gavin menepuk pundak Aldrick. '' Gue denger-denger sih gitu ,bahkan pernah masuk berita lo yakin mau tetap ketemu mereka ?!''
Aldrick mengangguk. '' Gue harus meluruskan masalah yang Varen buat , gue nggak mau nama Sword Rose rusak .''
'' Lo pasti bisa , oiya kapan lo mau ke rumah ? bunda sama ayah pasti seneng ketemu lo .'' ujar Gavin.
'' Besok-besok deh ,kalo gue udah senggang gue kabarin lo .'' jawabnya.
Gavin mengangguk , Tiba-tiba Aldrick bercerita. '' Vin gue kayanya lagi tertarik sama cewe deh !''
Gavin mengernyit. '' Serius ?! bukan nya lo anti wanita yah ?.''
Aldrick menatap Gavin jengkel. '' Nggak sadar diri lo ,coba ngaca deh lo sama gue 11 12 tau !''
'' Ck gue beda kali ,gue udah suka sama seseorang sejak 6 tahun yang lalu ,makanya gue males pacaran sama yang lain. '' jawab Gavin dengan bangganya.
'' Iya deh yang nggak bisa move on ." Ujar Aldrick meledek .
" Sialan lo , ngomong-ngomong gadis yang lo suka kaya gimana ?.'' Gavin benar-benar penasaran ,karena sejak dulu Aldrick belum pernah tertarik sama seorang perempuan bahkan Gavin pernah mengira jika Aldrick penyuka sesama jenis.
'' Dia lucu ,unik ,cerewet ,galak tapi manis dan dia manggil gue om !'' jawabnya sambil tersenyum -senyum sendiri.
'' Diem deh !! kalo lo ketemu dia lo pasti bakalan suka juga !! '' Ujar Aldrick sinis.
Gavin menggeleng tegas . '' Gue udah punya orang yang gue suka ,nggak bakal gue suka sama gebetan lo !''
'' Awas kalo sampai lo suka , gue bakal unfriend sama lo .'' ancam Aldrick ,Gavin hanya mengangguk singkat.
...---------------------...
Di sisi lain Cella masih dalam perjalanan pulang , tapi di tengah jalan dia di cegat beberapa orang .
Cella mengerem motornya secara tiba-tiba , dia menatap orang-orang yang sepertinya merupakan preman penguasa daerah tersebut.
'' Serahin barang-barang lo , kalo nggak kepala lo taruhan nya .'' ancam orang tersebut menodongkan celurit.
Cella tak bergeming ,dia sedang mengamati situasi , sikap Cella yang terdiam membuat orang tersebut marah.
'' Berani nya lo nggak jawab,lo mau mati .'' ujarnya marah-marah.
Cella melepas helm nya ,dia turun dari motor. '' Kerja yang halal dong om ! jangan suka malakin orang dosa tau !''
'' Lo benar-benar nggak ada takutnya sama kita hah !!''
Cella mengangguk santai. '' Nggak, emang om takut sama gue ?!''
'' SIALAN !! HABISI DIA !'' Teriaknya setelah mendapat jawab Cella.
SRIINGG. CTAAASSS
__ADS_1
BUGGHH. BRAAAKK
SREETTT BRAAAK.
DUAAKKK. BUUAAGH.
JLEEB !
'' Bedebah sialan !'' Cella mendapat luka tusukan di bagian lengan saat menangkis tadi .
'' HAHAHA Mending lo nyerah deh , sebelum kita habisi lo !'' ujarnya dengan senyum mesum.
'' Tubuh lo oke juga ,gimana kalo kita main-main dulu hahaha .'' tawa mereka membuat Cella jijik.
'' Ck menjijikan.'' tatapan sinis terlihat jelas di wajah Cella .
'' Brengsek ! bunuh gadis itu.'' setelah nya Cella di keroyok , untung saja dia sudah biasa menghadapi situasi seperti saat ini.
BUGHH .
BUUAAKK.
BRAAAKK.
BLEESSS .
SRINGGG .
JLEBB.
JLEEB.
'' HOSH HOSH BANGSAT !''
Cella berlari dan menusukan belati pada mata ketua mereka.
JLEEEBB.
'' AAKKKHHHHH."
Cella dengan lihai memainkan belati kesayangan nya , darah berceceran dimana-mana namun rasa lelah mulai menghampiri.dirinya .
Darah yang merembes di lengan nya ,membuat pergerakan nya terbatas.
'' Gue harus cepet selesain ini, gue harus cepet pulang Sky pasti udah nungguin gue hosh ...hosh ..hosh. '' Keadaan Cella kurang baik , namun dia memaksakan tubuhnya .
SREEETT ... JLEEEBBB...JLEEBB.
BRUUKK.
Dua puluh menit berlalu ,akhirnya Cella berhasil membunuh mereka semua , dia terduduk di jalan yang kini berceceran darah.
'' Huh....huh.. cape banget gila.!'' Cella menggelengkan kepalanya yang mulai terasa pening.
Dia bangkit dan mulai menaiki motornya kembali , dia tidak perduli dengan mayat-mayat tersebut yang masih berserakan di tengah jalan.
Untungnya jalan itu jarang di lalui orang ,kemungkinan penemuan mayat tersebut sangat sedikit dan Cella sudah membersihkan semua bukti yang dia buat tadi.
Cella mengendarai motornya seperti orang kesetanan , pandangan nya mulai kabur , Cella menambah kecepatan motornya dia harus sampai ke rumah dan mengobati lukanya , dia enggan ke rumah sakit karena jika dia kesana ujung-ujungnya dia bakalan di interogasi dan Cella malas berurusan dengan polisi.
__ADS_1
...See you next time........