Half Of My Heart

Half Of My Heart
sangat menarik


__ADS_3

MEIRA POV


Aku yang membuka mataku dengan pelan karena aku merasa tanganku di genggam


seseorang, kali ini kepala ku sangat pusing sekali, dan perlahan lahan aku melihat orang itu, dan ternyata rion.


"rionn?" tanyaku padahal aku masih marah dengan nya.


"meira kau sudah bangun, syukurlah" sambungnya tersenyum, aku hanya diam saja.


"meira, i'm sorry" kata rion, aku hanya diam saja.


"meira?" panggil rion kepadaku.


"ya"


"maafkan aku"


"sudah lah lupakan saja, kau temuin saja pacarmu, aku mau istirahat dulu" ujar ku berbalik badan pura pura tidur. meira tidak mau rion dan jasmine mengakhiri hubungan mereka, supaya rion terus bahagia.


"baiklah"jawabnya.


AUTHOR POV.


kali ini rion mengalah dan pergi, dia sangat menyesal.

__ADS_1


setelah itu rion pun langsung ke kamar nya untuk beristirahat. rion merebahkan dirinya di kasur. entah lah hari ini sangat melelahkan, rion melihat langit langit kamar nya itu.


"apa aku terlalu sibuk, hingga aku jarang bertemu dengan meira" ujarnya berbicara sendiri.


****


gilang yang sedang duduk di balkon dengan meminum segelas kopi.


"si cewek rese itu kasian sekali ya" ujar gilang merasa iba kepada meira.


"kak rion sampai lupa dengan sahabat nya karena pacar" sambunya menyeruput kopi.


"entah lah, semoga meira tidak di sakiti lagi dengan kak rion" kata gilang berharap.


"mengapa aku merasa nyaman di dekat meira " lanjut gilang memikirkan.


*****


"hikss... hiksss, kenapa jadi gini, hikss" kata meira menangis di dalam selimut.


"aku ga mau kehilangan rion, hikss.. hiks.." sambung meira masih menangis. tanpa meira sadari gilang masuk.


gilang pun menarik selimut yang menutupi tubuh meira, dan berkata:


"kenapa kau menangisi kakak ku, sudah lah dia tak akan jadi kekasihmu" kata gilang menatap tajam ke arah meira. meira pun cemberut.

__ADS_1


"apa maksudmu? jangan menggangguku lagi pria menyebalkan" tanya meira menatap sinis ke arah gilang.


"kalau menurutku kak gilang itu lebih memilih jasmine" jawab gilang menatap tajam ke arah meira.


"sudah lah jangan di bahas lagi" meira menundukan kepala nya dam meneteskan air mata.


"heyy heyy, untuk apa kau menangisi nya, cewek rese ini benar benar lemah" ujar gilang besifat dingin.


"dengarkan aku pria menyebalkan... orang menangis bukan karna lemah tetapi karena mereka terlalu lama bersikap kuat." kata meira menangisss.


"sudah lah jangan menangis, tidak usah menangisi kak rion" ujar gilang mengusap ngusap puncak kepala meira , meira yang melihat wajah gilang, dan gilang pun menajuhkan tangannya.


setelah itu meira pun menghapus air matanya.


"tidak usah pegang pegang, aku tauu kau sedang mencari kesempeatan kan" tanya meira .


"apa sih, jangan percaya diri dulu, aku ke sini hanya melihat ke adaan mu" sambung gilang melangkah keluarkamar itu.


"pria menyebalkan itu!!"


Setelah itu meira tidak mau merepotkan aunty nazwa di sana, lebih baik dia pulang ke rumahnya.


"aunty, meira pamit dulu ya"


"kok sebentar aja meira" jawab nazwa tersenyum melihat meira.

__ADS_1


"hehehe meira mau pulang, ada urusan aunty di butik" ujar meira mencium punggung tangan nazwa. "hati hati ya sayang" kata nazwa mengusap puncak kepala meira.


"iya aunty nazwa" meira pun pulang, dan beristirahat di rumah mulai dari tadi kepalanya pusing.


__ADS_2