
"dasar mengapa kau membuat cabe di makanan!!" bentak gilang masih kepedasan, sendagkan meira diam saja.
"ma..maaf tuan"
"yasudah kalau begitu kau harus memakan makanan ini sampai habis!" perintah gilang.
"a..anuuu tapi pa" kata sara , whatt dia yang akan memakan nya ini namanya senjata makan tuan.
"tidak usah tapi tapian, ini memang kesalahanmu cepat habis kan!" ketus gilang.
sara pun mengangguk, dia pasrah dan memakan makanan itu diapun kepedasan, sedangkan meira dia menahan Tawanya, sara yang sudah menghabiskan makanan dia berlari keluar ruangan untuk minum.
drtttttttt....drttttttt bunyi handpone gilang, gilang pun mengangkat telponya. (episode ini yang nazia kelahi sama sifa ya di novel beautiful woman in disguise)
gilang:
ada apa kak?
rion:
hey kau, cepat kemari kau masih di london bukan, ajak juga meira ke sini, nazia sakit.
gilang:
apa!!! baiklah aku akan ke sana sekarang!"
rion:
hati hati.
tut..panggilan berakhir.
"ada apa?" tanya meira bingung.
"nazia sakit ayo ikut aku ke indonesia"
"apa!! ayo baiklah!" kata meira dia benar benar panik dengan nazia karena dia setia kawan.
__ADS_1
gilang pun bergegas untuk pergi dengan meira. selama perjalanan ke indonesia wajah gilang begitu panik bagaimana pun dia sangat sayang kepada adik nya walaupun adiknya cerewet.
"hey tenang saja dia akan baik baik saja kok" kata meira menenangkan gilang yang panik itu.
"bagaimana aku bisa tenang meira, dia itu adik perempuan ku satu satunya" sambung memijit pelipis nya.
"hey tenanglah semua akan baik baik saja" lanjut meira menggenggam tangan gilang tanpa di sadari nya. sedangkn gilang merasa lebih tenang dekat dengan meira.
setelah perjalanan yang begitu lama glang pun telah sampai di indonesia begitu pula meira. gilang yang berlari ke arah ruangan nazia di rawat.
"mommy, daddy, bagaiamana keadaan nya?" tanya gilang sangat panik.
"dia baik baik saja, cuman koma satu minggu" jelas nazwa dengan wajah yang sendu.
"oh my" kata gilang diapun langsung memasuki ruangan nazia, gilang melihat nazia adiknya itu yang lemah dan menutup mata tidak lupa pula perban di kepalanya.
"siapa yang berani beraninya mengeroyok adiku?" tanya gilang kesal.
"sifa" jawab abraham tiba tiba masuk.
"kau siapa?" tanya gilang menatap penampilan abraham.
"awas saja!! lihat saja aku akan menghancurkan nya!" kata gilang mengepal tangannya. diapun segera menelfon brian asistennya.
gilang:
brian cepat cari informasi sifa dan hancurkan hidupnya.
brian:
baik tuan.
gilang:
secepatnya.
tut.. panggilan berakhir.
__ADS_1
"awas saja sekali lagi menyentuh adiku, akan ku hancur kan!" kesal gilang diapun menenangkan dirinya.
"eh iya di mana bocah itu?" tanya gilang kepada dirinya sendiri dia pun mencari meira, ternyata meira makan eskrim.
"bocah sekali" kata gilang menggeleng dan berjalan menuju meira yang sedang asik itu.
"meira"
"hey tumben kau memanggil namaku"
"ceh!"
"kau itu bocah, makan eskrim saja sampai belepotan" jar gilang duduk di sebelah meira dan gilang mengeluarkan sapu tangan lalu menyapu ke pipi meira yang belepotan terkena es krim.
"thanks"
"eh gilang?" tanya aldo , aldo adalah teman akrab sma gilang.
"ya?"
"apa kau tidak ingat aku, aku ini aldo" tegur aldo.
"oh aldo, siapa di sebelahmu?" tanya gilang melihat perempuan bergandengan dengan perempuan. meira hanya asik main es krim
"dia calon istriku, jangan lupa datang gilang ke acara pernikahan ku, oh ya kau sudah punya pacar belum, pasti jomblo nih?" goda aldo.
"sialan" gumam gilang dalam hati.
"itu dia pacarku" gilang menarik tangan meira.
"oh ya, kau pacar gilang, baiklah, selamat bersenang senang" kata aldo pergi dengan calon istrinya, sedangkan meira molotot.
"apa maksudmu?"
"ya soalnya aku di ledekin jomblo"
"******"
__ADS_1
"hey kau bocah jomblo juga bukan"