
Mereka berempat pun bersiap siap untuk jalan jalan mengelilingi kota london.
sedangkan meira satu mobil dengan gilang.
"kak rion ini mau ke mana, huh, apa kau tau bocah?" ujar gilang fokus menyetir.
"i don't know" ucap meira tersenyum.
Setelah itu Gilang, meira, rion, jasmine telah sampai di wahana taman bermain.
"whaaaaaa...." jar meira turun dari mobil, dia terkagum melihat wahana roller coaster beserta mainan lainnya...
Tidak dengan gilang, gilang melongo karena akan naik bersama mereka... gilang tidak mau.
"kenapa kak rion mengajak ke sini, aku tidak mau naik" kata gilang frustasi.
"tidak apa apa"
"ayo mei" ajak rion, meira pun berjalan, gilang yang masih frustasi.
Gilang pun menelfon asistennya brian untuk menggantikan nya naik wahana itu.
setelah brian sampai brian pun langsung menuju ke arah gilang. lagian ngapain si boss nya itu ke taman bermain.
"ada apa tuan?"
"kau temani meira naik wahana itu" tunjuk gilang kepada wahana. brian pun melongo.. whattt?? naik wahana?
__ADS_1
"hey cepatlah boy" teriak rion menegur gilang.
gilang pun frustasi dia masuk dengan asisten nya itu.
"pria menyebalkan ayo naik " ajak meira kepada gilang yang sedang frustasi begitu juga brian.
"heyy bocah, aku tidak mau naik wahana itu" ujar gilang tidak mau.
"boy kasian meira tidak ada teman" kata rion beralasan.
"ini ada brian asisten ku" jawab gilang. brian yang frustasi, kalau dia tau dia tidak akan menemui boss nya.
"aku maunya sama gilang, kalau perlu asisten brian ikut juga" rengekk meira seperti anak kecil.
"tidak aku tidak mau" ketus gilang.
Sialan!!! maki gilang sangat frustasi kalau dia tau akan ke taman ini dia tidak akan datang!
"baiklah, dengan brian" jawab gilang, brian hanya pasrah.
"yeyyyy!!" teriak meira dan lainnya, mereka pun mengantri untuk naik roller coaster.
Kedua pemuda itu mulai mengikuti meira yang tampak bersemangat untuk menaiki wahana roller coaster, tidak butuh waktu lama untuk mengantri dan pada saat mereka maniki wahana itu, meira berteriak girang saat roller coaster mulai melaju mengikuti rel yang ada. wahana itu terkadang berputar dan berbelok dan melaju dengan kencang.
meira sangat senang, karena sudah lama dia menginginkan naik wahana itu, sedangkan gilang dan brian frustasi.
saat sudah selesai wajah meira tampak senang, mereka benar-benar menikmati waktu itu.
__ADS_1
tapi tidak dengan dua pemuda yang tampak lemas, mereka duduk di sebuah kursi yang ada dan terduduk lesu, sedangkan rion dan jasmine mereka berjalan jalan hanya berdua dan meninggalkan meira.
"gilang"
"sudah cukup meira!!"
"gilang, aku ingin naik itu lagi, bersama mu dan asistem brian" mohon meira menunjuk di sebuah komedi putar.
"tidak" tolak gilang.
"gilang jahat!! nanti aku bilang ke aunty nazwa" ancam meira membuat gilang pasrah.
"baiklah" lagi lagi gilang dan asistem brian naik wahana.
yang pasti meira senang dapat menikmati harinya.
tapi tidak dengan kedua pemuda itu? frustasi!
Setelah menaiki wahana wahana, meira tampak senang, dia ingin sekali memakan eskriem. "eskriem" gumam meira, dan disadari oleh gilang.
"brian belikan banya eskriem cepat"
"baik tuan"
Setelah brian membeli banyak eskriem , dia pun langsung memberi apa yang di minta boss nya.
"buatmu" kata gilanh menatap tajam meira, meira pun senang dan mengambilnya.
__ADS_1
"wahhh, eskriem, makasih"