
Meira hanya mematung , whatt apa gilang sungguh mencintainya?? mengapa hatinya sangat senang.
"meira apa kau mau menjadi pacarku?" tanya gilang tersenyum.
"kau mengasih kejutan ke becca tadi!" jar meira mengalihkan pandangan.
gilang pun memijit pelipis nya dan kembali berkata..
"meira,,,, aku buat itu untuk mu, bukan untuk becca!" jelas gilang, "dan becca datang tiba tiba!" sambung gilang, membuat meira melotot jadi itu untuknya. berati dia salah paham...?
meira pun langsung memeluk tubuh gilang, dia sangat terharu dan menangis.
"i love you too" jawab meira menangis, sedangkan gilang tersenyum dia sangat puas dengan ucapan meira. "meira aku katakan.. apakah kau mau menjadi pacarku?" ujar gilang memegang kedua bahu meira. "ya.. aku mau" kata meira tersenyum. gilang pun menggendong meira untuk membawa nya ke kantornya sedangkan meira, dia hanya pasrah. mereka pun tiba di kantor dengan basah kuyup, tampak para pegawai melihat aneh kepada bos nya.
Gilang pun membawa meira ke ruangan nya sambil menggendong meira.
ceklek... pintu terbuka, membuat orang yang di dalam terkejut.
__ADS_1
"hey gilang kemana saja aku menunggu mu!!" kata becca emosi dan dia melihat meira yang begitu romantis dengan gilang.
"becca! kau jangan lagi menggangguku, karena aku hanya milik meira " jelas gilang, membuat becca kesal, becca pun langsung keluar dan menghempas pintu. dan para pegawai melihat becca berbisik.
"awas saja meira!" kata becca kesal.
Sedangkan meira di suruh gilang untuk mengganti baju yang basah kuyup nya di ruang pribadi nya.
kemudian, mereka tampak menikmati kue yang di berikan gilang untuk meira.
"hey apa kau merindukan aku?" tanya gilang tersenyum dan mendekat ke tasya di gendongan gilang.
"papa" panggil tasya membuat gilang terkejut, jadi tasya memanggilnya papa?
"mama" jar tasya pula, "wah kau sudah pintar berbicara sayang" puji meira tersenyum...
"gilang aku ingin memasak sebentar, kau jaga tasya ya?" tanya meira.. "iya sayang" jawab gilang membuat meira lari ke dapur karena malu.
__ADS_1
sedangkan gilang menggeleng sambil tersenyum.
Meira pun memasakan makanan untuk gilang dan tasya, meira pun langsung menyusun makanan di meja makan. gilang yang menyusul meira untuk makan tidak lupa pula tasya ada di gendongan gilang, mereka pun makan dengan tenang.
"sayang..di mana bunda,ayah, dan adikmu?" tanya gilang, "mereka di rumah neneku menginap seminggu" jawab meira, dan gilang pun mengangguk.
"lalu di mana pembantu mu sayng?" tanya gilang lagi, "bibi pulang kampung karenA ibunya sakit" kata meira, gilang pun mengangguk kembali.
setelah mereka makan, gilang pun menggendong tasya dan menidurkan nya di kasur, gilang pun langsung ke dapur dia melihat meira yang ingin mencuci piring.
"meira sayang.. biar aku saja mencuci piring" tawar gilang, "biar aku saja gilang?" jawab meira ragu, "aku bisa , kau pasti capek" kata gilang, "baiklah hati hati" jar meira, ke kamar melihat ke adaan tasya.
Prakkkk... prang..... bunyi suara dari dapur.
meira yang mendengar suara itu, langsung ke dapur, dia melihat piring yang pecah berserakan di lantai.
"gilangg!! sudah ku bilang aku saja yang mencuci piring, kenapa kau jadi keras kepala!! lihatlah karena kau cuci piring piring nya jadi pecah semua" omel meira.
__ADS_1