Half Of My Heart

Half Of My Heart
bayi perempuan kecil


__ADS_3

"stop!" ujar meira, dan brian pun menghentikan mobilnya.


meira pun langsung menghampiri anak kecil mungil sepertinya umur bayi kecil itu baru satu tahun. sedangkan gilang dia turun dari mobil dan berjalan ke arah meira yang sedang menggendong anak kecil, anak kecil itu terus menangis.


"ya ampun, tega sekali ibu mu membuang kamu sayang" ujar meira merasa iba.


"hey meira, lihatlah di sana ada kertas" jar gilang, dia pun melangkah untuk mengambil kertas itu, dan ternyata isinya adalah tulisan ibu bayi itu.


'tolong jaga bayi kecil ku, besarkan dia, aku tidak bisa membawa bayi kecil ku ke rumah keluarga ku karena pasti aku di marahi'


"apa apaan ini, bikin nya se enaknya, tapi tidak mau memikirnya nya!" jar gilang emosi, sesangkan meira kesal apakah ibu bayi itu sudah gila! huh.


"gilang aku ingin membawa anak ini ke rumah ku" ajak meira dia pun masuk mobil dan di ikuti oleh gilang. selama dalam perjalanan meira hanya tersenyum melihat bayi perempuan itu lucu sekali!

__ADS_1


'meira memang baik lihatlah hatinya yang nurani, walaupun dia begitu bocah' gumam gilang tersenyum.


"gilang kira kira kita namain apa ya bayi ini" tanya meira tersenyum.


"bagaimana kalau tasya nur rizky?" tanya gilang, dan meira tampak berpikir bagus juga ide gilang baiklah.


"Oke, selamat datang tasya "


"baiklah, brian ayo ke supermaket" perintah gilang dan brian pun mengangguk.


setelah sampai di supermaket, meira dan gilang masuk rumah sakit sedangkan tasya bayi kecil itu dia di titipkan ke brian tapi brian tidak keberatan dia malah suka dengan bayi lucu itu.


meira yang mendorong troli , dia mencari popok bayi dan susu bayi dan perlengkapan bayi lain nya. sedangkan gilang hanya mengikuti meira dari belakang dia tidak tau apa apa.

__ADS_1


meira menghentikan langkahnya karena melihat susu kotak bayi yang bertumpuk dan bermerek bagus.


"gilang aku pilih ini saja" jar meira mengambil dua kotak susu bayi, tampak gilang tidak setuju.


"hey! lebih baik yang ini lebih bagus"sambung gilang menolak dan dia memilih susu kotak yang lain.


"ini saja gilang, aku lebih tau tentang ini" lanjut meira ketus kenapa pria itu yang bertingkah.


"tidak!"


"aku lebih milih ini gilang, kenapa kau bertingkah dan keras kepala!"


"baiklah terserah kau" sambung gilang, gilang tidak mau ambil pusing lebih baik mengalah saja, daripada malu berkelahi di tempat umum, dan meira pun telah kekasir, sedangkan gilang hanya mengikuti meira seperti suami yang tidam tau apa apa.

__ADS_1


__ADS_2