Half Of My Heart

Half Of My Heart
demam


__ADS_3

Setelah masuk di rumah meira, nazwa pun bersalaman dengan nadin teman lamanya, tidak dengan gilang dia mengigil karena baju basahnya.


"meira! kau menguyurnya?" tanya nadin melotot kepada meira itu sangat tidak sopan, sedangkan gilang hanya tersenyum sinis kepada meira.


"i'm sorry bunda, gilang nya yang duluan" lanjut meira memijit pelipisnya.


"biarkan saja putraku yang duluan memulai" sambung nazwa membuat gilang terkejut kenapa mommynya membela meira!


"baiklah kau yang menyimbur, berati kau yang membawanya ke kamar mandi, kebetulan di sana ada baju ayah" ujar nadin dengan lembut membuat meira mengangguk.


"ayo!" ajak meira, dan gilang pun mengigil sambil memeluk badannya sendiri.


setelah sampai di kamar meira, gilang memutuskan untuk berganti baju karena bajunya sudah basah kuyup.

__ADS_1


setelah gilang berganti baju gilang pun langsung ke tempat tidur meira dan membaringkn tubuhnya karena gilang sangat pusing.


"hey kau kenapa tidur di kasurku" tanya meira kesal. gilang pun tidak menjawab dia sudah tertidur dengan pulas. meira yang melihat gilang mengigil dia langsung mengangkat tangan nya dan menempelkan di kening gilang! apa gilang demam!! suhu tubuh gilang panas sekali.


"Oh my kau demam!"


"i'm sorry karena ku kau demam" jar meira karena dia mengguyur gilang tadi.


"kau ini lemah sekali!!" sambungnya dia pun mengambil sebuah baskom berisi air panas dan memeras kain lalu menempelkan nya di kening gilang, gilang hanya tertidur pulas.


"aunty gilang demam!" kata meira membuat nazwa terkejut, kenapa putranya!


"baiklah aunty ke kamar kamu ya" jar nazwa mengecek keberadaan gilang, dan meira pun mengangguk.

__ADS_1


setelah sampai di kamar meira nazwa yang mengahmpiri putranya yang sedang tertidur pulas dengan kain menempel di kening gilang.


nazwa pun sudah mengecek keberadaan golang putranya.


"meira, sepertinya gilang tertidur pulas, kau jaga ya gilang, karena aunty lagi sibuk" jar nazwa ini adalah ide nazwa untuk mendekati putranya dengan meira.


"din aku pamit dulu ya suruh meira jaga gilang"


"oke wa, hati hati" kata nadin tersenyum dan nazwa pun mengangguk, sedangkan meira hanya melongo? apa! dia akan mejaga pria menyebalkan itu sampai sembuh, huh, baiklah karena ini salahnya telah mengguyur gilang.


meira yang masuk ke kamar nya dia melihat gjlang yang tertidur pulas. meira hanya menghela nafas dengan berat.


meira duduk di sofa, dia hanya melihat gilang.

__ADS_1


'wajahnya juga tampan, tapi sayangnya dia manja! tapi dia menggemaskan' gumam meira pelan. diapun berjalan ke arah tempat tidur meira mengecek suhu tubuh gilang.


meira berjalan ke arah pintu luar, dia ingin memasakan bubur untuk gilang makan. dia yang lihay dalam memasak membuat dia tebiasa.


__ADS_2