Half Of My Heart

Half Of My Heart
pembalasan gilang


__ADS_3

Tampak gadis yang sudah bersiap siap untuk menuju ke butik, dia ingin berangkat pagi-pagi agar tidak bertemu dengan gilang.


Meira pun telah sampai di butik nya... sedangkan gilang baru bangun tidur, gilang langsung mandi dan bersiap siap untuk pergi ke kantor. lepas itu gilang pun langsung menuju ke dapur untuk sarapan.


"di mana bocah itu" tanya gilang memakan sarapan pagi.


"ahh sudah lah mungkin dia sudah berangkat, lebih baik aku memikirkan rencana pembalasanku" kata gilang tersenyum puas nanti dia akan membalas perbuatan meira. dia juga bisa!!


Setelah sarapan, gilang pun langsung menuju ke kantornya.


Sedangkan meira dia sangat sibuk karena banyak pendatang ke butik nya.


"permisi nona" panggil seroang pegawai, "masuk"


"ada tamu yang mau bertemu dengan nona"ujar pegawai itu.


"siapa?"


"nona becca"


"ada perlu apa dia kesini"


meira yang mendengar nama becca langsung meletakan pensilnya ada sedikit keterkejutan ketika nama itu di sebut.


"bukannya nona becca yang membatalkan hasil rancangan saya kan" ucap meira balik.


"iya nona, sepertinya dia ada perlu dengan nona"


"yaudah suruh masuk" kata meira.

__ADS_1


becca datang dengan seangkuhnya dia duduk di sofa dan meletakan kakinya di atas meja.


Melihat becca, pegawai ingin menegurnya, tapi di tahan meira dengan lirikan mata.


"ada yang bisa saya bantu?" tanya meira menahan emosinya.


"aku mau design kamu yang kemaren , masih ada kan?" tanya becca.


"saya sudah merancangnya dan sudah menjahitnya , tapi gaun itu sudah di beli orang lain" jelas meira panjang lebar.


"apa! bagaimana mungkin kamu menyerahkan design itu kepada orang lain"teriak becca.


"bukannya nona becca yang telah membatalkan kesepakatan kita?dan kalau tidak salah nona becca yang bilang rancangan saya kampungan" sambung meira menahan emosinya.


"huh menyebalkan kampungan!!" teriak becca berjalan pergi. meira hanya bisa sabar.


Meira yang sangat lelah dia pun pulang ke rumah untuk beristirahat.


tapi siapa sangka mereka tidak berbicara sama sekali.


malam pun tiba, meira yang sudah membaringkan tubuhnya di kasur dan terlelap.


sedangkan gilang dia menyuruh asistennya brian untuk membeli sesuatu.untuk apasih bos nya malam malam begini di suruh beli begituan.


"ini tuan" ujar brian membawa kotak yang dia tau isinya. gilang pun tersenyum puas.


"kau pulanglah" jar gilang, dan brian pun mengangguk pergi. gilang yang menunggu jam 12 malam. padahal dia sangat ngantuk sekali... tapi dia ingin membalas perbuatan meira ke gilang.


setelah jam 12 malam, gilang pun langsung menuju ke kamar meira, tidak lupa pula gilang membawa kotak besar dan ada isinya.

__ADS_1


tampak kamar meira tidak terkunci itu membuat gilang muda masuk. setelah gilang masuk ke kamar meira.


gilang mengeluarkan isi di dalam kotak itu di kasur meira dan gilang kabur.gilang pikir padahal ini sedikit berbahaya tapi yasudah lah.


"cittttt... citttttttt..." suara tikus anggaplah suara tikus soalnya author gak tau suara tikus kek apa๐Ÿคฃ๐Ÿ˜.


tampak tikus putih yang banyak itu telah berkeliaran di kasur meira. meira yang merasakan ada benda di kakinya. dia bangun dan membuka matanya. dan ternyata ada banyak tikus putih di kasurnya dan ingin mendekatinya.


"kyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!" teriak meira dia ingin turun dari kasur tapi tikus itu telah berada di paha putih miliknya.


"kyaaaaaaaa!! gilanggggg tolonggggg!! " teriak meira merasa geli karena tikus putih, sedangkan gilang dia mengintip meira dari pintu kamar meira. gilang tertawa.


"hiks...hiks... tolonggg" jar meira menangis dia benar benar tidak bisa turun dari kasur karena terhalang oleh tikus putih yang banyak itu. (meira aja geli apalagi author ).


gilang pun masuk ke kamar itu dia pun menggendong meira yang telah menangis itu dan membawanya keluar.


--------------------


-ke esokan harinya-


"ekhemmm" dehem brian kepada boss nya karena gilang tidur di mobil.


"tuan" panggil brian ,membuat gilang terbangun dari tidurnya.


"hoaaaaa, ke kantor sekarang " ujar gilang menguap. bria pun mangangguk.


Semua ini gara gara tikus yang dia lepaskan di kamar meira, para tikus berjalan ke luar karena pada saat gilang membawa meira keluar kamar dia lupa menutup pintunya.


Alhasil, para tikus mulai berjalan ke luar kamar, sedangkan meira semakin histeris dan ketakutan. meira bahkan tidak mau turun dari dari gendongan gilang. Gilang senang tapi dia harus menggendong meira sampai pagi, bahkan meira tertidur di dalam gendongan seperti bayi. Sedangkan gilang? terjaga sampai pagi, itu sebuah penyiksaan yang luar biasa, tapi gilang puas telah membalas meira.

__ADS_1


Hai guys, kali ini mau ngasih pengumuman lagi nih, baca ya novel "beautiful woman in disguise" ini di perankan oleh NAZIA AHMAD adiknya gilang dan rion, jangan lupa baca ya๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜.


__ADS_2