
nazwa:
hallo, mel, malam ini ke rumah aku ya makan malam , biasa ngumpul, bawa anak anak mu ya. ajak nadin yak.
amel:
oke Wa, gue sama nadin ke rumah kamu, lama juga gak ya ketemu.
nazwa:
makasih beb
tut..tut..tut.. panggilan berakhir..
"mom, kenapa mom ngepel, kan ada bibi?" tanya rion datang ke arah nazwa yang sedang mengepel.
"sini mom bisikin" jar nazwa, rion pun mendekat kan kepalanya ke arah nazwa.
"aunty amel, dan aunty nadin datang ke sini bersama anak anaknya" bisik nazwa sambil tersenyum, rion pun terbelalak kaget, berati dia akan bertemu meira dan jasmine.
"siapp mom, itu pasti aku OKE" jawab rion senang dan memeluk mommynya.
"sedang apa kalian" tanya gilang dengan sifat dinginya.
"itu aunty amel dan aunty nadin akan datang" jawab nazwa tersenyum
"Oohh baiklah tapi aku tidak bisa ikut makan malam karena ada hal penting yang harus aku kerjakan" ujar gilang.
"tidak apa apa gilang" sambung nazwa tersenyum.
"apa yang kalian biacarakan?" tanya hajir tiba tiba datang.
"nanti aunty amel dan aunty nadin bakal datang" jawab rion tersenyum.
"baiklah" ujar hajir, berjalan menuju ke arah istrinya.
MALAM HARINYA...
"Oh hayy dinn, apa kabar" jar nazwa memeluk nadin.
"Iya Wa, makin cantik kamu" puji nadin tersenyum, "bisa aja" jawab nazwa.
Nazwa pun melihat ke arah meira dan gibran sambil tersenyum dan kembali berkata:
"ehh meira, gibran kalian makin cantik dan ganteng, meira butik nya makin sukses ya" sambung nazwa tersenyum.
__ADS_1
"iya tante" ujar meira dan gibran tersenyum dengan ramah.
"weyy my friend, gua datang" kata amel heboh.
"ya ampun mell, mel, uda punya anak masih ikut gaya remaja" jar nadin tersemyum, nazwa pun tersenyum balik.
"hehehee" kata amel ikut tersenyum.
"ehh jasmine makin cantik, bagas" sapa nazwa kepada jasmine dan bagas, jasmine hanya tersenyum dan bagas.
"ayo masuk" ajak nazwa, amel , nadin pun mengajak anak anak nya.
Setelah masuk ke rumah nazwa, rion pun datang menyapa meira dan jasmine
"hay jasmine, hay meira" kata riom tersenyum.
"hayy rion " sapa balik meira tersenyum. "hallo" kata jasmine . mereka pun makan malam dengan bahagia nya, sedangkan hajir dia sedang ada urusan kantor.
"jadi kau anak aunty nadin ya?" tanya nazia senang karena ada meira.
"iya mei, ternyata kau anak aunty nazwa" senyum manis terukir di bibir meira.
"gilang dimana Wa?" tanya amel kepada nazwa.
"palingan lagi sibuk kali" jawab nazwa karena gilang yang sedang menyelesaikan pekerjaan kantornya dan mengetik laptop di kamar.
"jasmine ikut aku sebentar" ajak rion menarik tangan jasmine, jasmine pun menurut.
"eh ikut dong" kata meira ingin ikut.
"maaf mei, ini hanya aku sama jasmine, maaf banget bentar ya" sambung rion lanjut menarik tangan jasmine.
meira pun tersenyum palsu, dan berkata:
"kenapa??" tanya meira sedih.
"ada apa rion?" tanya jasmine senyum manis.
rion pun menundukan badannya dan mengambil setangkai bunga mawar lalu rion berkata:
"jasmine, apa kau mau menjadi kekasihku" rion tersenyum manis. jasmine pun terkejut tidak di sangka pria yang di sukainya kini ingin menjadi kekasihnya.
"iya aku mau" jawab jasmine tersenyum.
Sedangkan meira dia menangis karena dia sedang melihat diam diam apa yang di lakukan rion dan jasmine, ternyata rion ingin menjadi pacar jasmine.
__ADS_1
"hikss... hiksss... hikss, ke.. napa haaa ini sangat menyakitkan, rion tega, hiks..hikss" tangisan meira yang penuh kesedihan.
"rion jadi ini alasan mu dekat dengan jasmine dan menajuhi ku" sambung meira menangis.
tiba tiba ada seorang pria yang memanggil meira dari belakang.
"siapa kau?, kenapa kau menangis?" tanya gilang melihat wanita itu dari belakang.
meira pun menghapus air matanya, tapi dia rasa suara itu pernah di dengar nya siapa ya??
meira pun membalikan badan... dan meira melotot apa dia bertemu lagi dengan pria menyebalkan itu"kamuu??" ujar meira. gilang pun terkejut dan kembali berkata "kauu!!!" gilang menatap tajam meira.
"kenapa kau ada di sini" kata gilang menatap tajam meira.
"aku ke sini sama bunda aku, buat makan malam, kepo banget" jawab meira menantang.
"apa kauu?? anak aunty nadin?" tanya balik gilang penasaran kenapa cewek itu di sana tentu tidak ada yang mengundangnya kan berati dia anak nadin atau amel.
"emm ya" jawab meira dengan santainya.
meira pun menatap gilang kesal karena dia masih teringat kesombongan gilang.
gilang menatapa manik mata meira dan wakah meira
'cewek ini cantik juga ya' gumam gilang dalam hati.
"apa kau bekerja di sini, ooohh jadi kau bekerja disini ya?" tanya meira dia kira gilang bekerja di rumah aunty nazwa, padahal dialah anak aunty nazwa.
"ehhh ti..." ucap gilng terhenti.
"bye pria menyebalkan" pamit meira kepada gilang.
gilang pun menatap tajam ke arah meira.
"dasar cewek resek, mana ada aku bekerja di sini huhhh" kesal gilang, dia pun melihat ada rion dan jasmine yang lagi berpelukan.
"oh my" kesal gilang dia belum bisa melupakan jasmine sepenuhnya, "apa mereka pacaran?" tanya gilang kepada dirinya sendiri.
"emmm...., ohhh yaa cewek tadi ituuu ternyata sahabatnya kak rion, tapi kok dia nangis liat rion dan jasmine , apa dia suka dengan kak rion?" tanya gilang pada dirinya sendiri.
tak di sadari gilang, dia sudah ketahuan dari rion dan jasmine.
"boy, sedang apa kau di sini?" tanya rion kepada gilang.
gilang yang menatap tajam ke arah jasmine jujur gilang ada rasa kesal dan ada rasa cemburu..
__ADS_1
"tidak apa apa kak, gak sengaja lewat aja, oh ya selamat ya kalian udah pacaran" jar gilang berjalan meninggalkan rion dan jasmine.