Half Of My Heart

Half Of My Heart
makan malam


__ADS_3

Gilang pun akhirnya menuju ke rumah meira dengan gembira di hatinya, apakah gilang mulai cinta dengan meira??


Kemudian gilang yang sudah sampai di depan rumah meira, gilang pun segera memarkirkan mobil.


Gilang mengetuk pintu rumah meira, dan meira pun keluar, meira terkejut mengapa gilang ada di sini bukan kah dia sibuk di kantor.


"ada apa?"


"ini untukmu" ujar gilang memeberi bunga mawar yang banyak itu. meira tampak berbinar wow!! apakah bunga itu untuknya.


"Ouhh! thankyyou , tumben kau baik" kata meira mengambil bunga di tangan gilang, sedangkan gilang tersenyum karena meira menerima bunganya.


"aku memang baik!" jar gilang.


"kau itu memiliki sifat arogan tau!" sambung meira, membuat gilang menatap tajam ke arah nya.


"malam ini kau harus makan malam dengan ku" kata gilang, membuat meira melotot.


"kau mengajakku , hmm baiklah" lanjut meira sepertinya ini tidak buruk.

__ADS_1


"di mana tasya?" tanya gilang, dan meira pun menjawab.


"tasya lagi tidur" jawab meira.


"Oh baiklah, salam untuk bundamu, aku pamit dulu sampai jumpa jangan lupa makan malam nya!" ujar gilang tersenyum gilang hari ini senang sekali bahwa meira menerima bunga mawar nya. sedangkan meira merah merona meira pun masuk ke rumah dengan membawa bunga di tangannya.


"Yeahh anakku, apa kau sedang di lamar oleh lelaki" goda ibunya meira, nadin.


"tidak bunda" ujar meira senyam senyum tidak jelas.


"Oh my, putriku sudah mulai bucin ya!" kata nadin menarik ujung hidung putrinya.


"ih apasih bun, ya udah bun aku mau ke kamar dulu, mau siap siap makan malam, dan tolong jaga tasya bunda" jar meira tersenyum, dan nadin pun mengangguk, meira yang ke kamar untuk bersiap siap.


meira tersenyum melihat penampilan nya yang sudah oke..? meira pun akhirnya menunggu gilang untuk menjemputnya.


Sampai lah mobil gilang yang terparkir di depan rumah meira, gilang kagum melihat meira yang begitu cantik dengna gaun panjang yang berwarna biru muda dan lengan pendek..


meira pun juga terkagum selama ini gilang tampan sekali, dia baru menyadarinya. mereka pun sadar.

__ADS_1


"kau cantik" bisik gilang memeluk pinggang meira, dan meira pun hanya pasrah.


Kemudian mereka telah sampai di restoran yang tentu mewah.


gilang yang berjalan sambil memeluk pinggang meira entag kenapa gilang senang dan tidak ingin melepaskan meira.


Setelah sampai di meja... mereka pun duduk, dan memesan makanan. Mereka makan dengan tenang, gilang yang sedari tadi menatap meira tapi tidak di sadari oleh meira.


Tidak sengaja meira melihat alex dan becca berbincang dengan serius. alex dan becca duduk berdekatan dengan meira dan gilang membuat pembicaraan alex dan becca terdengar. tapi becca dan alex tidak menyadarinya.


"hey gilang lihatlah itu kan becca dan alex?" tanya meira menujuk alex dan becca.


"iya.. ayo menguping" ujar gilang, gilang yang menguping begitu juga dengan meira, meira dan gilang menutupi wajah nya dengan buku menu makanan sehingga tidak terlihat.


.


"hey becca ada apa lagi? jangan menggangguku!" jar alex frustasi.


"oh ayolah, apakau ingin melenyapkan anakmu di meira?" tanya becca ingin menghasut alex.

__ADS_1


gilang dan meira yang mendengar perkataan itu, meira langsung berjalan ke arah meja yang di tempati alex dan becca.


"jadi ayah tasya adalah kau alex" kata meira emosi, sedangkan alex melotot tidak percaya, becca santay saja, gilangp Pun juga berlari ke arah meira.


__ADS_2