Half Of My Heart

Half Of My Heart
pacar pura pura


__ADS_3

Malam pun tiba, keluarga meira yang di undang makan malam ke rumah nazwa, begitu juga keluarga amel.


meira yang memasuki rumah gilang itu, dia tidak sama sekali bertemu dengan gilang, di mana dia?


tiba tiba ada yang memanggil nya.


"meira" panggil gilang tiba tiba. "noh kan, baru aja orang nya di omongin udah nongol" gumam meira pelan dan tertawa kecil.


"oh my god, kau mengejutkan ku" ujar meira menghela nafas.


gilang yang menatap meira dari atas sampai bawah terlihat cantik. apalagi dengn baju anggun yang di pakai meira. meira terlihat anggun dan cantik.



"hey ada apa kau menatapku seperti itu?" tanya meira kesal kenapa pria itu terua menatap nya!


"Oh tidak apa apa, meira ayo masuk, gandeng tangan ku" ujar gilang tanpa basa basi.


"aku tidak mau, buat apa bergandengan" sambung meira kesal apa pria itu gila!!


"bagaimana kalau kita menjadi pacar pura pura" kata gilang serius membuat meira melotot.

__ADS_1


"buat apasih"


"hey aku tidak mau lagi di ledek mommyku dan daddy, aku tidak mau kalah dengan kak rion" ucap gilang sungguh sungguh.


"dasar bodoh apasalahnya sih menerima kesalahan" lanjut meira memutar bola mata malas.


"mana mungkin seorang gilang menerima kekalahan!" sambung gilang di dalam kamus nya tidak ada menerima kekalahan!


meira pun berpikir sejenak, apa salahnya kan membantu pria menyebalkan itu. oh baik lah kali ini meira akan membantu gilang.


"baiklah"


"gadis pintar, gandeng tangan ku" perintah gilang, dan meira pun menurut.


semua orang menatap gilang dan meira yang cocok dan serasi di mata mereka.


"oh astaga... sayang mereka sangat cocok" kata nazwa tersenyum sambil memegangi lengan suaminya.


"iya sayang.." jawab hajir mengusap puncak kepala nazwa.


"hay boy, semoga sampai kepelaminan ya" ujar rion tersenyum.

__ADS_1


"oh itu pasti kakak" jawab gilang mana mungkin dia akan menikah dengan wanita ini, yasudah lah hanya sandi wara, sedangkan meira muak dengan sandiwara tetapi dia tetap menahan.


"aduh alay banget sih pacaran begini" tegur nazia tertawa dia hanya bercanda saja.


"heh nazia!! dasar ya kamu jangan ngadi ngadi kau" tegur gilang habis kesabaran apa?? dia pacaran dengan meira alay! huh untung nazia adiknya. sedangkan meira tersenyum.


"oh ya, kau cantik meira, ayo bersama ku" tarik nazia kepada meira membuat genggaman tangan gilang dan meira terlepas, gilang hanya mnedengus kesal. gilang pun berjalan ke meja makannya.


"naz... apa salah satu anak mu akan menikah?" tanya amel tersenyum. di ikuti oleh nadin.


"oh tentu" jawab nazwa tersenyum sambil memakan makanan.


"yang pasti kak rion yang duluan, dia kan pacaran sama jasmine, pasti kak gilang kalah" sambung nazia.


"hey... aku itu tidak terima kekalahan!" lanjut gilang memakn makanan sengan kasar.


"boy... ternyata kau tidak mau jalah dari kakakmu" ujar hajir tertawa kecil. sedangkan gilang menjawab:


"ya pasti daddy'


"aku tunggu boy" sambung gilang tersenyum, semua orang tertawa gembira dengan malam yang indah itu. setelah makan malam semua orang hanya berbincang dengan senang. sedangkan gilang hanya duduk dengan menyeruput kopi.

__ADS_1


'aku tidak mau kalah dari kak rion, tapi masa aku harus menikahi meira, itu tidak mungkin' gumam gilang dalam hati. apa dia nikahi saja ya meira, eh tapi jangan deh!


__ADS_2