Half Of My Heart

Half Of My Heart
Why?


__ADS_3

tut...tut...tut... panggilan berakhir.


tampak meira yang cemberut, gilang pun menatap meira.


"hey ada apa?" tanya gilang.


"Oh tidak... tidak apa apa" jawan meira senyum palsu.


gilang pun telah selesai dengan pekerjaan nya, meira yang tertidur pun karena lama menunggu.


Setelah itu gilang menggendong meira ala bridal style. meira terbabangun karena gilang tiba tiba menggendongnya.


"gilang kenapa kau tidak membabguniku?" tanya meira kepada gilang.


"takut mengganggu"


"brian ayo ke rumah" perintah gilang kepada asisten gilang.


Setelah masuk ke mobil, gilang pun menurunkan meira duduk di sebelahnya.


meira yang sedari tadi menatap gilang, dan di sadari gilang.


"ada apa?" jar gilang.


"tubuhmu itu tinggi sekali, kan asisten brian" ujar meira, dan brian yang fokus menyetir mobil brian pun mengangguk karena boss nya memang tinggi.


"terus?"


"itu aku rasa aunty nazwa ngidam tiang listrik" jawab meira tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


sedangkan brian hanya menahan tawanya.


"apa mau ketawa?!" ketus gilang kepada brian, brian pun menggelengkan kepalanya.


"ha...ha..ha.." meira masih tertawa.


"berhenti tertawa meira, atau aku turunkan kau di sini!" ketus gilang kesal.


"ha...ha...ha.., bentar " ujar meira masih tertawa, gilang pun kesal.


"brian stop"


gilang pun mendorong meira keluar, setelah itu gilang meninggalkan meira.


gilang tidak ingat kalau kaki meira belum sembuh total.


"woy!! main tinggal tinggal aja!" teriak meira, kakinya masih sakit tapi dia masih bisa berdiri perlahan lahan.


setelah itu ada mobil yang berhenti dan di sadari oleh meira.


"ya ampun, apa itu penculik?!" tanya meira takut. orang itu pun keluar dari mobil.


"meira, ngapain kau disini?" tanya alex , ya alex yang menolong meira kemaren.


"aku gapapa kok, tapi kakiku sakit" ujar meira menahan sakit.


"baiklah aku antar ya ke rumah mu" sambung alex.


"baiklah terimakasih"

__ADS_1


meira pun di gendong alex ala bridal style dan masuk ke mobil.


dan setelah sampai di rumah meira alex pun menggemdong kembali masuk ke rumah itu, tampak bodyguart yang berbaris kenapa nona meira.


mereka telah sampai didepan pintu rumah gilang.


"udah masuk aja gapapa" ujar meira, dan akex pun masuk ke rumah sambil menggendong meira.


tampak gilang yang duduk menunggu meira pulang, dia menyesal meninggalkan meira sendirian. ternyata meira di gendong lelaki lain.


"alex bawa aja ke kamar ku" kata meira dia marah dengan gilang.


"hey! biar aku saja yang menggendong nya" ucap gilang. "aku tidak mau" jawa meira menggelengkan kepala.


"biar aku saja!!" kesal gilang, gilang pun merebut paksa tubuh meira.


"dia kan ga mau sama kau" ujar alex kesal.


meira hanya pasrah saja, dari pada gilang memukuli alex.


"alex udah pulang aja, terimakasih telah mengantarku" kata meira tersenyum dalam gendongan gilang. alex pun mengangguk dam pergi.


Setelah itu gilang menatap tajam ke arah meira. meira hanya mengalihkan pandangan.


gilang menggendong tubuh meira dan gilang menghempas tubuh meira di atas kasur.


"kau jangan lagi berhubungan dengan pria lain" amarah gilang.


"why?" tanya meira bingung kenapa gilang?

__ADS_1


gilang pun berjalan ke luar kamar meira dan gilang menghempas pintu kamar itu hingga membuat meira terkejut.


"sudahlah bukan urusanku dia mau marah atau tidak, seharuanya aku yang marah dengan nya tapi kenapa dia yang marah" ujar meira, diapun tidur dengancnyenyak nya.


__ADS_2