
Hari ini gilang yang sedang senang memasuki kantor dengan asistennya, kini malam ini dia akan makan malam dengan meira sekaligus melamar meira.
Gilang yang memasuki kantor dengan tersenyum, membuat para karyawan bingung haru saja mereka melihat senyuman bos nya. dan tidak seperti biasanya wajah boss nya yang dingin kini di isi dengan senyuman.
"hey, aku dengar boss akan menikah dengan nona meira" bisik seorang.
"iya mereka kelihatan cocok" jar seseorang lagi. sedangkan sara hanya mengepalkan tangan nya ternyata gilang akan menikahi dengan meira!
"ini tidak bisa di biarin" jar sara, sara pun membuatkan kopi untuk boss nya tapi.. sara mencampurkan obat perangsang di kopi bos nya. dengan cara itu boss nya akan menjadi miliknya.
Sara pun memasuki ruangan boss nya dengan secangkir kopi, sara tersenyum manis melihat bos nya yang sibuk melihat ke layar komputer.
"ini tuan kopinya" jar sara tersenyum nakal. sedangkan gilang melihat sara merasa jijik. gilang menatao secangkir kopi itu, tapi ara tetap saja berdiri di sana sambil tersenyum nakal.
"buat apa kau masih di sini?" bentak gilang membuat sara terkejut. "eh anu saya mau tau apakah kopi saya enak" ujar sara tersenyum.
__ADS_1
"kau kan sudah lama membuatkan aku kopi!" jar gilang menatap sara curiga.
"eh anu..."
"brian!" teriak gilang, "ya ada apa tuan" jawab brian. "minum kopi ini!" pinta gilang, dan brian pun mengangguk. "eh anu!!" jar sara panik kenapa gilang mengasih ke brian.
brian pun tidak mendengari dari pada uang gajih nya turun lebih baik minum kopi itu.
setelah meminum kopi itu badan brian terasa panas.
"boss! apakah ada obat di kopi ini, badan ku terasa panas!" jar brian tidak tahan lagi.
"sara!!!" teriak gilang, "eh tu.. tuannn!" jawab sara terbata bata.
"aku tau kau yang memberi obat perangsang supaya aku meminum, heh kau kira aku bodoh!" bental gilang.
__ADS_1
"maaf tuan"
"sara kali ini kau di pecat, jangan pernah menginjakan kaki di kantor ku" teriak gilang, "anuu tuan, maaf" lirih sara, "kau di pecat, jika kau tidak terima maka kau akan mati di sini" jar gilang bersungguh sungguh, sara pun langsung panik, sara langsung keluar ruangan itu tentu saja dia di pecat oleh boss nya.
.
Setelah malam hari pun tiba, meira yang memilih bajunya yang cocok untuk nya.
"sepertinya putri kecil ku sudah besar, dan akn pergi jauh" jar nadin mendekat kepada putrinya.
"tidak bunda.. aku tidak akan jauh jauh dari kalian" ujar meira tersenyum , nadin pun membantu anak nya memilih baju, dan baju itu pun telah dapat, sebuah gaun warna abu abu yang cantik.
Nadin yang menyisirkan rambut lurus anak nya. "bundaa terimakasih telah menerima gilang nanti" jar meira tersenyum memeluk ibunya, "aku merestui nya" ujar nadin tersenyum, "baiklah aku pergi dulu bun" ucap meira mencium punggung tangan ibunya, dan nadin pun mengangguk.
Setelah sampai di restoran itu, meira tersenyum melihat lokasi restoran itu dia akan makan berhadapan dengan pantai.
__ADS_1
Gilang yang melihat kedatangan meira kini gilang sangat senang.
"meira will you marry me?" tanya gilang tersenyum. "yess!" jawab meira, dan gilang pun tersenyum, gilang memasangkan cincin di jari manis meira, mereka sangat bahagia. dan mereka tinggal menunggu hari pernikahan nanti.