
sementara gilang dia masih kesal karena meira, entah kenapa dia sangat tidak suka meira dekat dengan pria lain selain dia.
"damn!! apa aku menyukainya!" maki gilang.
"tidak mungkin bukan seorang gilang menyukainya" , lebih baik gilang tidur dia membaringkan tubuhnya di atas kasur. tapi... bayangan meira dengan pria lain itu muncul terus di kepalanya.
"shittt!!" umpatnya dia mulai memejamkan matanya dan akhirnya tertidur lelap.
.
Meira yang menuruni tangga untuk berangkat ke butik. terus gilang pun menegurnya dengan tatapan tajam.
"mau ke mana"
"butik"
" sama siapa?"
"sama alex" jawab meira berjalan keluar rumah.
"jangan, dengan ku saja" ajak gilang penuh emosi.
"emm tapi dia sudah menunggu di luar" jar meira cemberut.
"biar aku yang atasi" kata gilang menarik tangan meira ke luar rumah nya dan tertadapat mobil alex yang menunggu di lur pagar.
dan gilang pun masuk ke mobil begitu pula meira, meira sangat cemberut hari ini semoga saja alex tidak marah.
__ADS_1
mobil gilang yang berhenti di depan mobil alex gilang pun membuka kaca mobil.
"kau pulang saja, meira bersamaku hari ini" kata gilang menatap tajam ke arah alex, dan alex pun masih menatap kepergian mobil gilang. "maaf ya, lain kali saja, alex" jar meira.
ada hubungan apa meira dengan gilang ahmad?
"kau ikut saja dengan ku ke kantor" ajak gilang menatap tajam meira.
"huh kenapa harus ikut sih? aku mau ke butik" gerutu meira kesal.
"pokonya harus ikut ke kantor"
"hmmm"
"dasar pria menyebalkan, pria perhitungan, pria pemaksaan!" maki meira pelan.
"i don't care"
setelah sampai di kantor meira hanya duduk diam dan bosan kenapa nasibnya begitu begini. gilang masih meeting.
sedangkan sara dia mulai merencanakan sesuatu.sara meletakan bubuk cabe di makanan meira.
sara pun masuk ke ruangan itu, kebetulan sekali meira masuk ke dalam kamar mandi. dan sara pun tersenyum.
"habis kau meira!!" kata sara, sementara meira dia mendengar suara sara di luar, baiklah kali ini meira di kerjai oleh sara.
sara pun cepat cepat pergi dari situ supaya tidak ketahuan. meira yang tersenyum ke luar kamar mandi.
__ADS_1
"dia pikir aku gadis bodoh?" kaya meira duduk di atas sofa sambil melihat 2 makanan , satu makanan untuk meira yang sudah di buat bubuk cabe oleh sara, dan satunya lagi buat gilang.
gilang yang memasuki ruangan itu kini dia melihat meira yang duduk santay sambil menatap layar handpone.
gilang duduk di sebelah meira, gilang pun mengambil makanan yang dia sukai.
"em gilang, aku mau mencoba makanan mu dong" mohon meira kepada gilang.
"hmm, baiklah" jawab gilang tanpa curiga. gilang pun mengasih makanan kesukaan nya ke meira, sedangkan meira dia menukar makanan yang pedas itu.
gilang pun memakan makanan nya. gilang terbelalak kaget sedangkan meira hanya santay saja memakan makanan.
"arkkkkkkk, pedas" ujar gilang kepedasan.
"meira kau mengerjai ku ya?"
"buat apa aku mengerjaimu, tidak ada untung nya"
"terus siapa yang mengerjai ku"
"ya tanya aja yang ngasih makanan nya" ketus meira kembali makan.
"sara!!" panggil gilang penuh emosi.
"iya ada apa tuan?" tanya sara bersemangat dia pikir meira akan kepedasan dan bolak balik toilet, tapi ternyata tidak meira hanya santay saja memakan makanan?
"kau yang mengasih bubuk cabe ke makanan ini hah!" bentak gilang kesal.
__ADS_1
"eh tu.. tuan yang memakan ya?"