
Maaf kalau ada yang tidak suka dengan kekerasan mohon di skip ya.
Meira yang masih merengek menangis! meira sangatlah cengeng tapi.. rasa sayang nya kepada tasya itu lebih.
"meira tenang dulu , tasya akan ketemu kok" tegur gilang mengusap kepala kekasihnya itu.
drtt...drt... bunyi handpone gilang.
Gilang:
ya brian apa kau sudah menemukan tasya?
brian:
sudah tuan, tasya di bawa oleh alex dan becca ke jalan xx
gilang:
baiklah, siapkan para anak buahku yang banyak untuk ke sana.
brian:
siap.
tut..tut..tut panggilan berakhir.
"gilang, apa tasya sudah ketemu" tanya meira tidak sabar dan meira pun menghapus air matanya.
__ADS_1
"iya sayang, lebih baik kau pulang ke rumah, biar aku yang ke sana" ucap gilang. "tidak gilang, aku mau ikut!" rengek meira, masa dia tidak ikut sih! "meira sayang" gilang menghela nafas. "tidak ... tidak, pokonya aku harus ikut!" rengek meira membuat gilang pasrah.
"baiklah, nanti pulang dari sana kau harus selamat okey?, janji" tanya gilang mengangkat jari kelingking nya, "terima kasih gilang, janji!" kata meira tersenyum dan menyatukan jari kelingking nya di jari gilang.
Waktu pun berlalu, agak lama ke tempat sana, sebuah rumah yang tidak terpakai lagi.
"apa apa an ini, kenapa tasya ada di sini" ujar gilang yang masih di dalam mobil bersama meira, mereka ingin masuk ke rumah secara diam diam, sedangkan ribuan anak buah gilang, sudah siap untuk masuk ke rumah tua itu!
"bos! sepertinya ada yang mejaga !" kata brian tiba tiba datang.
"siapkan anak buah dan siapkan pistol untukku!" jar gilang tersenyum licik, sedangkan meira dia melihat rumah itu apakah tasya benar benar di sana?
tidak perlu lama, ribuan anak buah gilang pun menembak para penjaga rumah itu.
dor.. dor!
"baiklah kau harus hati hati!" kata meira sedikit ragu.
Tidak lama kemudian, brian dan gilang sudah masuk ke dalam rumahnya itu! para anak buahnya gilang pun sudah menghabisi penjaga itu, dan para anak buahnya itu mencari ke ruangan ruangan yang ada di sana.
"tuan, sepertinya tasya ada di sana" tunjuk brian melihat ruangan yang belum dia masuki.
"baiklah ayo dobrak!" jar gilang, para anak buahnya pun mendobrak ruangan itu...
setelah terbuka... para anak buah nya itu pun masuk mereka terkejut karena melihat alex dan becca sedang***** di atas kasur.
gilang pun merasa jijik, sedangkan becca terkejut melihat gilang datang!, tidak di sangkat ada suara tangisan bayi yaitu tangisan tasya.
__ADS_1
gilang pun berlari ke arah sofa di mana tasya di baringkan!
"becca alex, berani berani nya kau menyiksa tasya dia tidak berdosa!" ujar gilang kesal dan jijik kepada becca yang tidak memakai sehelai***
"gilang aku bisa jelasin" jar becca meraih bajunya, begitu juga dengan alex.
'sialan kenapa gilang ada di sini!" gumam alex dalam hati.
Gilang pun berbalik badan sambil menggendong tasya.
"gilang awas!!!" teriak meira tiba tiba datang.
bukkkkkkk!!!!! alex memukul keras memakai kayu dan terkena kepala meira. padahal alex ingin memukul gilang, tapi kenapa salah!
"meira!!!" teriak gilang , gilang pun menyuruh brian untuk menggendong tasya. melihat meira , dan kepala meira banyak mengeluarkan darah, sedangkan meira sudah pingsan.
"tuan! sebentar lagi tempat ini akan meledak karena kami menaro bom " ujar brian, tanpa basa basi gilang pun keluar sambil menggendong meira akhirnya mereka pun keluar dengan selamat! tapi becca dan alex masih di dalam alex yang sedang mengomel karena mereka tidak tau ada bom di sana.
3
2
1
duarrrrrrrr!!!!!!! rumah tua itu sudah hancur, tentu saja alex dan becca mati di dalam sana.
sedangkan gilang tanpa di rasa gilang menangis sambil memangku meira yang terus mengeluarkan darah. gilang pun telah sampai di rumah sakit.
__ADS_1
#MOHON MAAF YA TEMAN TEMAN, AUTHOR TELAT UP NYA KARENA AUTHOR SIBUK NGERJAKAN TUGAS, TERIMAKASIH, JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN KASIH VOTE#