Half Of My Heart

Half Of My Heart
Kedatangan rion dan jasmine


__ADS_3

Rion yang sedang di dalam perjalanan dia sedang menuju ke london untuk menemui meira, dia sudah tau dimana keberadaan meira, waktu itu rion menguping nazwa yang sesaat bertelfonan dengan nadin karena nadin menyuruh meira untuk tinggal bersama gilang.


sedangkan jasmine juga ikut dengan kekasihnya untuk menemui meira.


"tunggu aku meira" rion tidak sabar untuk bertemu sahabatnya.


"semoga kau tidak berkelahi lagi dengan meira"


"iya sayang gak akan kok" jawab rion mengusap kepala meira.. Hubungan mereka masih berjalan dengan lancar, karena rion sangat mencintai jasmine.


"apa... gilang adikmu ada?" tanya jasmine sedikit grogii.


"iya ada, bahkan meira tinggal bersama gilang" jawab rion mentap kekasihnya.


Jasmine hanya diam saja, bagaimana kalau rion tau gilang adalah mantan nya?? lupakan sajalah.


"kau kenapa sayang" tanya rion melihat jasmine yang diam saja.


"tidak apa apa kok"


rion pun mengerti.



Setelah itu waktu pun berlalu hingga jasmine dan rion telah sampai di london, mereka yang sedang berdiri di depan rumah gilang.


"waduh banyak sekali adiku ini menaruh bodyguart" gumam rion pusing karena rion melihat para bodyguart berbaris untuk menyambut tamu.


Rion dan jasmine pun langsung masuk ke rumah gilang. sedangkan gilang dia sedang membaca koran dan menyeruput kopi.tapi gilang tidak sadar kalau ada kakak nya rion.

__ADS_1


"gilang!" panggil rion, membuat gilang menatap ke arah suara itu. gilang yang melihat rion dan jasmine , gilang menatap tajam ke arah jasmine.


"ada apa sih kak, kok kak rion tidak mengabari dulu" kata gilang bersifat dingin.


"boy ini kejutan, di mana meira?"


"ada di kamar"


"baiklah"


"jasmine kau di sini dulu ya, aku mau ke kamar meira untuk menemui nya, gak apa apa kan?" tanya rion kepada jasmine, tampak jasmine pun mengangguk.


Rion pun langsung menuju ke arah kamar yang di tepati meira.


dia membuka kamar meira tanpa mengetuk jujur rion tidak sabar lagi untuk menemui meira.


"meira"


Meira menatap ke arah suaranya, sontak meirapun terkejut. apa itu rion?? apa ini cuman mimpii??


"ri-rion?"


"hay meira, apa kabar aku merindukan mu!" jar rion tersenyum, sedangkan meira diam mebisu, tidak bisa berkata apa apa lagi karena rion. jujur meira sangat rindu sekali dengan rion.


Sedangkan jasmine dia hanya duduk di sofa sambil menatap gilang. dan di sadari oleh gilang.


"ada apa menatap ku seperti itu!" ketus gilang, "apa kau sudah punya pacar?" tanya jasmine.


"bukan urusan mu"

__ADS_1


"kalau kau sudah punya pacar, berati syukurlah ada pengganti" kata jasmine tersenyum, gilang hanya mengabaikan nya saja, sedangkan meira hanya diam dia padahal masih marah dengan rion. rion dan meira menuju ke arah jasmine dan gilang.


"hay meira syukurlah kalau kau baik baik saja"sapa jasmine tersenyum. sedangkan meira hanya diam saja.


"boy apa kau menjaga meira baik baik kan?" tanya rion kepada gilang.


"iya kak rion, menjaga bocah itu tidak susah" jawab gilang kembali menyeruput kopi.


"syukurlah kalau begitu"


"meira apa kau ingin jalan jalan bersama kami" ajak rion kepada meira.


"tidak"


"kenapa meira"


"aku tidak mau, aku lelah , aku mau tidur" jar meira melangkah dia tidak mau berjalan dengan rion dan jasmine nanti hatinya malah sakit hati lagi lebih baik tidak usah.


"hey bocah, bagaimana denganku?" tanya gilang kepada meira .


"baiklah"


"dengan kami ya" sambung rion tersenyum.


"oke kak rion"


"woy kenapa harus dia?" tanya meira berbisik kepada gilang. "tidak apa apa meira kan ada aku" ujar gilang bersifat dingin.


"baiklah"

__ADS_1


__ADS_2