Half Of My Heart

Half Of My Heart
gadis keras kepala


__ADS_3

"udah lah, aku mau ke butik" jar meira.


"kau yakin kakimu kan sakit?" tanya gilang menatap tajam ke arah meira, bagaimana mungkin meira kan kakinya terkilir.


"bodo" kata meira berdiri tapi... "auuwwwwww" ringis meira karena kakinya sakit sekali.


"tuh kan sudah ku bilang, kau itu dasar gadis keras kepala"


"ceh"


"baiklah aku ke kantor dulu" ujar gilang kembali bersifat dingin.


"eh tunggu, aku bosan di rumah, aku ikut kau ya" , gilang pun mengangguk.


"baiklah" ujar gilang. tubuh meira pun di gendong oleh gilang ala ala bridal style dan menuju ke mobil.


setelah sampai di kantor, gilang pun langsung menggendong tubuh meira, semua isi kantor oranh orang tampak melihat bos yang menggendong wanita, selama ini bos nya tidak pernah menggendong seorang wanita dan masuk ke kantor, tapi ini?


meira malu dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang gilang. sedangkan gilang menatap tajam ke arah karyawan yang menatap nya sedari tadi.


Tampak sara mengepalkan tangannya, berani berani nya meira menhgoda bos nya. sedangkan brian asistennya gilang, brian tersenyum karena bos nya sudah mulai melupakan (jasmine)


gilang yang meletakan tubuh meira di sofa dan gilang duduk di kursi kerjanya.


sara pun masuk tanpa mengetuk pintu dia sangat kesal, di tangannya telah membawa secangkir kopi.

__ADS_1


"ini tuan" jar sara meletakan kopi di meja gilang.


"lain kali kalo mau masuk itu ketuk pintu dulu" jar gilang menatap tajam ke arah sara.


"i...iya tuan, saya permisi" ujar sara benar benar kesal. sara menatap tajam ke arah meira dan pergi.


setelh sara pergi ke luar ruangan gilang, terdapat tubuh becca yang berjalan ingin masuk ke ruangan gilang.


"hey ,nona, di dalam ada wanita itu lagi" tegur sara dan pergi, pasti bakal ada keributan.


becca kesal dan marah, di langsung menghempas pintu ruangan gilang, meira terkejut, tapi gilang santay saja dan melanjutkan pekerjaan nya.


"dasar kau, ngapain di sini" teriak becca hingga gilang menutup telinga.


"ini kan bukan kantor mu" kata meira santay saja.


"sayang, jangan marah marah" ucap becca mendekat ke gilang dan memeluk lengan gilang. gilang pun menepiskan tangannya.


"dasar kau ini!! kau yang j*lang, bisakah kau sedikit besikap sopan" teriak gilang hingga becca terkejut.


meira hanya menonton saja, sepertinya ini bagus untuk menonton.


"briann, seret wanita ini keluar, aku tidak mau ada dia lagi" perintah gilang benar benar marah. dan brian pun mengangguk. tampak dua orang bertubuh besar dan berpakaian serba hitam itu menyeret tubuh becca, dan becaa pun berteriak.


"awas saja kau meira!" teriak becca kesal.

__ADS_1


"untung aku masih sabar, jika tidak akan ku hancurkan dia" kesal gilang dan kembali berkerja.


"ternyata seorang gilang yang pernah di goda oleh wanita" ucap meira tertawa.


"heh apa apaan kau, jangan menggangguku"ketus gilang dja kembali menatap fokus ke layar laptop.


drttttttt...drtttt. bunyi handpone meira.


"siapa yang menelfon" tanya gilang.


meira pun memutar mata malas, jujur dia sangat kangen dengan orang orang yang menelfon nya.


"rion" jawab meira, diapun mengangkat telpon nya. "ouh"


meira:


ya ada apa rion?


rion:


apa kau baik baik saja?


meira:


em ya.

__ADS_1


rion:


baiklah


__ADS_2