Half Of My Heart

Half Of My Heart
kopi rasa kecap


__ADS_3

Pagi yang cerah, hingga membuat seorang gadis terbangun yaitu meira.


meira pun bangun dan keluar kamarnya.


dia melihat gilang yang masih tidur di sofa.


"pria pemalas, dasar jam segini belum bangun juga" jar meira kesal. "ahaa" sambung nya, meira pun tersenyum puas dan...


Byurrrrrrrrr........


Meira menyiram gilang dengan air se ember. membuat gilang terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.


tampak meira tersenyum puas.


"dasarrr!!!! bocahhhhh!!!" kesal gilang amarah nya memuncak, berani berani nya seorang wanita menyimburnya.


"Nihh" kata meira melempar handuk ke gilang. kali ini gilang harus sabar... kalau meira bukan anak aunty nadin bisa bisa akan di terkam sudah.


Gilang pergi begitu saja jujur dia masih kesal, semua tubuhnya telah basah.


gilang pun menyuruh brian asistennya untuk mengantarkan baju untuknya. dan setelah gilang membersihkan diri.


"hey cepat, bereskan pakaian mu " kata gilang menatap tajam ke arah meira, meira pun malas dan menuju ke kamarnya untuk membersekan pakaian nya, meira sangat tidak terima lihat saja akan dia balas!!!



selama perjalanan meira hanya menatap keluar jendela entah kenapa nasib nya begitu kejam. hingga mata meira telah terpejam dan tertidur tanpa saja kepala meira tersandar di bahu gilang, mmebuat gilang terkejut dan tersenyum dia mengusap ngusap kepala meira.


Setelah itu meira terbangun dan tersadar akan kepalanya yang tersandar di bahu gilang.


"maaf " jar meira kembali menatap luar jendela.

__ADS_1


"dasar bocah, ini tidak gratis"


"apanya lagi yang tidak gratis??" tanya meira di buat kesal.


"bahuku menjadi bantalan kepalanya mu maka bayar 1 juta jadi di tambah hutang mu 2 juga maka totalnya 3 juta" kata gilang tersenyum puas.


"ohh ya ampun, tuan gilang yang terhormat, anda kan sultan, masa uang 3 juta saja di permasalahkan" kata meira kesal, seperti nya lama lama dia dibuat gila oleh pria itu.


"itu kalau dengan kau beda" jawab gilang, meira hanya pasrah saja entah kenapa nasib nya begini.


meira pun telah sampai di rumah megah mewah itu.


"jadi kau akan melayani ku" kata gilang besifat dingin"


"hmmm"


"hey buatkan aku kopi" ujar gilang menyuruh meira.


tampak meira yang sedang membuat kopinya di dapur.


"dasar pria perhitungan pencicilan!!!" , setelah mengaduk kopi meira ada ide gila, meira pun langsung mengambil kecap dan di campurkan di kopi.


Tampak meira tersenyum puas, dia berjalan ke arah gilang .


"nih kopinya"


"baiklah"


Sebelum gilang minum, meira langsung kekamarnya untuk melarikan diri, dan tidak lupa mengunci pintu kamar.


Byurrrrrrrrrrrrrrrrr........

__ADS_1


gilang membuang air kopi di dalam mulutnya, karena rasa kopinya bagaimana bisa kopi rasa kecap.


"huh dasar bocilll, sudah buat masalah saja"


"awas saja!!!!! aku tidak mau kalah darinya"sambung gilang kesal, untung tidak ada yang melihatnya seperti ini.


Sedangkan meira, dia tertawa puas..


"rasain tuh, berani beraninya menyuruhku!" kata meira tertawa di dengar oleh gilang.


"dasar bocah, kali ini aku harus sabar" jar gilang kali ini dia harus sabar untuk menghadapi meira si bocah itu.


Perut meira pun meminta untuk makan, tampak meira kelaparan.


"Ouhh ya ampun, lapar dengan waktu yang tidak tepat" kata meira kesal.


meira pun membuka pintu dengan pelan dan menuju ke dapur untuk memasak sendiri.


"untung tidak ada orang" jarnya, diapun memasak, tampak gilang yang menuju ke dapur mencium masakan meira kayanya enak.


"ekhemmm" dehem gilang di sadarkan oleh meira. meira pun mengabaikan gilang bodo amat lah bagi meira!!


"ekhemmmmmmm!!" dehem gilang.


"apasih"


"siapkan aku makanan"perintah gilang kepada meira.


"baiklah!" sahut meira kembali memasak, sedangkan gilang menuju ke meja makan tidak sabar untuk mencicipi masakan meira.


meira pun selesai memasak, meira pun memberi ke gilang, dan gilang pun memakan nya.

__ADS_1


'mmm enak' guman gilang dalam hati, sedangkan meira dia asik makan makanan.


__ADS_2