
Meira yang sedang duduk di tepi ranjang, sambil melihat layar handpone.
tok...tokkkkk...tokkkkk ketukan jendela kamar meira. meira pun ke arah jendela itu dan berdiri di balkon, ternyata ada serangkai bunga mawar putih. dan ada kertas.
"siapaya malam malam gini ngirim bunga, iih serem" jar meira mesuk dan menutup kembali jendelanya.
meira pun mencium bunga mawar itu "wangi sekali" , lalu dia membuka lipatan kertas dan membacanya.
'kali ini kau jangan sedih lagi ya, bunga mawar putih itu untukmu,jangan di buang ya mawarnya' isi surat.
"siapa ya , kok gak ada namanya?, apa mungkin rion tapi tidak mungkin dia kan cinta sama jasmine... ngapain juga rion ngasih bunga ke aku." tanya meira bingung, dia tidak akan membuang bunga mawar itu.
"aku rasa ini sudah cukup malam, baiklah aku akan tidur" ujar meira, merebahkan dirinya di kasur.
Ke esokan harinya, meira membuka matanya.
meira pun membuka handpone siapa tau ada yang penting... dan ternyata ada yang mengirimkan pesan.
rion:
meira, hari ini kau datang ke tempat xxxxx ya aku menunggumu.
meira:
hmmm, baiklah.
meira pun tersenyum apa rion akan memberi bunga mawar, dan apakah rion akan melamarnya , kalau itu terjadi meira bakal pingsan.
Setelah itu meira pun berdandan dengan polesan make up yang tipis. lalu meira menuju tempat yang di maksud rion, dia sangat tidak sabaran sekali akan hal itu.
__ADS_1
"sayang, nihh pasti meira bakal seneng" kata jasmine tersenyum karena rion dan jasmine membuat kejutan untuk meira yaitu di depan danau yang indah dan ada satu meja untuk mereka makan siang bersama meira.
"makasih sayang, meira pasti suka kau memang the best" jawab rion mencium bibir jasmine.
"sayang nanti meira liat gimana?" tanya jasmine.
"tidak apa apa, meira masih lama kok datangnya" jar rion, rion kembali m*lum*t bibir jasmine dan jasmine membalas mereka kira meira akan lebih lama datang ke sana.
di sisi lain, meira sedang tersenyum dia tidak sabar untuk menuju ke tempat itu.
setelah sampai di tempat itu, meira tersenyum dia tidak sabaran akan hal itu, dan membuat deg-deg an.
meira pun terhenti karena melihat jasmine dan rion berci*man di hadapan nya.
tanpa sadar meira meneteskan air matanya , KENAPA RION MENGASIH HADIAH SEPERTI INI???? tanya meira dalam hati sambil menangis.
rion sadar kalau ada yang melihat nya...
"meira"
"meira"
"meira kami bisa jelasin" jar rion menenangkan meira. meira pun menepis tangan rion, dia berlari untuk menajuh dari rion, tapi rion menahan tangan meira.. "lepasinnn!!! lepasin meira" kata meira menangis. "meira kau jangan begitu, kenapa kau menangis, kan wajar kalau kami pacaran, udah jangan nangis yuk" tahan rion kepada meira. "meira gak peduli meira maunya pergiii!!!" sambung meira teriak histeris.
"meira kau tenang dulu, aku lupa mengasih tau kalau kita bersama jasmine" jelas rion.
"rion kau!!! aku sudah berdandan cantik seperti ini, aku kira kita akan makan berdua tapi dengan wanita itu, aku rindu kita berdua" tangis meira ini sangat menyakitkan sekali. jasmine hanya diam dan menundukan kepala.
"meira dengar aku, dia kan juga pacarku" ujar rion.
__ADS_1
"tapi kau tidak pernah peduli dengan ku, semua waktumu hanya untuk wanita itu, aku sekarang tidak pernah merasakan nya lagi" kata meira membuat rion terdiam hening.
"rion apa kau masih ingat haa!!! kita kan sudah berjanji tidak pernah ada yang meninggalkan di antara kita, apa kau lupa haa!!" sambung meira menangis sungguh hati meira tidak bisa di tahan lagi.
FLASBACK (JANJI MEIRA&RION KECIL)
"rion ayo membuat janji, kita tidak saling meninggalkan" jar meira mengeluarkan jari kelingking yang mungil.
"baiklah meira" senyum rion menyambukan jari kelingking ke jari meira.
-
"apa kau ingat haaa!!! sekarang posisi ku telah di rebut oleh wanita itu" tunjuk meira ke arah jasmine. "maafkan aku" kata jasmine menunduk.
"rionn!! dialah yang merusak persahabatan kita"tunjuk meira kepada jasmine.
'*jasmine maafkan aku, aku melakukan ini supaya rion sadar' guman meira dalam hati.
brakkkkkkkk*... tubuh meira terjatuh karena di dorong oleh rion.
"meira meskupun kau sahabat ku, kau tidak berhak mengatain jasmine" kata rion sungguh emosi, emosinya tidak bisa di tahan lagi jiwa kekerasan nya tidak bisa di tahan karena aliran darah ayahnya yang mengalir di tubuhnya. "rion kau jangan seperti itu" ujar jasmine ketakutan.
Dulu rion adalah seorang anak preman pasar, ayahnya yang kejam yang selalu menyakiti ibu rion, rion pun juga di pukuli oleh ayahnya.
tapi sekarang ayah rion dan ibu rion telah tidak ada di dunia.
Sebab itulah rion sangat benci dengan ayahnya, bahkan dengan aliran darah ayahnya yang ada di tubuhnya, makanya rion tidak bisa mengontrol emosi nya.
hay teman teman. huhuhuu pasti sedih banget kan kalo kita di posisi meira, nyesek banget. nanti pada masanya meira akan bahagia kembališ¤.
__ADS_1
jangam lupa like, kome ,dan kasih vote.