Half Of My Heart

Half Of My Heart
genggaman tangan ini aku sangat suka


__ADS_3

"jadi ayah tasya adalah kau alex" kata meira emosi, sedangkan alex melotot tidak percaya, becca santay saja, gilang Pun juga berlari ke arah meira.


Alex pun langsung panik, kenapa meira ada di sana, sedangkan gilang menatap tajam ke arah alex.


"mulai sekarang kau tidak usah menemui ku, biar saja anak mu aku rawat, aku benci dengan orang yang membuang bayi" kata meira pergi berjalan dan meira menarik tangan gilang. sedangkan gilang tersenyum apa meira memperdulikan nya?


Setelah itu meira mendengus kesal setelah keluar dari restoran itu, sedangkan gilang puas dengan sikap meira kepadanya. meira masih saja menggenggam tangan gilang.


"hey kenapa kau senyum senyum!" tegur meira masih kesal.


"tangan kau" ujar gilang tersenyum, dan meira pun langsung melepas genggaman itu, oh my! kenapa bisa meira menarik tangan gilang.


"genggaman tangan ini sangat aku suka" jar gilang kembali menggenggam tangan meira, "hey apa yang kau lakukan!!" kata meira, tapi gilang menghiraukan meira yang mengomeli nya.


deg...deg...deg..


Kemudian mereka pun ke mobil untuk menuju ke rumah, dan gilang pun mengantar meira ke rumah nya.


"terima kasih" kata meira tersenyum, sedangkan gilang pun berjalan ke arah ke arah meira dan.. gilang mencium kening meira.


"good night" jar gilang, berlari masuk ke arah mobil, dan menjalan kan mobil. sedangkan meira mematung di sana! whattt? gilang mencium nya.

__ADS_1


Oh my!


meira pun pipi nya merah merona, meira memutuskan untuk membersihkan dirinya dan tidur.


Meira yang merebahkan dirinya di atas kasur, tapi meira hanya membalikan badan nya ke kiri dan ke kanan. karena meira mikirkan gilang yang menciumnya tadi.


Sedangkan gilang, dia juga tidak bisa tidur karena tadi dia mencium meira?


Gilang memutuskan untuk menelfon meira, dia tidak perduli kalau meira tidur.


drttttt..drtt.. bunyi dering handpone meira. meira pun mengambil handpone nya dan melihat ke layar hp, untuk apa gilang menelfon nya tengha malam, meira pun mengangkat telpon itu.


Meira:


gilang:


hey apakau belum tidur? kenapa kau belum tidur...


meira:


aku tidak bisa tidur

__ADS_1


gilang:


apakau memikirkan ku?


meira:


tidak tidak...


gilang:


baiklah, tidurlah


meira:


iya.


tut..tut..tut panggilan berakhir, meira hanya menutup wajah nya memakai bantal pipi dia merah merona karena malu.


"Ya ampun, kenapa aku bisa malu malu begini" ujar meira tersenyum, entah kenapa dia sangat senang.


Tanpa di sadari meira tertidur pulas.

__ADS_1


Dan ke esokan harinya, meira yang siap siap untuk pergi ke butik nya, dia sudah lama tidak ke butik, baiklah kali ini dia kaan ke butik nya.


__ADS_2