Half Of My Heart

Half Of My Heart
rencana honeymoon


__ADS_3

Tanpa sadar, matahari pun telah menyinari bumi, perlahan lahan meira membuka matanya, terlihat gilang di sebelahnya yang memeluk nya, meira pun mengingat malam yang sangat indah. oh my!! meira mengusap pipi gilang yaitu pipi suaminya... "sayang aku tau aku tampan" jar gilang tiba tiba bangun, "ceh" desis meira tertawa.


meira pun langsung bangun tapi dia menggeleng karena banyak baju yang berantakan karena malam tadi.


"sayang mau ke mana?" tanya gilang, "mandi" jawab meira masuk ke dalam kamar mandi.


.


Meira pun menyisir rambut nya di depan kaca rias nya, kali ini dia kepikiran untuk bulan madu.


"kau memikirkan apa sayang" tanya gilang tiba tiba memeluk meira dari belakang.


"hmm. aku kepikiran buat bulan madu kamu gak ajak aku bulan madu?" tanya meira penuh harap.. "hey sebelum aku menikah dengan mu aku sudah memesan tiket untuk bulan madu besok" sambung gilang mencium pipi istrinya.


"cehh! pria menyebalkan ya! kenapa tidak bilang" kata meira menarik kuping suaminya. "awww.. ini kejutan sayang" ujar gilang tertawa dambil meringis, "tapi kau tetap pria menyebalkan yang pernah aku kenal".

__ADS_1


"sayang tapi kemana ?"tanya meira lagi, "kita ke bali sayang" jawab gilang sambil mengusap kepala istrinya. meira pun mengangguk dia sudah lama tidak ke bali.


setelah itu gilang dan meira di panggil ke ruang makan, karena mereka masih di rumah keluarga ahmad.


"Ekhmm, pengantin baru" goda nazia yang sudah duduk di meja makan yang besar tentu saja untuk sekeluarga.


"ya nazia, kapan juga kau nikah" tanya meira duduk di sebelah nazia, "belum kakak ipar, masih pacaran"jawab nazia tersenyum.


sedangkan gilang hanya memakan dengan tenang.


"aku dengar kalian akan honeymoon, hmmm " goda nazwa kepada meira dan gilang, "iya mom kau benar" jawab gilang penuh semangat.


"ah tidak tidak! aku tidak setuju kalau meira melanjutkan mengurus butik nya, biar aku saja yang bekerja" protes gilang tidak mau!


sedangkan hajir tenang dan duduk di meja makan.

__ADS_1


"no! aku tetap mengurus butik ku!" sambung meira tidak mau kalah. "tidak sayang.. kau harus di rumah saja seperti ibu rumah tangga lain nya" lanjut gilang.


Nazwa hanya menggeleng begitu juga nazia.


"tidak gilang, kalau kata ku tidak ya.. tidak!" tolak meira kesal, butik itu kan hasil jerih payahnya.


"nasib nikah muda!" jar nazwa menggeleng kan kepalanya.


"meira sayang... tidak aku tidak mau pokonya kau harus di rumah menjadi ibu rumah tangga " tolak gilang.


"diamlah kalian kita ini sedang makan" jar hajir tapi meira dan gilang tetap berdebat.


"gilang, aku tidak mau ya tidak mau , kenapa kau memaksa dasar pria menyebalkan!" kata meira kesal dia tidak terima.


"meira sayang, kau di rumah saja ya?" bujuk gilang dengan lembut.

__ADS_1


"mom, dad, nazia, aku permisi" jar meira kesal dan pergi ke kamarnya. "meira sayang, pokonya kau harus jadi ibu rumah tangga" teriak gilang menyusul meira.


hajir menggeleng dan berkata? "dasar bocah bocah!" kata hajir. "sudahlah dad, mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri" ucao nazwa menenangkan suaminya.


__ADS_2