Half Of My Heart

Half Of My Heart
welcome baby alvino ahmad


__ADS_3

Hari hari telah berlalu dan waktu terus berjalan, dan sudah berbulan bulan..


ya.. meira kini perut nya sudah buncit dan siap untuk melahirkan, meira menunggu hari itu.


Meira yang sedang membantu bibi di dapur, padahal bibi sudah melarangnya, tapi meira tetap keras kepala. meira yang tengah asik menyiapkan sarapan makan malam untuk suaminya pulang nanti.


Entah kenapa perut meira sangat sakit sekali, tapi meira tetap saja memasak, sampai akhirnya meira merasakan ada yang keluar dari daerah kewanitaan nya..? apa air ketubannya sudah pecah? meira juga kesakitan karena perutnya sakit apa mungkin dia akan melahirkan.


"awwww, bibiiiiii, sakittttt" teriak meira terduduk di lantai dan memegangi perut nya. bibi pun langsung menolong ,bibi juga panik bibi pun menyuruh para bodyguart gilang untuk mengantar meira.


bibi pun menelfon gilang, tentu saja gilang sangat kaget dan menunda pekerjaan nya karena hal mendesak, istrinya akan melahirkan!


Sampai lah gilang di rumah sakit, kali ini dia berlari ke arah ruangan dimana meira akan melahirkan nanti. sedangkan keluarga gilang dan keluarga meira sudah ada di rumah sakit.

__ADS_1


"anda suaminya?" tanya bidan wanita. "ya saya" jar gilang, "anda harus menemani nona melahirkan, tuan" perintah bidan itu. "baiklah" , gilang pun masuk ke ruangan diamana meira akan melahirkan meira memilih melahirkan secara normal.


kali ini gilang sudah di samping meira, dan meira berjuang mati matian untuk melahirkan anaknya. meira berteriak membuat gilang panas dingin.


Keringat gilang bercucuran melihat istrinya melahirkan dengan penuh tenaga. bahkan dia berkeringat dingin.


"huweeeee" tangis bayi, "selamat anak anda laki laki" ujar bidan itu tersenyum, dan gilang pun bahagia..


Tapi.... gilang di sana pingsan bagaimana tidak dia melihat istrinya melahirkan.


"hey kenapa dia?" tanya nazwa. "tuan pingsan" sambung orang itu. "ha..ha...ha, bawa saja dia di ruangan untuk beristirahat" perintah nazwa tertawa, nazwa jadi teringat dengan hajir yang juga pingsan melihat dia melahirkan gilang.


"sayang bukan kah kau juga pingsan dulu" kata nazwa sedikit nyaring.

__ADS_1


"stttt malu sayang" kata hajir.. ya.. hajir dulu sempat pingsan setelah melihat istrinya melahirkan. "hahahaaa... daddy sungguh cemen" ejek nazia tertawa. begitu juga dengan semuanya yang ada di sana.


Hajir jadi malu , mengapa istrinya menyebar aib nya.. sungguh ya.. awas saja akan dia hukum istri cantik nya itu.


mereka pun masuk ke ruangan meira. meira yang masih ngosngosan.


"bayi nya laki laki ya" jar nazia, "oh so cute" ujar nazia tersenyum. "selamat anakku" ucap nadin tersenyum. "dimana gilang?" tanya meira. "dia sedang pingsan sayang" jawab nazwa tertawa. "apa? hahahaha..." tawa meira di ikuti oleh semua orang yang ada di sana.


gilang yang berlari ke arah ruangan istrinya, dan dia pun membuka pintu kenapa bisa dia pingsan..


"sayang"panggil gilang menggendong anaknya. anaknya sangat tampan dan mirip dengan nya. "siapa nanya boy?" tanya nazwa kepadap putranya.


"ALVINO AHMAD" ujar gilang melihat wajah anak nya yang tampan itu. meira pun tersenyum.

__ADS_1


"welcome baby alvino ahmad" ujar semua yang ada di ruangan itu tentu saja mereka sangat bahagia, apalagi nadin dan arham sudah mempunyai cucu, apalagi nazwa dan hajir. Rion juga ikut senang sahabatnya kini sudah mempunyai anak dan dia sudah menjadi paman.


__ADS_2