Half Of My Heart

Half Of My Heart
sabar meira


__ADS_3

Seorang gadis yang sedang berjalan ke arah resepsionis untuk menemui gilang ahmad.


"ada yang bisa kami bantu?"


"hari ini saya mau bertemu dengan gilang" ucap meira tanpa ragu.


"apakah anda sudah membuat janji?"


"sudah"


"baiklah, silahkan masuk" jar resepsionis itu percaya. meira pun mangangguk, dia sedang menuju ke ruangan gilang.


"tok...tok...tokkk


"masuk"


"pria menyebalkan" panggil meira masuk ke ruangan gilang.


"ngapain di sini?" tanya gilang sibuk menatap laptop nya.


Meira yang memanyunkan bibirnya, bukankah gilang yang menyuruh nya kemari.


"Oh sudahlah! kau yang menyuruhku makan siang di sini, kau pikun ya?" kesal meira.


"Damn!, oke aku ingat!" jawab gilang, berani berani nya seorang wanita mengejeknya pikun.

__ADS_1


"brian! tolong suruh seorang pelayan ke ruangan ku, aku ingin makan siang, ga usah pake lama" perintah gilang. "baiktuan" jawab brian.


meira hanya sibuk menatap layar handpone nya. sedangkan gilang menatap tajam meira sedari tadi.


Tok...tok...tok, seorang pelayan wanita masuk ke ruangan gilang.


Tampak pelayan wanita yang bernama sara itu menatap tajam ke arah meira.


'apa dia pacar tuan, berani berani nya!!' gumam sara dalam hati, dia benar benar di buat api cemburu, sara ialah seorang pelayan saja, tapi dia sangat tertarik dengan gilang, tapi gilang cuek saja dengan nya.


"ini tuan" ujar sara menaruh makanan ke gilang. Sara pun menaruh kasar makanan ke arah meira. meira menyadarinya.


'ada apa perempuan ini?, tiba tiba nge gas!' gumam meira, tapi dia kembali menatap layar handpone.


"hey makanlah bocah" kata gilang, di sadari oleh meira.


Sedangkan sara mengepalkan tangannya, dia telah dibuat api kecemburuan.sedangkan gilang menatap tajam ke arah sara kenapa wanita itu belum pergi pergi juga.


"sara! buat apa masih di sini, sana kembali ke tempat mu" perintah gilang. "say permisi" pamit sara, dia kembali menatap sinis ke arah meira, dan di sadari oleh meira. sara pun berlalu pergi.


"apa dia pelayan di kantormu ini?" tanya meira kepo.


"em ya"


"Oh"

__ADS_1


"hey bisakah kau tidak seperti anak kecil, ada sisa makanan di ujung bibir mu, bocah ini" kata gilang menyapukan tissu ke bibir meira, mereka saling bertatap tatapan. Sedangkan sara hanya mengintip dan mengepal tangan nya karena api cemburu.


"thanks"


"baiklah, kita sudah selesai makan siang, jadi aku harus ke butik" pamit meira.


"ingat awas saja kau pulang malam malam dengan pria!" gilang menatap tajam ke arah meira.


"iya iya" meira mutar bola mata malas, diapun keluar dari ruangan gilang, dan terdapat sara yang dari tadi menatap sini ke arah meira.


"iiih! wanita simpanan tuan gilang" ketus sara di dengan oleh meira.


"lihat saja, nanti akan ada yang datang dan lebih cantik dari pada kau!" sambung sara sinis.


'dia pikir aku bakal suka kah sama gilang, tidak lah' gumam meira pergi, dia mengabaikan sara.


"ceh dasar" desis sara kesal.


"ngapain kau di sini?" tanya gilang tiba tiba keluar dari ruangan nya.


"eh tuan , em tidak, saya permisi" ujar sara tersenyum dan pergi.


meira yang menghentikan taksi pun, setelah dalam perjalanan.


"dasar! siapa juga yang suka dengan gilang" ujar meira kesal.

__ADS_1


"sabarrrr meira..." kata meira mengusap dada nya. pertanda harus sabar.


__ADS_2