
"kau tega rion!!" jar meira bokong nya sakit sekali.
"aku benci rionnn!!" kata meira menutup wajahnya dan menangis.
"meira tenang-tenang" ujar jasmine mendekat ke arah meira dan mengusap bahu meira.
"jangan menyentuhku" teriak meira, kali ini dia sangat sakit hati sekali.
"meira, niat jasmine itu baik, kenapa kau malah kasar terhadapnya!!" kata rion masih emosi.
"pergiii!!!" usir rion emosi.. "tapi"jawab meira. "pergiiii!!!" teriak rion membuat meira ketakutan.
"baiklah rion, aku akan pergi" jawab meira. "Dengar rion, Hanya karena kamu kini berada di tempat lain dan menemukan pacar baru.. bukan berati kamu bisa melupakan sahabat lamamu!!, ingati itu" jar meira dan kembali berkata.. " aku akan pergi sejauh mungkin, hingga kau tidak akan bisa menemui ku dan aku tidak akan mengganggu hubungan kalian, rion aku sayang kamu" jar meira berlari menangis.
"meira" panggil rion tanpa sadar rion meneteskan air mata, dia tidak ingin persahabatan nya berakhir di sini.
"aku cowok bodohhh!! bodohh sekali aku!!" teriak rion histeris.
"sayang tenang" ujar jasmine menenangkan kekasihnya.
"jasmine kau pulang saja" kata rion.
"tapi..."
"pulang lah jasmine, aku ingin sendiri"
"baiklah "
Setelah jasmine pulang, rion pun ingin menenangkan dirinya... dan pulang kerumahnya.
"rionn, kau tega sekali dengan ku, hiks.. hikss" jar meira menangis.
"rion, aku tidak akan lagi mengganggu hubungan kalian" sambung meira menangis.
-
rion yang sedang cemas dan panik, dari tadi dia menelfon meira tapi handpone nya tidak aktif.
"meira kau di mana" teriak rion frustasi mengacak ngacak rambutnya.
"kak rion kenapa?" tanya nazia masuk ke kamar rion, karena teriakan rion sampai terdengar dari luar kamar.
"tidak apa apa"
__ADS_1
"heyy apakau menangis?" tanya nazia karena melihat air mata di pipi rion, "tidakkk" jawab rion menghapus air matanya.
"cerita aja kak gpp kok"
"jadi kakak sama meira berantem besar besaran tadi" jawab rion dengan wajah yang sedih.
"kasian sekali, yaudah aku keluar dulu ya kak" pamit nazia kepada kakaknya, rion pun mengangguk.
/
"meira, kau kenapa, mau pergi kemana" tanya nadin melihat anak nya itu menarik koper.
"meira mau ke london bunda" jawab meira tersenyum palsu.
"lohh, kenapa, cepat sekali" jar nadin kepada anaknya.
"sorry bunda, ada urusan di sana, tidak apa apa kan bun?" meira menggeggam kedua tangan nadin.
"baiklah, hati hati di jalan sayang" kata nadin mengusap puncak kepala meira.
"bunda, kalau ada yang mau nyari meira bilang aja meira ga mau di ganggu, plis bun" kata meira memohon.
"baiklah nak" jawab nadin, dan meira pun mencium tangan sangat ibunya. sebenarnya dia sangat meninggalkan ibunya ayahnya dan rion tapi kalau dia di sini bakal mengganggu hubunga rion dan jasmine.
-
"iya mom"
"loh kau kenapa nak berantakan seperti itu" tanya nazwa melihat rion baju berantakan dan rambutpun.
"tidak apa apa mom, rion masuk dulu" pamit rion, mengambil surat itu.
"entah kenapa rion seperti itu" tanya nazwa pergi.
Sedangkan rion, dia sedang membuka lipatan kertas dan membacanya...
"Rion, Aku nulis surat ini sambil mengingat persahabatan kita yang pernuh kegembiraan dan tawa, sejak kecil kita main basket bareng, lari lari an di bukit... Dan kau bikinin mahkota indah dari ranting dan dedaunan, semuanya begitu indah buat ku kenal.. Persahabatan kita begitu dekat rion, sampai akhirnya kau jatuh cinta dengan jasmine. Aku gak tau ngejelesin persaan aku saat itu, aku seneng bisa ngeliat kau bahagia.. Tapi aku juga ngerasa kehilangan kau rion:( aku cemburu.. Karna kau tidak punya banyak waktu lagi buat ku.. Aku sadar, aku gak mau kehilangan kau rion.. Karna aku tau kau cinta banget sama jasmine... Dan suatu saat nanti, pasti kau akan menikah dengan jasmine.. Dan saat itu tiba aku gak mau ada kata perpisahan di antara kalian.
Aku tau kau cinta banget sama jasmine rion, maka nikahi lah wanita yang kau cintai..
Aku pergi rion, jangan cari aku, aku bakal baik baik aja.
-MEIRA NUR RIZKY-
__ADS_1
Rion yang membaca isi surat ituu menangiss..
"tidakkkk !! meira!!!!" teriak rion hingga di dengar oleh orang orang di rumah, nazwa, nazia pun langsung masuk ke kamar rion.
"heyy ada apa kenapa kau menangis, kau kan jantan" kata nazwa mengusap bahu anaknya.
"meiraa" panggil rion sedih.
Nazia melihat kertas dan membacanya.
"sudah kak mungkin ini yang terbaik buat meira, padahal kak gilang tau... upss!!" jar nazia menutup mulutnya.
"gilang tau kenapa" tanya rion kepada adiknya.
"emmm ituu, tentang meira" jar nazia tidak bisa berbohong.
"di mana gilang?" tanya rion kepada nazwa dan nazia.
"dia sedang keluar negeri nak ke london" jawab nazwa kepada anaknya.
rion pun langsng mengambil handpone dan menelfon gilang.
Rion:
gilang, kau tau tentang meira
gilang:
eh dari mana kakak tau?
rion:
itu tidak usah di bahas, cepat katakan..
gilang:
emmmm, aku tau kalau meira cinta dengan kak rion, sejak itu pas makan malam di rumah , kau yang sedang menembak jasmine, dan meira melihat nya, dia menangis kak, sepertinya dia suka dengan mu.
tut....tut...tut..
"aku laki laki bodohh, bodohh , aku bodoh sampai aku tidak tau meira suka dengan ku!!" teriak rion histeris.
"oh jadi karna itu, sudah sudahh" kata nazwa menenangkan rion.
__ADS_1