
Gilang yang menatap adiknya, dia merasa iba karena sudah 7 hari lebih belum bangun, gilang selalu setia menunggu adiknya walaupun adiknya itu menyebalkan tetapi dia tetap sayang.
"hey gilang, ayolah makan dulu" ajak meira mendekati tubuh gilang, gilang hanya menggeleng.
"oh ayolah, nazia bakal baik baik saja" sambung meira tersenyum dan menyuapi gilang lalu gilang pun menerima sendok dan masuk ke mulutnya.
beberapa saat, gilang hanya menggenggam tangan adiknya itu, tapi.. tiba tiba jari tangan nazia pun bergerak membuat gilang dan meira terkejut, nazia perlahan lahan membuka matanya.
"kak gi.. gilang" ujar nazia lemah.
"hey kau telah sadar, syukurlah" kata gilang tersenyum, "mommy, daddy, nazia sudah sadar" teriak gilang, membuat nazwa , hajir, dan rion berlari ke dalam ruangan.
"mommy, daddy, kak rion" panggil nazia tersenyum.
"anak mommy" jar nazwa tersenyum dan mendekati nazia yang terbaring.
gilang pun tersenyum, tidak lupa pula meira, dia bahagia sekali. teman nya itu sudah sadar.
__ADS_1
"meira, besok aunty bakal ngadain makan malam, kamu ajak keluarga kamu ya meira" ajak nazwa mengusap lembut tangan meira.
"iya aunty meira bakal dateng kok" kata meira tersenyum. dan nazwa pun mengangguk.
meira yang berduduk di luar ruangan nazia, dia menatap layar handpone nya.
"meira" panggil rion tiba tiba datang, rion yang menggandeng tangan jasmine.
"ya?"
"meira ayo makan malam bersama"
"bersama gilang" jawab rion, rion pun memanggil gilang untuk makan malam bersama. "ada apa kak" tanya gilangkarena rion memanggil nya."ayo makan malam bersama" ajak rion. gilang pun mengangguk.
gilang yang keluar dari ruang rawat, dia melihat meira yang duduk menuggu dengan jasmine.
"dengan meira kak?"tanya gilang, dan rion pun mengangguk. huh ! dengan bocah itu lagi.
__ADS_1
setelah sampai di restoran, meira yang dusuk berhadapan dengan dua pasangan yang mesra itu membuat dia baper.
sedangkan gilang dia menyadari meira yang sedabu cemburu. melihat jasmine dan rion bersuapan, gilang pun mengangkat sendok untuk memasukan ke mulut meira, dan meira pun menerima.
"makan yang banyak bocah" kata gilang mengusap kepala meira, sedangkan meira tidak percaya kenapa pria itu menyuapinya.
"thankyou'
"hey apa kalian pacaran?" tanya rion tidak percaya.
"iya emang nya kenapa kak, kakak cemburu" tanya gilang bersifat dingin, "tidak, aku turut bahagia" jawab rion bahagia, begitu juga dengan jasmine dia ikut senang.
gilang yang menatap meira yang memakn dengan lahap, hingga ada sisa makanan di ujung bibir meira.
"hey bisakah kau jangan bersifat bocah" ujar gilang menyapukan mulut meira dengan tissue, meira yang jantung nya berdegup kencang apalagi gilang.
mohon maaf ya author update nya tadi telat, soalnya aku sibuk ngerjakan tugas sekolah, oh iya...
__ADS_1
#MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN,SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA BUAT YANG MUSLIM, THANKYOU ALL#