
Meira dan nadin pun pulang, meira tidak ingin berlama lama di sana.
~
drttttttt....drtttttt bunyi handpone meira. meira yang membuka matanya, padahal itu masih baru pagi.
rion:
meira
meira:
ya ada apa?
rion:
apa kau sibuk hari ini, jasmine mengajak kita untuk makan bersama.
meira pun berpikir sejenak di sela telepon, dia sangat sedih kalau jasmine ikut, meira maunya sama rion saja.
meira:
kau saja yang makan dengan pacarmu itu!!
tut....tut...tutt panggilan di matikan meira.
"meira, mei" jar rion betul betul cemas.
"hiks... hiks.. rion tega, rion udah berubahhh!!" tetiak meira frustasi. meira menghapus air matanya di pipinya. meira pun memilih untuk tenang. lalu meira mencari buku diari dan membukanya, munculah fotonya dengan rion waktu kecil
"hiksss, hikss, aku rindu rion yang dulu" tangisan meira penuh kesedihan.
tok...tok...tok... "nak apa kau sudah bangun" jar nadin mengetuk pintu kamar meira.
meira pun berhenti menangis dan menghapus air mata.
"iya bunda, aku sudah bangun" jawab meira tersenyum palsu.
__ADS_1
-
"apa meira tau kalau aku pacaran dengan jasmine?" tanya rion dengan dirinya sediri.
"maafkan aku meira" sambung rion berbicara kepada dirinya sendiri.
/
meira yang sedang melamun di meja kerjanya, dia melamuni rion.
"kenapa nasib ku begini" jar meira cemberut, hari ini dia sangatlah tidak bersemangat.
tiiba tiba, ada seorang begawai di butik meira pun mengetuk pintu..
tok..tok.tok , "ya masuk" jar meira tersenyum palsu.
"ada yang mau bertemu dengan nona" kata seorang pegawai itu.
"suruh dia masuk" ujar meira tersenyum manis kepada pegawai itu, pegawai itu pun mengangguk. "saya permisi"
dan siapakah yang datang ke butik meira?? ternyata rion!
"meira" panggil rion.
"apa kau baik baik saja?" tanya balik rion cemas.
"ya.. aku tidak baik baik saja" jar nya masih mengalihkan pandangan. "maafkan aku meira sudah mengabaikan mu" ucapan rion betul betul minta maaf.
"ya tidak apa apa"
"benarkah?"
"ya" jawab meira begitu singkat.
"baiklah kalau gitu, ayo kita makan bareng jasmine" ajak rion tersenyum. "aku tidak mau" ketus meira dia menampilkan muka cemberut.
"kenapa tidak mau meira?" tanyanya. "pokonya aku tidak mau ikut, kau saja berduaan sengan kekasihmu itu, dan waktu mu untuknya" kata meira tidak bisa menahan amarahnya lagi kali ini dia merasa di permainkan.
"maafkan aku meira telah mengabaikan mu" ujar rion minta maaf.
__ADS_1
"aku tidak apa apa, kau makan saja dengan nya" senyum palsu meira keluar di bibirnya.
MEIRA POV
aku rasanya ingin menangis di tempat itu, tapi aku tidak mau membuat rion cemas dengan ku , sebab itu lah aku menyembunyikan kesedihan ku dan pura pura bahagia.
hatiku sangatlah sakit, rion telah mengabaikan ku, dan dia berpacaran dengan jasmine, andai saja rion tau kalau aku suka dengan nya apakah yang akan terjadi. tapi yasudah lah.
"ayolah meira, aku mohonn" mohon rion dengan tulus.
"aku tidak bisa" aku pun tersenyum palsu.
"pliss, aku mohon meira, aku tidak akan pulang dari sini" , aku berpikir sejenak daripada rion repot repot di tempat ku, lebih baik aku ikut makan siang dengan nya dan jasmine, meski ini sangat menyakitkan bagiku.
aku pun mengangguk pelan, padahal ini sangat berat nanti bisa bisa aku menangis melihat kemesraan mereka.
"terimakasih meira, ayo" ajak rion tersenyum kepadaku.
AUTHOR POV.
meira dan rion pun menuju ke restoran, tampak jasmine yang sudah datang dari dulu, rion pun tersenyum, meira hanya mengikuti rion dari belakang.
"hai meira" sapa jasmine tersenyum.
"hai" ujar meira tersenyum palsu.
Mereka pun makan siang dengan tenang, tampak jasmine yang sedang memeluk lengan rion, dan rionn... dia mengusap puncak kepala jasmine, meira ingin menangis di sana tapi do tahan nya.
"emmm, rion kabar nazia gimana?" tanya meira tapi tak di hiraukan rion, rion malah asik dengan jasmine, meira rasa dia tidak di butuhkan di sana. ini sangat menyakitkan baginya.
"aku pulang dulu, kalian lanjutkan saja" pamit meira kepada jasmine dan rion, lagi lagi tidak di jawab rion ataupun jasmine.
Setelah itu meira berlari pergi, dan menangis, hari nya pun hujan. meira susah mencari taksi karena hujan nya lebat sekali.
"sayang kau lucu sekali" ujar jasmine , "meira apakah makanan nya enak" tanya jasmine melihat ke tempat duduk meira tapi orang nya tidak ada.
"hey kemana meira" tanya rion bingung.
"kau tenang dulu sayang, mungkin meira lagi di toilet, kalo dia belum kembali berati.." ujar jasmine menenangkan rion.
__ADS_1
'apa mungkin meira pergi karena tidak di hiraukan, meira maafkan aku' gumam rion dalam hati.
meira yang berjalan mencari taksi tapi tidak ada sama sekali, dia masih menangis.