Half Of My Heart

Half Of My Heart
maling tampan


__ADS_3

Pagi yang cerah, meira yang mengerjap matanya, dia membalikan tubuhnya, meira pun terkejut karena ada gilang yang masih tidur di sebelahnya.


"whatttt!!!" teriak meira, membuat gilang terbangun, meira pun melihat pakaian nya untung saja pakaian nya masih tertempel di tubuhnya, berati dia tidak melakukan apa apa.


"dasar kau, ngapain di sini" teriak meira kesal.


"tidak apa apa" jar gilang menatap tajam meira.


"hiks...hiks kau tidak merebut perawan ku kan" jar meira menangis.


"imut sekali" gumam gilang dalam hati.


"dasar cengeng, tidak mungkin.. aku cuman mau tidur di samping mu saja" jelas gilang mengusap air mata meira, gilang sambil tersenyum manis.


meira yang melihat gilang tersenyum merasa terkejut, selama ini meira hanya melihat gilang dengan sifat dinginnya.


"kau tersenyum?" tanya meira kepada gilang baru kali ini meira melihat gilang tersenyum.karena setiap harinya gilang bersifat dingin.


"ya, jadi kau beruntung" kata gilang menarik ujung hidung meira. dan pergi begitu saja, entah kenapa meira bahagia kalau gilang bersifat lembut dengan nya.


"Oh tidak, jangan sampai aku di baperri olehnya" jar meira menggeleng kepala.


Setelah itu meira memutuskan untuk pulang ke rumah nya.secara diam diam, untung saja di rumah gilang tidak ada siapa siapa, jadi bisa pergi diam diam.

__ADS_1


"rumah sebesar ini tidak ada pekerja nya apa" tanya meira bingung... meira pun berhasil kabur.


Sedangkan gilang, dia selesai mandi dengan handuk yang melilit di pinggang, hingga telanjang dada terlihat dada bidangnya yang berotot.


Setelah gilang memakai pakaian, gilang pun langsung ke kamar meira. dan meira nya tidak ada.


"kemana tu bocah?" tanya gilang, dia pun segera ke ruang cctv untuk melihat apa yang di lakukan meira.


"ternyata dia kabur, tenang saja, aku akan datang ke rumahnya" jar gilang tersenyum entah apa yang membuat gilang bahagia didekat meira.



Sedangkan meira, dia telah sampai di rumah nya dan langsung masuk.


setelah itu meira pun langsung mandi membersihkan diri.


"bagaimana ya keadaan butik di indonesia?" tanya meira meraih ponsel untuk menelfon pegawainya. meira terkejut karena rion berberapa kali menelfon nya.


"i'm sorry rion" jarnya, meira mengabaikan nya, dan meira menelfon salah satu pegawainya.


Setelah menelfon, bahwa butik nya baik baik saja di indonesia, bahkan banyak orang pengunjung, meira berpikir "apa aku membuka toko butik ya di sini" ujar meira. "aha, itu ide bagus, daripada aku di rumah, lebih baik aku membuka toko butik di london" jarnya tersenyum puas.


Setelah itu meira pun segera mengurus butik nya yang akan di buka nanti. Meira tersenyum ternyata ide nya cemerlang juga, dan setelah mengurus toko butik nya, dia segera pulang kerumah karena hari mulai malam.

__ADS_1


Meira yang sibuk mengurus toko yang akan di bukanya nanti, hingga meira tidak sadar kalau sudah jam 12 malam.


"Ya ampun, aku sampai lupa waktu" jar meira menggeleng.


meira pun mendengar orang yang mengetuk pintunya. masa malam malam begini ada orang yang bertamu, iii seram sekali.


"tokkkkkk.....tokkkkkk...tokkkkkk" ketukan pintu itu semakin keras, hingga meira memberanikan dirinya untuk membuka pintu, meira yang mengambil sapu siapa tau orang itu maling. lalu meira pun membuka pintu nya dan....


Bukkkkk....bukkkkk... dubakkkkk!!! meira memukul orang itu.


"woy bocahhh, apa yang sedang kau lakukan!!" teriak seorang pria yaitu gilang, ternyata orang yang dipukuli meira adalah gilang.


meira melihat wajah gilang..


"maling tampan begini" gumam meira dalam hati.


meira pun panik, dia segera menutup pintu nya tapi di tahan oleh gilang dan gilang berhasil membuat pintu itu terbuka lebar.


"ya ampun, buat apa kau di sini?" tanya meira panik karena melihat gilang kesakitan.


"dasar bocah ini!!" kesal gilang... dia langsung menerobos masuk ke rumah meira.


"dasar kau tidak tau sopan santun" jar meira geram.

__ADS_1


"lihatlah ini gara gara dirumu memukuli ku, tangan ku jadi bengkak dan biru" kata gilang menatap tajam ke arah meira, padahal gilang biasa saja dengan tangan nya itu, tapi dia ingin meira yang mengobatinya... apakah ini yang namanya cinta?


"baiklah aku akan tanggung jawab" jar meira mengambil air hangat untuk mengompres tangan nya gilang.


__ADS_2