Half Of My Heart

Half Of My Heart
tasya adalah anaknya becca


__ADS_3

becca terkejut kenapa anak kecil perempuan itu ada di tangan meira dan gilang, becca semakin takut kenapa anak kecil itu bersama meira dan gilang, becca menjadi khawatir, anak kecil perempuan itu...


anak perempuan kecil itu kan anaknya? lalu kenapa ada di meira dan gilang, becca semakin khawathir, becca kira anak nya itu akan mati, dan ternyata?


flashback ON


"alex!! kau harus tanggung jawab! kau sudah menghamili ku!" teriak becca kepada alex.


"becca bagaimana mungkin, aku tidak pernah kebablasan begitu" ujar alex santay saja.


"ini anak kau! kau harus tanggung jawab" teriak becca kembali.


"becca, aku tidak bisa, aku masih melancarkan bisnis ku" jawab alex.


"lalu bagaimana?" teriak becca histeris.


"kau urus saja sendiri, aku pergi dulu" pamit alex , membuat becca kesal, hmmm.. apa gugurkan saja ya anak yang di kandungan nya, tidak mungkin!


"lebih baik aku lahirkan anak ini, dan aku buang" jar becca berjalan keluar ruangan itu.


becca pun memutuskan untuk pergi ke amerika untuk melahirkan bayi itu. dan dia akan balik ke indonesia dan membung bayi itu.

__ADS_1


"itu ide yang bagus" jar becca.


Setelah beberapa bulan becca lewati, diapun akhirnya melahirkan anak perempuan (tasya yang di asuh oleh meira).


setelah becca melahirkan anaknya di amerika, becca pun ke indonesia untuk ke kantor gilang dan menggoda gilang, tentu saja dia mau. dan ternyata gilang tidak tergoda sama sekali dengan becca.


Beberapa bulan pun berlalu hingga umur anak becca sudah satu tahun, anak perempuan itu akan di buang becca di pinggir jalan, dia harap tidak ada yang mengambil anak itu.


becca juga menulis surat siapa tau ada yang menemukan nya , paling pemulung yang akan menemukan anak nya itu, tapi siapa sangka meira dan gilang yang menemukan bayi nya.


flashback OFF


becca khawatir kalau gilang mengetahui itu adalah anaknya, pasti gilang tidak mau dengan nya.


.


"gilang, aku akan keluar berjalan dengan tasya" ujar meira berjalan ke arah pintu luar.


"ya hati hati" sambung gilang fokus ke laptop nya.


meira sangat senang dia akan ada teman kecil yaitu tasya, meira pun senyum manis kepada karyawan yang ada di kantor gilang.

__ADS_1


"hey mbak ini ramah sekali ya" bisik karyawan.


setelah di luar meira asik menggendong tubuh tasya, meira pun ingin membeli eskrim untuknya dan baby tasya.


tapi siapa sangka... becca menghentikan langkah nya, membuat meira berhenti sambil menggendong erat tasya.


"darimana kau dapat anak itu?" tanya becca , meira semakin dibuat curiga.


"di pinggir jalan emang kenapa" sambung meira melihat wajah tasya, kenapa tasya mirip sekali dengan becca? apa jangan jangan!


"kembalikan bayi itu padaku" ujar becca menatap tajam ke arah meira.


"kenapa? emang anak ini siapa kau!" kata meira menolak, memberikan anak itu pada becca ? huh tidak akan!


"hey kembalikan anaku!" teriak becca kecoplosan, becca pun menutup mulutnya.


"hah apa dia anakmu! huh dasar kau kejam, berani beraninya kau membuang anakmu sendiri" balas meira, becca pun menarik paksa tubuh tasya yang di dalam gendongan meira, sedangkan meira memberontak, tasya pun menangis.


Dua orang yang bebaju serba hitam pun menolong meira dan tasya, sedangkan becca berlari kabur.


"nona tidak apa apa?" tanya orang itu.

__ADS_1


"yeah tidak apa apa" ujar meira.


"anda di suruh tuan gilang kembali ke kantornya" sambung orang itu, "terimakasih" jar meira tersenyum, dia bernafas lega karena gilang sempat mengirimkan bodyguart nya mencarinya jika tidak? tasya akan di ambil becca.


__ADS_2