
Dua sahabat sedang bercanda tawa. Yaitu rion dan meira. Ya mereka , bersahabat dari kecil itu sangat menyenangkan hingga sampai dewasa, rion sangatlah menyayangi meira sahabat nya.
"hey rion, mau di bawa ke mana aku?" tanya meira penasaran. Karena tangannya di tarik oleh rion.
"ikut saja bersama ku meira" jawab rion tersenyum. Meira gadis itu hanya tersenyum.
"wah sangat indah" meira sangat bahagia karena melihat taman bunga.
"baguskan aku baru beli taman ini" jelas rion tersenyum kepada sahabatnya itu.
"kau memang sudah sukses rion, lihatlah kau membeli taman bunga yang sangat besar ini, good joob." kata meri tersenyum.
Rion memanglah sudah sukses dia hanya ingin menjadi dokter seperti nazwa. Dan akhirnya tercapai menjadi dokter, rion memiliki cabang rumah sakit terbanyak dan terbesar. Dan meira? Meira adalah pemilik toko butik yang besar yaitu MEIRA BOUTIQUE Mereka berdua sama sama sudah sukses.
"terima kasih meira, ayo kita mengelilingi taman ini" ajak rion tersenyum, meira dan rion berkejarkejaran di taman bunga itu. Tampak hari sudah mulai gelap dan malam hari pun tiba.
Malam harinya. Rumah keluarga ahmad.
"kalian berdua tidak ada yang mau menikah?" tanya nazwa kepada dua putranya itu. Nazwa melihat kedua putranya itu yang makan makanan dengan lahap di meja makan.
"nanti saja mom, kak rion aja yang duluan" ujar gilang lanjut memakan makanannya.
"boy kau saja yang duluan"jawab rion kepada adiknya itu.
"dasar kedua kakak ku ini sama saja" jar nazia.
"boy, bagini saja, kalau kalian kasih menantu kepada kami, maka daddy beri hadiah untuk kalian" kata hajir.
"emanganya hadiah apa dad, tantangan macam apa ini" tanya gilang malas.
"kalian akan nyesal loh kalo ga mau, hadiahnya sebuah kapal persiar , mau tidak" lanjut hajir tersenyum.
"kalo itu aku bisa beli sendiri dad" jar gilang tersenyum.
"boy,ikuti saja tantangan ini boy" sambung rion kepada gilang.
__ADS_1
"pasti aku yang menang kak rion" kata gilang percaya diri.
"boy. Jangan percaya diri dulu" balas rion berbicara pada gilang.
"idih yang pasti aku lah yang duluan nikah"sambung nazia.
"ha...ha...ha, adiku kau punya pacar apa tidak??" tanya gilang tertawa.
"aku memang punya kenapa, emangnya kau punya pacar juga"kesal nazia. Nazwa dan hajir hanya menggeleng melihat putra dan putrinya itu bertengkar.
"heh aku punya banyak perempuan, dan bahkan aku bisa menyakiti perempuan" jelas gilang menantang nazia.
"nah itu baru anak daddy fakboy" lanjut hajir bangga kepada gilang.
"dasar anak sama ayah sama aja, sama sama fakboy" jar nazwa kesal.
"sayang biarkan saja dia jadi seperti aku kaya dulu" kata hajir tersenyum mengingat masa lalunya. Nazwa hanya menggelengkan kepala.
"rion, kenapa kau tidak menikah saja dengan sahabat mu anak aunty nadin?"tanya nazwa kepada rion.
"dia kan hanya sahabat ku mom, lagipula dia menganggap ku hanya sahabat saja" jelas rion. Padahal meira sangat cinta sekali dengan rion.
Nazia pun yang menjawab:
"idih enak banget ka gilang nyuruh ka rion" kesal nazia.
"udah udah, jangan ribut ribut" tegur nazwa kesal dan sedikit berteriak.
"gara gara kau!" jar nazia menyalahkan kakaknya.
"loh kan kau yang duluan memulai" kata gilang kesal.
"sayang lihatlah anak mu itu!" ucap nazwa kepada suami nya, padahal hajir memang membiarkan anak nya itu.
"dasar kaka menyebalkan" ujar nazia memeletkan lidah ke kakaknya.
__ADS_1
"apa kau bilang!!" sambung gilang kesal.
"diammmmmm!!!" teriak hajir membuat rion, gilang, dan nazia diam menciut melihat daddynya marah. Apalgi para pembantu di situ dan para bodyguart nya tidak berani.
"nah begitu dong diam" jar hajir tenang.
"kalian lanjutkan makan malam, daddy dan mommymu mau tidur" pamit hajir.
"baiklah" kata rion , gilang, dan nazia.
"eh mau ke mana kau?" tanya nazia melihat gilang kakak nya berjalan meninggalkan.
Langkah gilang pun terhenti dan kembali berkata:
"jangan kepo" ujar gilang dengan sifat dingin.
"idih menyebalkan, dasar!!!" teriak nazia kesal.
"sudah makan aja" tegur rion.
"kak rion sama kak gilang beda, kak rion baik dari pada kak gilang menyebalkan" ketus nazia kembali makan.
"kak gilang baik kok" jawab rion tersenyum.
"baik kata siapa, lagian baik dengan siapa juga" kata meira.
Rion pun tertawa kecil dan kembali berkata:
"iya baik kepada pacarnya" tawa rion.
"hedehh kirain sama siapa" sambung nazia.
Rion dan nazia pun melanjutkan makannya dan nazia berkata:
"kak rion ajak dong sahabat kakak ke sini, soalnya aku mau kenalan, biar ada temen di rumah" ujar nazia memohon kepada kakanya.
__ADS_1
"iya adek kakak yang cantik, nanti kak rion ajak sahabat kakak ke sini" jawab rion tersenyum.
"yeyy, makasih kakak" jawab nazia memeluk rion , Nazia Baru sekolah SMA.