
Tok...tok...tokk.... bunyi ketukan pintu, "ya masuk" jar meira.
"maaf nona, ada yang mau bertemu dengan nona" kata pegawai itu. meira pun memijit pelipis nya, emang siapa yang ingin bertemu dengan nya?
"suruh masuk"
"baik nona"
Seorang pelayan itupun keluar, dan salah satu pria tampan pun masuk ke ruangan meira, tampak meira terkejut.
"alex?"
"hey meira, how are you?"
"Yes, I am fine.. alex"
"bagaiman kau tau butik ku" tanya meira bingung, karena alex dan dia baru kenal.
"tidak usah di pikirkan!, hari ini ayo makan siang" ajak alex tampak meira pun berpikir sejenak, "hmm,Alright then" jawab meira tersenyum. mereka pun menuju ke sebuah restoran untuk makan siang.
Tampak meira yang memilih makanan di buku menu, sedangkan alex dari tadi melihatnya.
"kayanya kau bukan orang sini, kau dari mana" tanya alex tersadarkan oleh meira.
"i'm from indonesia" jawab meira tersenyum, tampak alex pun tersenyum.
"Oh kau dari indonesia, cewek indonesia cantik ya"
"itu pasti, apa kau pernah ke indonesia?" tanya meira balik.
"pernah, tapi cuman berbisnis doang" jawab alex meminum sebuah kopi.
__ADS_1
"Oh ya" , alex pun mengangguk, setelh pesanan datang, merekap un makan makanan dengan tenang.
"Owh ya ampun, apa kau tidak sadar ada bekas makanan di bibir mu" jar akex tersenyum begitu lucunya perempuan itu. alex pun langsung menyapukan sebuah tisu ke arah bibir meira.
"thank you"
'gadis lucu' gumam alex tersenyum.
Setelah itu mereka pun telah selesai makan siang.
"alex thankyou atas makan siangnya, aku pamit dulu"jar meira melambarikan tangan dan berjalan masuk ke butik, alex pun melambaikan tangan nya.
Setelah selesai di butik, meira pun langsung pulang ke rumah. terlihat gilang yang sedang duduk di sofa dan menatap tajam ke arah meira. lagi lagi gilang melihat meira seperti itu.
"ada apa?" tanya meira bungung.
"mulai besok kau makan siang dengan ku, kau besok ke kantorku, dan.. jangan menolak! kalau tidak butik mu akan hancur" ancam gilang , dia sudah tau kalau meira pergi bersama alex, apa dia cemburu, tapi gilang tidak menyadarinya.
"Oh my god" ucap meira kesal.
Meira yang merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mentap anak langit.
"Ya ampun, semakin hari semakin banyak si pria menyebalkan itu melunjak" kesal meira dia hanya bisa sabar.
"Oh baiklah lebih baik aku menelfon bunda dan ayah"
Meira:
hay bunda, apa kabar?
Nadin:
__ADS_1
baik nak, kau juga apa kabar, jangan merepoti gilang ya.
meira:
ya ampun bun, justru dia yang merepotkan ku.
nadin:
baiklah gilang itu baik.
meira:
Sudah lah bun, ayah mana? dan gibran mana?
nadin:
ayah tidur dan juga tidur gibran .
meira:
Oh baiklah, aku kemaleman sekali menelfon bunda, salam buat ayah dan gibran bun.
nadin:
iya sayang.
meira"
bye bun.
tut...tut...tut... panggilan berakhir.
__ADS_1
tanpa sadar meira tertidur dengan nyenyak.