Half Of My Heart

Half Of My Heart
bocah


__ADS_3

"aku kira kau maling" ketus meira sambil mengompres tangan kekar gilang.


gilang pun terkekeh dan berkata..


"aku maling perempuan" jawab gilang kepada meira.


"ceh,mau apa kau ke sini" tanya meira kesal pria itu mengganggunya terus.


"kenapa kau kabur tadi" ucap gilang menatap lekat wajah cantik meira. meira pun menjawab..


"aku tidak mau merepotkan mu kau tau itu, maka cepatlah pulang" kata meira fokus mengompres tangan gilang.


"aku di suruh aunty nadin, lagipula kalau tidak keinginan bunda mu , mana mau aku " ujar gilang kembali bersifat dingin.


"aku juga gak sudi, meminta apa bunda kepadamu?" tanya meira.


"aunty nadin tadi menelfon ku, dan dia menyuruhku kau tinggal bersamaku" jelas gilang santay.


"aku gak mau se atap dengan mu" tolak meira menggelengkan kepala, mana mau dia seatap dengan gilang.


"Oh tidak mau ya, biar ku telpon bundamu" ancam gilang mengambil handpone nya di dalam saku celana.


"kau benar benar ya!!!" jar meira... "baiklah oke aku akan tinggal dengan mu, nanti bisa bisa aku di jewer bunda" kata meira malas.


"itu baru bocah yang baik" jar gilang... whatt?? bocahh?? apa apaan gilang itu, meira bukan bocah.


"hey aku bukan bocah"

__ADS_1


"tapi kelakuan mu seperti bocah"


"dasarkau, pulang sana" usir meira kesal.


"besok kau sudah harus di rumah ku, nanti bisa bisa aunty nadin marah" jelas gilang masih duduk di sofa.


"lalu buat apa kau di sini, sudah sana"


"mana mungkin aku pulang, ini sudah malam sekali, besok saja" jar gilang. meira pun terbelalak kaget.


"maksud kau mau menginap?" tanya meira malas.


"ya", meira pun terkejut dan memijit pelipisnya kenapa pria itu harus menginap di rumah nya.


"baiklah "jawab meira berjalan meninggalkan nya.


"hikssss.... hikssss... huaaaaaaa" meira menangis , disadari orang gilang.


Gilang pun merasa bersalah dan berjaln ke arah meira.


"sorry" gilang meminta maaf dan memeluk tubuh meira, sedangkan meira menangis di pelukan gilang.


"Oh my... berhentilah menangis bocah, kau itu harus kuat" jar gilang kepada meira. meira pun mengusap air matanya entah kenapa dia merasa nyaman di pelukan gilang yang hangat.


"Kalau begitu, kau memelukku ada bayaran nya 2 juta" kata gilang tersenyum puas.


"bayaran apanya?, cuman memeluk saja" meira bingung menatap pria itu.

__ADS_1


Entah apa yang di maksud pria itu, selalu saja mengamganggu hidup meira, sebenarmya apa yang di ingin kan pria itu...


"baiklah aku langsung transfer dengan uang ku" ujar meira kesal.


"tidak semudah itu, bayaran nya kau harus bekerja di rumah ku melayani ku melunasi hutang 2 Juta mu itu" jelas gilang tersenyum puas.


"hey kau gila ya, aku tidak mau" kata meira


tidak terima.


"kalau tidak mau, lihat saja butik mu akan hancur, kau tau kan aku siapa" ancam gilang supaya meira mau.


"tuan gilang yang terhormat, baiklah kalau begitu"meira pasrah apalagi bisa dia buat nanti reputasi nya akan hancur. meira pun langsung menuju kekamarnya entah kenapa nasib nya begini sekali.


"bocah aku tidur di mana" teriak gilang didengar di telinga meira. meira pun membalikan badan.


"terserah mu , mau tidur di lantai kek mau di sofa, mau di kamar tu kamar tamu, terserah" kata meira kali ini dia benar benar mengantuk.


gilang menatap punggung meira yang berjalan ke arah kamar nya, terpaksa kalau gilang tidur di sofa , kalau gilang tidur lagi bersama meira bisa bisa meira malah tambah membenci gilang.


Sedangkan meira di dalam kamar, tampak dia sangat kesal dan memukul mukul guling.


"dasar....!? pria menyebalkan itu , perhitungan, keselll....!! " teriak meira hingga di dengar oleh gilang.


gilang tersenyum mendengar teriakan meira...


"dasar bocah, lucu sekali" kata gilang tersenyum manis, entah kenapa dia begitu senang, "apa jangan.. jangan..., iiiii jangan sampai aku menyukai bocah itu" ujar gilang tidak mau mana mungkin dia dan meira akan bersatu.

__ADS_1


__ADS_2