Half Of My Heart

Half Of My Heart
ikatan batin ayah dan anak


__ADS_3

Meira datang dengan wajah lesu,khawatir, dan takut, ya.. karena dia takut tasya akan di ambil alih oleh becca karena becca ibu kandungnya.


"meira , kenapa kau cemberut?" panggil gilang dan di sadari oleh meira.


"hmm.. sebenarnya ibu tasya itu adalah becca" jelas meira menjatuhkan dirinya nya di sofa dengan tasya yang masih di gendongan nya.


"apa!!!!!! dasar j*lang, tidak punya hati membuang bayi !" kata gilang emosi nya telah meluap becca memang tidak punya hati melantarkan anaknya sendiri di pinggir jalan.


"gilang.. aku takut becca mengambil hak asuhnya tasya" ucap meira menangis.


"hey! jangan menangis tasya tidak akan kembali ke becca!" sambung gilang duduk di sebelah meira yang masih menangis.


"tidak usah takut... ada aku!" lanjut meira mengusap air matanya meira. "thankyou" jar meira tersenyum, lalu meira mengalihkan pandangan ke arah tasya yang sedang tertidur pulas.


"gilang aku harus pulang!" ujar meira, "aku antar" sambung gilang, dan meira pun mengangguk kenapa mereka jadi akur begini tapi yasudah lah.

__ADS_1


Setelah itu gilang pun mengantar meira, kemudian mobil gilang pun telah sampai di depan rumah meira.


"pria menyebalkan terimakasih"


"hey berhentilah memanggilku seperti itu!" jar gilang kenapa bocah itu masih memanggilnya begitu?


"baiklah. terimakasih gilang" ujar meira tersenyum, dan masuk sambil menggendong tasya. gilang pun tersenyum melihat tubuh meira yang sudah hilang dan masuk kerumah, gilang pun memutuskan untuk pulang karena harinya telah sore.


sedangkan meira memasangkan popok ke tasya, tampak tasya tertawa.


"mama!" panggil tasya.


"wow kau sudah pintar" sambung meira tersenyum.


tok...tok...tokkk...

__ADS_1


"nak ada teman mu datang" ujar nadin dari luar pintu.


"iya bunda aku segera keluar" kata meira , meira pun menggendong tubuh tasya dan keluar rumah.


Kemudian meira sudah keluar rumah , dia melihat alex yang duduk.


"hay alex kemana saja?" tanya meira sambil menggendong tubuh tasya.


"Oh sorry meira, aku sedang sibuk mengurus bisnis ku" sambung alex , alex pun melihat anak kecil yang di gendong oleh meira.


"ini siapa meira? apakah ...?" tanya alex. "dia anak angkat ku, beberapa hari yang lalu aku mendapatkan dia di pinggir jalan, tega sekali ibunya yang membuang anak ini, padahal sangat lucu!" jelas meira, membuat alex diam. padahal tasya itu anak alex tapi tidak di sadari oleh alex karena alex tidak tau kalau anak nya yang di dalam rahim becca itu masih hidup atau mati.


"huaaaa!" tasya menangis kencang, "tasya mengapa kau menangis, cup..cup.. cup" ujar meira menenagkan tasya.tapi tasya masih saja menangis "bisakah aku yang menggendongnya soalnya lucu" kata alex, "boleh" sambung meira.


Setelah tubuh mungil tasya berada di gendongan alex, tasya pun berhenti menangis .. mungkin karena ikatan batin ayah dan anak.

__ADS_1


"wah lihatlah tasya berhenti menangis kalau sudah di gendong mu!" lanjut meira.


__ADS_2