Half Of My Heart

Half Of My Heart
mawar merah


__ADS_3

Setelah itu, alex pun pamit pulang kepada meira, alex ingin sekali menginap di rumah meira dikarenakan ada hal penting. di dalam mobil alex tersenyum.


"meira aku akan mendapatkan mu" ujar alex diapun langsung fokus menyetir mobil.


Setelah menyelesaikan sesibukan alex pun ingin ke club sendirian.


Setelah sampai di club. banyak yang wanita menggoda alex tapi alex santay saja, dia hanya duduk dengan minum bir.


tapi ada becca yang kebetulan menegur alex dan duduk di sebelah alex.


"Alex , ternyata kau ada di sini" jar becca tersenyum sinis.


"tidak usah menggangguku, aku tidak tertarik lagi dengan mu" sambung alex sinis.


"Oh yaa... aku tau, kau suka dengan meira bukan?" tanya becca sinis. mengapa becca tau karena tadi sore becca memata matai alex dengan meira


"bagaimana kau tau!" alex bingung.


"tidak usah di pikirkan"


"kau tau kan anak perempuan yang di asuh meira?" tanya becca lagi.

__ADS_1


"ya tau kenapa?"


"dia itu anakmu" jawa becca meminum bir.


Alex terkejut berati anak yang di asuh meira itu adalah anaknya! pantas saja dia merasa nyaman di dekat tasya.


"bagaimana alex apakau mau menyingkirkan anakmu?" tanya becca menghasut alex.


"tidak... dia anakku kau tidak berhak melukainya" jar alex karena dia sangat tidak tega dengan darah daging nya sendiri.


"oh ya kau yakinn.. jika meira tau kau akan di benci meira" hasut becca alex. alex tampak berpikir. dia tidak akan termakan dengan hasutan becca. alex tau kalau meira baik dan menerima apa adanya.


"yehhh kau sangat keras kepala" lanjut becca berjalan menjauh dari alex.


----------------------------------------------------------


gilang yang masih di tempat ruang kantornya, dia melihat ke kaca jendela yang besar dan terlihat bangunan bangunan tinggi.


Entah kenapa gilang kepikiran dengan meira dan juga tasya, meira perempuan yang baik ingin mengasuh bayi kecil itu.


"Damn! aku jadi kepikiran meira" kata gilang kesal, tapi kenapa dia merasa nyaman di dekat meira.

__ADS_1


Gilang pun langsung memanggil brian asisten nya.


"ya ada apa tuan" tanya brian.


"hmmm... belikan aku bunga "


"bunga seperti apa tuan?" tanya brian lagi.


"bunga untuk wanita dan se romantis mungkin" jar gilang dengan angkuhnya.


"bunga apa tuan?" tanya brian lagi.


"bunga yang romantis"


"sepertinya wanita menyukai bunga mawar tuan"


"siapkanlah brian" sambung gilang, dan brian pun mengangguk brian pun pamit untuk membeli bunga.


Setelah itu brian pun telah membelikan apa yang di minta boss nya, banyak mawar merah yang banyak itu.


gilang tersenyum, dia akan memberi mawar indah ini kepada meira, rasanya dia tidak sabar akan memberikan bunga itu kepada meira.

__ADS_1


__ADS_2