Half Of My Heart

Half Of My Heart
tidur bareng meira


__ADS_3

Selama dalam perjalanan, meira hanya menangis dan melamun, entah apa yang ada di pikiran meira, dia sangat berat meninggalkan rion , tapi ini sudah yang terbaik.


Setelah tiba di london, meira langsung pergi ke rumahnya dan tinggal di sana.


sedangkan rion yang ke rumah meira, tapi nadin tidak boleh memberi tau kepada siapa pun meira berada, rion tampak frustasi, rion yang menelfon meira berkali kali tapi handpone meira sepertinya mati.


"Oh meira kau di mana??"


.


"maafkan aku rion, semoga kau bahagia dengan jasmine" jar meira menangis.


"Oh my god, aku sampe lupa beli stock makanan" sambung meira. meira pun keluar rumah nya untuk membeli stock makanan di rumahnya.


meira pun pergi berbelanja, setelah pergi berbelanja meira menikmati angin sejuk di london... "kalau kaya gini, aku bisa tenang" jar meira berjalan. Tapi harinya sudah mulai gelap mungkin akan malam hari, Tapi meira sama sekali tidak perduli, dia ingin menenangkan dirinya.


Meira pun duduk di bangku taman, malam hari pun tiba angin yang kengcang membuat meira mengigil.


meira yang sedang asik memakan makanan di taman itu, dia melihat orang berboncengan dengan sepeda. meira jadi teringat dia dengan rion yang main sepeda bareng, tanpa di sadari meira meneteskan air mata antah kenapa dia sangat teringat rion.


"duarrrrrrrr.... petir dari langit, dan turunlh hujan yang sangat lebat, tapi meira hanya menangis yang masih duduk di bangku taman.


"hikss... hikss.. meira lupakan saja" jar meira menangis di tengah hujan, meira sangat tidak peduli.


setelah itu ada seorang pria tampan yang melihat meira yang menangis sendirian dan di tengah hujan.


pria itu menghampiri meira dan memayungi tubuh meira.


"Are you alright (apakah kamu baik baik saja)" tanya pria itu melihat gadis yang di payunginya.


"yes,i'm okey" jawab meira berdiri ingin melihat wajah pria yang memayunginya, tenyata.... dan ... ternyataa pria itu adalah gilang, gilang pun terkejut wanita itu adalah meira , meira juga terkejut, mereka sambil pandang pandangan di tengah hujan.


"kauu" jar gilang kepada meira, tapi meira hanya diam.


"terimakasih" kata meira pergi tapi tangan nya di tahan oleh gilang.

__ADS_1


"jangan nanti kau sakit lagi, aku yang bakal di marahi mommyku, ayo ikut aku" ajak gilang masih mempegangi tangan meira.


"Oh i'm sorry, tidak usah repot repot" jar meira tersenyum palsu.


"heyy, kau ini suka sekali ya mandi hujan, cewek rese ini keras kepala" kata gilang menatap tajam ke arah meira, tanpa basa basi gilang pun langsung mengggendong tubuh meira, tapi meira tidak tinggal diam.


"turunkan aku pria menyebalkan" ujar meira memukul dada gilang, tapi gilang hanya santay saja.


Setelah itu gilang pun langsung menaiki mobil dengan meira. mereka berdua sudah basah kuyup.


"brian, ayo ke rumah" ajak gilang kepada asistennya itu.


"baiktuan"


meira hanya menatap ke luar kaca mobil.


"kenapa kau bisa ada di sini?" tanya gilang dengan sorot mata yang tajam.


"itu bukan urusanmu" jar meira mengalihkan pandangan.


"ceh"


"kenapa kau membawa ku ke sini, bukan ke rumahku" tanya meira kesal.


"karna aku tidak tau rumahmu, sudah lah masuk!" jar gilang menatap tajam ke arah meira. meira hanya diam, gilang yang mulai kesal dia menggendong tubuh meira, meira pun memberontak.


"turunkan aku!!" teriak meira, namun gilang tidak perduli, gilang pun langsung menghempas tubuh meira di kasurr.


"tidur di sini" jar gilang meninggalkan meira.


"dasar tu pria menyebalkan seduniaa!!"


"ya ampun, dingin sekali, apakah tidak ada baju di sini" jar meira tubuhnya yang masih basah kuyup.


Setelah itu, gilang masuk ke kamar meira , gilang membawa baju perempuan.

__ADS_1


"pakai itu" ujar gilang melempar baju ke arah meira. meira pun mengambil baju itu.


"kenapa baju seksi begini, aku tidak mau" tolak meira melihat baju berwarna putih dan celana pendek.


"pakai saja, aku tidak ada baju wanita selain itu" jar gilang mentap tajam ke arah meira.


"dasar, bagaimana ini" gumam meira pelan, tidak mungkin kan dia memakai baju seksi begitu.


"Aduuhh, pria menyebalkan ini" ujar meira geram.


"mau tidak, kalau tidak mau, bajumu yang basah kau pakai itu aku robek" ancam gilang kepada meira.


"oh my god, iya iya iyaa, akan ku pakai" jar meira, tidak ada pilihan lain lagi.


meira pun menuju ke kamar mandi untuk memakai baju seksi yang di berikan gilang, tampak gilang menunggu di sofa.


setelah itu meira pun keluar dengan memakai baju seksi itu.


gilang pun melongo melihat tubuh meira yang seksi dan putih mulus.


gilang hanya menelan ludah nya.


'benar benar seksi' gumam gilang.


'dada nya pun lumayan' gumam gilang dalam hati.


"dasar mesum" kata meira menutupi dua belah dadanya itu.


"kau sangat seksi" kata gilang menatap meira. meira hanya diam dia tidak bisa berrbuat apa apa lagi.


"husss, huss, aku mau tidur" ujar meira mengusir gilang.


"awaskau ya, akan ku terkam nanti" jar gilang, meira hanya tersenyum puas, dia mengunci pintu kamar itu.


Meira pun tertidur pulas , sedangkan gilang yang membuka kamar meira memakai kunci cadangan.

__ADS_1


"peri cantik" ujar gilang tanpa sadar dia tersenyum. malam ini dia ingin tidur bersama meira, entah apa yang membuat gilang merasa nyaman di dekat meira.


gilang yang merebahkan dirinya di sebelah meira. dan tertidur pulas dengan meira.


__ADS_2