Half Of My Heart

Half Of My Heart
Cemburu?


__ADS_3

Tampak hari yang sudah gelap menunjukan malam telah tiba. Meira yang sudah selesai di butik, dia ingin ke rumah, tapi dia ingin duduk santay dulu di sebuah kafe di london.


Meira yang meminum minuman dengan santay, Tapi di sadari ada seorang laki laki yang menghampirinya.


"hay gadis cantik" ujar seorang pria tua.


"hay manis yuk ikut, kita bermain" sambung pria tua lagi.


"pergi kalian jangan mengangguku" kata meira menjauh, tapi tangan nya di tarik oleh pria tua itu (memaksa)


"jangan!" teriak meira, tapi orang orang di sana tampak cuek.


"bukkkkkkkkkkkkkk!!" ada yang memukul pria tua itu. Pria tua itupun kabur karena kesakitan dan ketakutan.


Tampak seorang pria seperti bule tampan yang menolong meira , pria itu berjalan ke arah meira.


"are you okey?" tanya pria itu, meira pun mengangguk, "aku alex, namamu siapa?" tanya putra memperkenalkan diri, "nama ku meira, terimakasih telah menolong ku, aku pergi dulu" pamit meira tapi di tahan oleh laki laki itu. "aku akan mengantarkan mu, tidak baik seorang gadis pulang malam sendirian", meira pun tampak berpikir, betul juga yang di omongin alex. Meira pun mengangguk.


Tampak tubuh meira sudah di depan gerbang rumah gilang besar itu.

__ADS_1


"terimakasih telah mengantarku" ucap meira tulus sambil tersenyum.


"emm yaa, bye bye aku balik dulu, semoga bertemu lagi " pamit alex menjalankan mobilnya.


Tubuh meira pun berjalan memasuki rumah mewah yang gilang miliki. Tampak gilang yang sedang duduk di sofa sambil melihat meira dengan sorot mata yang tajam.


Oh my! Buat apa pria menyebalkan itu menatap meira seperti itu, seperti ingin menerkam mangsanya.


"baru pulang" jar gilang mentap tajam ke arah meira.


"em ya" jawab meira.


"Eh tidak dia bukan pacarku" jawb meira menggeleng apa apaan sih mana ada pacarnya.


"Awas saja kau malam malam pulang dengan pria" kesal gilang langsung meninggalkan tubuh meira yang berdiri kaku, "apa urusannya dengan nya huh!!" kesal meira berjalan ke arah kamarnya.


"hari ini sangat melelah kan, aku rindu sekali dengan bunda dan ayah" ujar meira padahal dia ingin menelfon bunda dan ayah nya ternyata dia telah terlelap tidur.


Pagi yang cerah dan udara yang sejuk, tampak. Dua orang yang sedang makan bersama di meja makan dan sambil berhadapan.

__ADS_1


Meira yang menatap ke arah gilang dan di sadari oleh gilang.


"aku tau aku tampan " jar gilang menyadarkan meira.


"ihh apaan sih, aku menatap mu karena kau itu kenapa kemaren memarahiku bersama pria, apa kau cemburuuu yaaa?"


"uhukkk, tidak, ngapain sih aku cemburu dengan bocah" jawab gilang tersedak mana mungkin dia cemburu!


"oh begitu ya" goda meira tersenyum.


"tiba tiba pria datang kepadaku... Dan pria ini cemburu pada ku, tiba tiba pria datang kepadakuu!!" kata meira menyanyi.


"apa maksudmu aku tidak cemburu" ujar gilang bersifat dingin.


"aku hanya menyanyi saja" lanjut meira memakan roti.


"tapi kenapa musik nya baru aku dengar?" tanya balik gilang. "ini olahan laguku" jawab meira ingin rasanya dia tertawa.


Gilang pun pergi tanpa pamit, gilang telah hilang selera makan karena telah di goda oleh bocah itu, diapun langsung ke kantor.

__ADS_1


"ceh" desis meira melihat gilang pergi, sedangkan dia ingin ke butik karena sarapan nya sudah selesai.


__ADS_2