Hatimu&Hatiku

Hatimu&Hatiku
Pokoknya Bawa Kado


__ADS_3

"Ada apa dengan kalian?"


Seluruh pasang mata melirik akan kedatangan Arunika yang masih di depan pintu dengan wajah penuh tanda tanya.


"Ini nih," tunjuk Ettan ke Gala dan Elee, "manusia yang dua ini. Jadian nggak ada yang mau bilang. Masa iya, kita tahunya dari Pak Adikara yang bukan geng Brokoli? Memalukan ini!" 


"Lah ... gue juga gak tahu calon tunangan gue itu si Gala, Setan! Tahunya pas mau acara lho gue," protes Elee dengan ekor mata melirik gak terima ke Ettan.


"Ya, seenggaknya lo kasih tahu dong lewat grup setelah acara. Masaaa, tahunya dari Pak Adikara. Ini gak adil tahu gak! Gue males sama kalian berdua. Diam-diaman, berantem, egh nggak tahunya sayang-sayangan," cetus Dita nggak kalah sewot dari Ettan.


Arunika mendekat keempatnya yang duduk saling berdekatan. Syukurnya, mereka gak saling gontok-gontokan. Kalau tidak urusannya bisa panjang.


"Lo berdua yang kasi tahu ciri-ciri calon nya si Elee di grup. Kenapa lo berdua yang gak paham itu siapa?" ujar Arunika dengan bibir yang melengkung.


Ettan menoleh. "Jadi, lo sebenarnya tahu dari kita berdua, Run?"


Arun mengangguk. "Iyalah. Terus ... gue kasi tahu sama Mamas. Ternyata ... si Gala udah ngasih tahu duluan ke dia. Ini sih kayak tipu-tipu gue rasa. Gala memang ada aja!" Arunika menepuk pundak Gala.


Lelaki itu menyentuh pundaknya yang kena tampol Arun. "Lo semua kenapa sih? Gue suka ketus sama Elee, kalian marah. Gue jadian sama Elee, kalian juga marah. Nanti, kalau gue jadi nikah sama Elee, kalian ngamok dong ya? Salah mulu gue dimata kalian."


"Yah! Memang kayak gitu, lo kebanyakan diem bae, Gal. Selama ini lo sombong mamat gak mengakui Elee itu cinta-cintanya lo. Mana ditolak berkali-kali. Kalau gue jadi Elee mah ogah!" protes Ettan masih marah.


"Salahnya, Elee memang bukan lo! Jangan kebanyakan mimpi lo, Tan. Sadar dulu. Tarik nafas dalam-dalam, sampai tenaga dalam lo keluar," saran Gala nyolot.


"Yeeee ... beneran nih anak jadi beda gini ya, ketahuan udah cinta sama Elee. Selama ini lo kemana, Maria?"


"Maria?"


"Gala, Tan," saut Dita.


"Udahan dong. Kenapa jadi pada ribut, sih? Ini 'kan berita bagus. Terus, hari ini gue juga ulang tahun. Biasanya, gue dapat surprise dari kalian berempat. Mana surprisenya?" Arunika melebarkan telapak tangannya ke arah mereka berempat.


"Hah, laki lo yang buat rusak menggagalkan surprise kita," jawab Elee santai.


Arunika berkerut kening. "Maksudnya?"


Ettan berdiri dan merangkul pundak Arunika. "Kita tuh ya, udah buat jauh-jauh hari rencananya. Pas ulang tahun lo ini, kami pura-pura lupa. Terus ... pas pulang nanti, kami juga mau lempar lo pake tepung, telur busuk sama minyak goreng. Gak tahunya Pak Adikara merusak." Ettan menatap Arunika dengan senyum misterius.


Yang ditatap malah bergidik ngeri membayangkannya. Dia menepis tangan Ettan dan duduk di bangkunya.

__ADS_1


"Gue nggak mau. Gila lo pada. Syukur ... banget suami gue punya insting yang baik buat biniknya. Kalian ada-ada aja."


Elee menarik kursi kerjanya yang bisa berputar itu untuk mendekati Arun  dan merangkulnya dari belakang. "Lo mau kita jadi zombie?" bisiknya, tepat di daun telinga Arunika.


Secepat kilat wajah Arunika menemui wajah Elee yang menggantung senyuman nakal. "Apaan lagi itu? Nggak usah mengada-ngada dong."


"Lo kali ini nggak oon lagi ya, Run. Keknya, Pak Adikara sukses ngerubah lo jadi ratu," kata Ettan seraya tertawa.


"Jangan buat dia bingung," kata Gala kini berdiri dan datang ke samping kanan Arunika. Lelaki itu bersandar pada meja kerja Arun dan bersedekap. "Karena surprisenya gagal, lo mau apa Run dari kita? Kita kasih buat lo."


Arunika tampak senang mendengarnya.


"Jangan yang aneh-aneh," kata Dita mengingatkan.


"Seenggaknya jangan melebihi budget ya, Run? Tanggal tua ini," timpal Ettan.


"Dih, pelit banget sama sahabat sendiri. Anak orang kaya aja pun perhitungan banget," timpal Elee sewot.


"Yeeee ... gue gini-gini anak mandiri. Bukan minta-minta sama ortu gue, Lele."


"Stop! Jangan ribut. Dengerin dulu yang punya hajatan," tunjuk Dita ke Arunika.


Arunika kembali tersenyum dan membenarkan duduknya. "Gue mau ... kalian semua malam ini datang ke rumah gue. Acaranya bareng keluarga suami gue. Gimana?"


"Permintaan paling keren sedunia," ucap Ettan bersemangat. Dia tertawa-tawa.


Elee berkerut kening. "Lo mau makan gratisan 'kan, Tan? Gue paham lo luar dalam."


"Luar dalam?" tanya Gala kaget.


"Eh, maksudnya luar dalam itu kayak pikiran dan hati yang sejalan sama mulutnya Ettan, Gal," koreksi Elee dengan tampang takut.


"Gue mau, Run!" Dita mengangkat jari telunjuknya ke udara.


"Gue juga pastinya," Ettan bersemangat dua kali lipat dari yang lain.


Gala dan Elee masih pandang-pandangan dalam diam tanpa mempedulikan yang lainnya sedang menantikan jawaban mereka.


"Lo berdua kenapa lagi?" tegur Ettan. "Buruan kasi jawaban. Kita udah mau kerja nih."

__ADS_1


Gala masih berdiam di posisinya dengan tangan yang bersedekap memperhatikan Elee yang kini menatap pada Ettan.


"Gu-gue ikut," Elee gugup.


"Woi! Mata lo keluar baru tahu. Mentang-mentang udah jadian, bisalah ditatap kek gitu," ucap Ettan nggak sabar.


"Gue ikut," jawab Gala tak acuh dan langsung beranjak pindah ke tempat duduknya.


Elee memejamkan singkat kedua matanya.


Kenapa Gala jadi cemburuan kayak gini ya?


"Kenapa, El?" tanya Dita berbisik, melihat tingkah Elee gak biasanya.


Elee mengedikkan bahu, kemudian menarik kursi untuk mendekat ke Dita dan Arunika yang gak mau kalah untuk mendengar alasan yang membuat Gala jadi diam. 


"Gue rasa ... dia salah satu makhluk yang pencemburu. Gue serem sih ya, kalau dia jadi bucin beneran. Bukan apa-apa. Buat dekat sama Ettan aja dilarang gaes," bisik Elee sesekali melirik Gala.


Arunika tertawa kini dengan telapak tangan menutup mulutnya dan mendapatkan pelototan Ettan yang sudah lebih dulu kembali ke meja kerjanya. 


"Kenapa lo, Run? Kumat?" tanya Ettan bingung.


Elee menepuk-nepuk pelan pundak Arunika. Berbeda hal dengan Dita yang hanya menggeleng menatap pundak Gala. Dia benar-benar bingung sama sahabatnya yang satu itu.


"Lo jangan tertawa kayak gitu dong, Run. Kalau ketahuan kayak mana gue?"


Arunika menyudahi tawanya dan berdiri seketika. Sontak saja, Elee dan Dita kaget.


"Apaan lagi sih lo, Run?" Dita kesal.


"Eheeemmm ... gue cuma mau ingatkan kembali, kalau kalian semua harus datang dengan bawa kado malam ini. Kalau nggak ... itu nggak sah ya."


Keempatnya hanya menelan saliva dan kembali menarik kursi ke tempat duduk masing-masing. 


"Kirain penting. Egh, gak tahunya," cibir Ettan kini menyentuh mouse dan hendak bekerja.


Arunika melirik ke kiri dan ke kanan. Dia bingung sama para sahabatnya yang malah mengacuhkannya.


"Pokoknya bawa kado!" serunya dan duduk dengan bibir yang memberut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2