Hatimu&Hatiku

Hatimu&Hatiku
Kejutan Buat Istri


__ADS_3

"Doa setan manjur ya, Run," kata Dita, sesaat Arunika dan Adikara tiba kembali di ruang makan.


"Apaan sih, Dit. Masih belum pasti juga," kata Arunika merasa lemas.


"Tapi Mbak, wajahnya Mbak Arun itu pucat banget lho."


Erica memperhatikan Arunika yang kini dibantu oleh Adikara untuk duduk kembali.


"Lebih baik istirahat di kamar aja, Run," saut Kak Arini. "Kamu memang kelihatan pucat banget ini."


"Kepalaku pusing, Kak."


"Ya udah, istirahat aja. Biar kita yang di sini ngerayain pesta tanpa lo. Mubazir kalau dilewatkan. Kita nggak apa-apa kok, nggak ada lo sama kita," ucap Bang Boy mendapatkan tatapan Arunika nggak senang.


"Biasa aja, Dek," sindirnya.


"Kali ini gue setuju dengan Bang Boy." Ettan tersenyum mengiyakan.


"Besok beli testpack aja, Bang. Cek, beneran hamil gak. Kalau iya, seminggu kemudian baru periksa ke dokter kandungan," saran si Mama.


"Iya, Bang. Beli testpack aja buat jaga-jaga," kata Elena menambahkan.


"Di mana belinya?" tanya Adikara membuat semua orang ingin tertawa.


"Di toko bangunan," celetuk Ettan.


"Emang ada?"


"Astaga, Adi!"


"Iya, Ma?"


Mama Risa menggeleng. "Kamu tau nggak testpack itu apaan?"


"Alat tes kehamilan," jawabnya.


"Lalu? Kenapa mesti nanya lagi di mana belinya, Bang?"


"Lha, Adi nggak pernah beli itu, Ma."


"OMG, Bang. Namanya udah alat tes kehamilan ya belinya di warung," kata Elena menyaut.


Manik mata yang lainnya membesar sempurna mendengar jawaban Elena. Gadis itu tampak kikuk, menoleh ke kiri dan kanannya.


"Salah ya?"


"Iyalah!" saut Erica. "Belinya itu di Apotek. Argh, abang sama ade sama aja."


"Ya, maaf," balas Elena seraya menggaruk kepalanya.


"Ya udah besok aku beli, Ma. Abang bawa Arun dulu ke kamar, ya. Kesian dia nih, diam aja."


"Bawalah, Di. Wajahnya kelihatan pucat banget. Tapi kalau masih gak enakan bawa ke dokter aja."


Papa Suryo ikut khawatir dengan menantunya. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia juga sama dengan yang lain. Ingin memiliki cucu pertama dari Adikara dan Arunika.


Setidaknya, Papa Suryo berhasil memberikan kehidupan yang layak sesuai dengan janji pada mendiang papa Adikara. Apalagi ... sampai melihat sang putra memiliki anak. Ya, tentu di surga sana papanya Adikara turut senang seperti yang dirasakan sama Papa Suryo.


"Ok, Pa."


Adikara mulai sibuk membantu Arunika keluar dari sisi meja.


"Maaf ya, semuanya. Arunika nggak bisa ikut pesta sama kita."


"Nggak apa-apa, Pak. Yang penting makanan sudah tersedia. Sampai pagi pun, kita gas."


"Gila lo, setan!" kata Bang Boy.

__ADS_1


"Lah, iya 'kan, Bang? Kita udah datang ke sini bawa kado seperti yang Arun minta. Gue udah bawa box bayi dong." Ettan menunjuk ke arah box.


"Gue bawa mobil mini cooper," sambung Dita dengan telunjuk yang diarahkan ke tempat yang dimaksud.


Pun dengan Elee. "Gue juga udah bawa rumah-rumahan barbie."


"Lo apaan, Gal?"


Arunika menghentikan niatnya untuk pergi ke kamar, saat mendengar kado-kado yang diberikan sahabatnya di hari ulang tahun dia yang pertama saat menyandang status istri Adikara.


"Gue ... bawa?" Gala beranjak dari atas tempat duduk dan mengambil barang bawaan yang ia letak di atas sofa gak jauh dari ruang makan.


"Gue bawa ini," Gala memperlihatkan car seat.


"Astaga."


"Kenapa, Run?"


Adikara tampak takut, ketika Arunika menyentuh keningnya. Abangnya sejak tadi sudah menggeleng kepala mendengar seluruh kado dari Geng Brokoli.


Keluarga Adikara cuma diam dan menonton kegiatan para Geng Brokoli.


"Sekarang ini yang ulang tahun siapa, Woi?" sembur Arunika meringis sedih.


"Ya, elo lah."


"Jadi, kenapa kalian bawa kado untuk anak-anak?" protes Arunika semakin terasa pusing di kepala.


"Lah, lo 'kan mintanya kado, Run. Yaudah, kita mau ngasihnya itu semua."


"Ettan!"


"Ya?"


"Pasti ini ide lo, 'kan?"


Ettan tertawa dan mengangkat kedua tangannya untuk menepis ucapan Arunika.


"Bu-bukan gue, Run."


"Terus, siapa?!"


Dengan senang hati Gala mengangkat jari telunjuknya sebelum Ettan menunjuk ke arahnya.


"Gue, Run."


"Astaga, Kak Gala. Lo beneran buat gue bingung."


"Gak apa-apa lagi, Run. Kamu harusnya bersyukur, nak. Mereka ini mendoakan kamu di hari ulang tahunmu. Dan doa kita semua sama. Jadi, kamu harus semangat dong."


Mama Risa adalah penyelamat anak Geng Brokoli yang sama-sama menganggukkan kepala sekarang.


Mereka seperti terselamatkan dari ancaman badai yang hendak menyerang.


Arunika kemudian tersenyum. Kalau Mama Risa udah buka cakap, dia nggak akan bisa berkata apa pun lagi.


"Baiklah ... aku ucapkan terima kasih banyak atas kebaikan kalian. Semoga, kadonya bermanfaat. Maaf, aku gak bisa nemani kalian sampai akhir acara. Semoga ... kalian menikmati seluruh hidangan yang telah tersedia. Akhir kata, aku undur diri. Terima kasih."


Ettan bertepuk tangan kemudian. Setelahnya, lelaki itu memberikan bentuk hati melalui jarinya ke arah Arunika. "Saranghae, Run."


"Saengil chukha hamnida, Run," sambung Gala mengherankan semua pihak.


Elee mengerutkan wajahnya mendapati Gala yang semakin aneh. Dia kini tersenyum dan menyoroti kepergian Arunika bersama Adikara menuju anak tangga.


"Mas?"


"Ya?"

__ADS_1


"Kalau aku beneran hamil gimana?"


"Ya bagus dong. Kenapa emangnya?"


"Kamu emamgnya udah siap jadi papa?"


"Siap lahir batin aku. Kenapa kamunya? belum siap?"


"Siap banget. Kan, kita mau punya anak sekandang," celetuknya membuat Adikara terkekeh.


"Kamu kenapa ketawa, Mas?"


Sampai di ujung anak tangga, Adikara malah menggendong Arunika.


"Lho, kok?"


"Biar cepat."


"Emangnya, kenapa? aku pusing, Mas. Tapi kakiku masih bisa jalan loh," balasnya.


"Aku ingin romantis kayak di drama-drama itu lho, Run. Masa, kamu nggak peka juga, sih?"


"Emangnya ... kamu pernah nonton drama, Mas?"


"Nggak."


Adikara mendorong pintu kamar dengan salah satu kakinya. Di sinilah netra Arunika membesar, saat mata itu mendapati balon terbang di atas langit-langit kamarnya yang juga dipenuhi kelopak bunga di berbagai tempat.


Mulut Arunika menganga tak percaya. Sesekali pula dia menoleh ke Adikara yang hanya tersenyum menyaksikan reaksi Arunika.


"Mas?"


"Kenapa?"


"Kamu, kamu yang buat ini semua?"


"Ya, enggak lah. Mana mungkin bisa. Aku bukan ahli di bidang dekorasi, Run. Aku panggil party planner ke sini."


Adikara menurunkan Arunika di sisi ranjang. Mereka berdua pun saling menatap dengan bibir yang melengkung. Wanita yang terlihat amat bahagia itu tak bisa menutupi perasaannya. Kenapa seperti itu? ya, karena Arunika paham benar bagaimana Adikara yang sebenarnya.


Sejak sama-sama saling menyatakan perasaan, dia baru tahu kalau Adikara memang penuh romantis di balik iritnya bicara ketika itu.


"Terharu, ya?"


Adikara yang melihat diamnya Arunika seraya menatap pada semua dekorasi yang cukup memukau sang istri, dengan mata memerah seperti ingin menangis. Memilih duduk di sampingnya.


"Iya, Mas. Terharu banget. Kamu tahu sendiri kayak apa tadi di bawah. Pada ngasih kado ke anak-anak." Akhirnya, air mata itu jatuh membasahi pipi.


Sepertinya hati Arunika sedikit sensitif malam ini.


Adikara memeluk tubuh istrinya dan mengusap badannya dengan lembut.


"Itu artinya, mereka sayang sama kamu dan calon anak-anak kita. Selamat ulang tahun, istriku. Yang terbaik terjadi di hidupmu. Sebisaku akan membahagiakanmu, Run."


Adikara mengurai pelukannya dan menghapus jejak air mata di wajah sang istri, saat Arunika masih meresapi setiap kata-kata yang keluar dari mulut suaminya. Adikara kecup pipi Arunika, sebelum akhirnya berpindah ke bibir ranum bak cherry mateng itu.


"Terima kasih, Mas."


Setelah menikmati momen mesra dari Adikara. Pria itu masih memberikan kejutan berupa kado yang cukup mahal. Adikara jarang memberikan surprise untuk sang istri. Sekalinya di momen penting seperti ini, dia berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Arunika.


"Besok, aku beli testpack juga sebagai kado terakhir, Run."


Bersambung.


****


Bisa-bisanya, Di? wkwkkwk

__ADS_1


.


Okey, jangan lupa tinggalkan like dan komen sebanyak-banyaknya. Oh ya, Gravity of Love aku pindahkan ke K A R Y A K A R S A. Mampir ya. Masih dengan judul yang sama dan nama pena yang sama juga. GRATIS kok. ^^


__ADS_2