HEART OF THE MAFIA

HEART OF THE MAFIA
Bukti Cinta!


__ADS_3

“Aku sangat berterima kasih padamu, Alea.”


Alea tersenyum lebar pada pria tampan yang berdiri di hadapannya.


 Dipandanginya sejenak pria bermata biru sapphire yang terlihat sama seperti Evans tidak ada takutnya pada bahaya sekalipun.


Bila Alea perhatikan pria di depannya, sepertinya pria itu bukan pria sembarangan.


Pria itu berikan tawa kecil tak lepas mata indahnya menatap Alea.


“Aku baru tahu kalau seorang Mafia kejam seperti Evans Colliettie begitu luluh dengan permintaan wanita cantik sepertimu.”


Pria itu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis.


 “Katanya dia tengah bermurah hati hari ini hingga melepaskan kami berdua,” katanya.


Pria tampan tersebut menarik nafas sejenak tanpa memutuskan tatapan matanya. Pria itu seolah mengenalinya.


“Kamu itu berlebihan Jax!” jawab Alea.


Sekalipun pria tampan bernama Jax Olivier mempunyai wajah nan rupawan. Ketahuilah, bagi Alea. J Evander Duquaire Colliettielah sang suami lah yang lebih tampan dibandingkan pria mana pun.


Jack Oliver adalah Bos di tempat Jessie bekerja di Indonesia. Meski terdengar cukup heran kenapa sahabatnya itu kini tidak lagi bekerja di Singapore di perusahan Jeon.


“Sudah berapa lama Jessie bergabung di perusahan mu, Jax?”


“Enam bulan!”


Alea yang tengah sibuk dengan kegiatanya pun mengangkat wajahnya dan memandangi pria berpostur tinggi berwajah bule bukan Asia mengingat pria itu adalah tinggal di Jakarta.


“Sudah enam bulan ini aku mendekati sahabatmu, Alea.


“Yah, akulah yang membuat hubungan Jessie dan Harry renggang,” kata Jax diiringi kekehan.


Alea mendelik, pria itu mengatakan hal yang mengejutkan. Siapa yang tidak tahu dengan hubungan Jessie dan Harry?


Alea pun mengenal kekasih sahabatnya itu.


“Kenapa kamu menghancurkan hubungan sahabatku?”


“Tentu alasanku karena aku menyukai sahabatmu.”


Jax mendekat lalu membungkukkan tubuhnya seraya berbisik pelan.


“Aku tidak suka kalau sahabatmu dekat dengan pria brengsek seperti Harry.”


Alea tercengang. Bola matanya mengedip cepat.


“Aku mengenal Harry, dia pria baik.”


Jax menarik sudut bibirnya ke samping. “Ck! Yang lagaknya sok baik itu lah yang berbahaya.

__ADS_1


"Diluaran sana mana kita tahu bukan?”


Jax menghela napas sejenak. “Kalau dia benar pria baik kenapa si Harry, Harry itu bermain dengan wanita lain, hmm?


“Kalau pria itu benar-benar cinta dengan sahabatmu. Tidak mungkin menggandakan cintanya bukan?”


Berbicara dengan Jax, membuat Alea teringat dengan sang suami yang tengah berbicara dengan salah satu sahabat Jax.


“Sekalipun aku brengsek. Aku tidak akan pernah berpaling dari kekasihku. Satu, ya satu!”


Alea menarik nafas dalam, seraya mendengarkan cerita Jax yang mulai menceritakan awal pertemuannya dengan sahabatnya itu.


Ada rasa lega dan juga tenang bila sahabatnya kini mempunyai pria yang begitu menyayanginya.


Sudah lama Alea berada di Napoli, tentunya Alea tidaklah tahu bagaimana kabar sahabat-sahabat tercintanya.


Bagaimana kisah percintaan mereka yang dulu sering mereka bahas dan juga jadi topik hangat. Kini, sudah tidak ada lagi.


‘Untuk Jessie, sahabatku tercinta....’ Alea mulai menulis sepucuk surat untuk sahabatnya.


“Kamu dan Jessie begitu berbeda ya.”


Alea yang tengah menulis pun berhenti sejenak dan kembali memandangi Jax.


Beruntung satu surat untuk sang ayah tercinta sudah sudah selesai dan sudah ditutup rapat oleh Alea di mana Alea mencuri kesempatan bisa berbicara berdua tanpa seizin Evans di ruang kerjanya.


Dan pria inilah, yang ngotot ingin bertemu dengannya. Tanda bukti cinta Jax pada Jessie yang mencari keberadaannya sampai sejauh ini.


“Kamu sangat cantik. Anggun, lembut, dewasa dan juga tutur katamu sangat halus.”


Alea tersenyum tipis menanggapi perkataan Jax yang berdiri di depannya. Pria itu mendessah pelan seraya menatap Alea.


“Kamu sangat jauh sekali bila di bandingkan dengan wanita satunya yang aku kenal.


“Pantas saja, sang penguasa Italia itu bagaimana tidak falling in love with you?!”


Alea mendengus pelan, Jax tidak tahu saja jalan ceritanya bagaimana sampai dia bisa bersanding dengan Evans Colliettie yang kejam itu.


“Oh, ya. Apa kalian sudah kenal lama? Kalau diperhatikan wajahmu dan juga Jessie sepintas kalian terlihat sama.”


Alea kembali tertawa kecil pandangi pria tersebut yang menopang dagunya dan menatap letak seolah tengah mencari kesamaan entah perbedaan antara ia dan Jessie.


“Aku sudah mengenal Jessie sejak kecil. Aku dan Jessie tumbuh besar di panti asuhan.


“Jessie tidak tahan dengan segala bentuk ancaman pemilik panti, dan beruntungnya saat Jessie memutuskan untuk meninggalkan panti masih ada Bunda.


“Dan Bunda mengizinkan Jessie untuk menentukan jalannya sendiri di luar sana sekalipun pada akhirnya dia harus menja—” Alea mendelik. Ah, dia lupa dengan sahabatnya satu itu.


Alea berikan senyuman pada Jax sekaligus tidak enak hati karena sudah membuka rahasia sahabatnya.


“Ya. Aku sudah tahu akan hal itu, Alea. Kamu nggak usah merasa bersalah karena membongkar rahasia sahabatmu itu.

__ADS_1


“Aku sudah tahu siapa Jessie, bagaimana kehidupannya. Aku sama sekali tidak keberatan karena aku pun tentunya sudah mencari tahu tentang sahabatmu itu.”


Mencari informasi perihal sahabatnya itu, tentunya Alea pun paham bagaimana kerja orang kaya mencari data diri sampai keseluruhan.


Tetapi, bagi Alea sendiri, tentunya ia lebih tahu luar dalam sahabatnya itu.


“Jessie sangat menyayangimu, Alea. Sepanjang harinya dia merasa bersalah atas kehilanganmu.


“Bagi, Jessie kamu adalah segala-galanya. Salutnya, meskipun kalian bukan saudara kandung dan tidak sedarah, tetapi bagi Jessie kamu seperti adiknya sendiri. Adik kesayangannya,” ungkap Jax.


Ya, mereka berdua memang seperti kakak beradik. Tidak hanya Jessie yang menyayanginya, Alea pun sama. Bahkan Alea merindukan Jessie, saking rindunya pada sahabatnya air matanya ingin keluar.


Alea sekuat hati menyembunyikan air matanya untuk tidak menangis di depan Jax. Bila Evans melihatnya menangis, takutnya suaminya akan bertindak yang tidak-tidak pada Jax.


‘Aku sangat merindukanmu Jessie. Rasanya menangis semalam pun ingin bertemu denganmu rasanya mustahil terkabul bisa bertemu denganmu.


‘Terlebih lagi, aku menyesali keputusanku tidak mendengarkan perkataanmu, Jes.


‘Aku begitu bodoh dan tidak percaya akan ceritamu. Benar katamu, Jessie. Mike memang berselingkuh dengan Gina sekretarisnya sekaligus sahabatnya sendiri. 


‘Maafkan, aku yang justru malah membuatmu menjadi beban pikiran. Aku di sini sehat-sehat, Jessie dan aku baik-baik saja. Kali ini aku mohon jangan cemaskan aku, karena aku bisa jaga diri.’


“Aku tahu itu. Kalau begitu menurutmu, kamu lebih suka yang mana?” tanya Alea diiringi tatapan lekat pada Jax.


Jax tertawa kecil. “Sejujur kamu!”


Alea mendengus pelan, diiringi memutar bola matanya sebal.


“Sekalipun aku baru melihatmu. Kamu lebih baik daripada sahabatmu.


“Ahhh, sayangnya kamu ini adalah Nyonya Colliettie. Istri dari pria kejam seantero Italia.”


Alea tertawa pelan dan Jax menghela nafas pelan.


“Sepertinya aku lebih cocok bersama dengan yang buas seperti sahabatmu itu,” sambung Jax membuat Alea menahan tawa.


Alea mengulas senyuman hangat. “Senang bisa bertemu denganmu, Jax Oliver.


“Tetapi, aku bisa melihat dari tatapanmu dan juga gaya bicaramu tadi. Kalau kamu bukan mencari wanita yang anggun, dewasa, lembut dan tutur katanya yang baik.


“Kamu lebih cocok dengan yang buas seperti sahabatku itu.”


Alea membuang nafas beratnya. “Sikap playboymu tadi itu sungguh menjijikan, Jax Oliver!”


Jax tertawa pelan. “Aku ikut berbahagia, akhirnya sahabatku tercinta telah memiliki pria yang sepadan dengannya.


“Pria yang tidak peduli berapa kali dia cakar. Tetapi, masih menyayanginya dengan tatapan menggemaskan, bukan?”


“Tunggu—”


Yuk bantu coment, like dan giftnya ya, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2