
Pandangan Alea beralih seiringi tubuhnya yang tak berhenti terus bergemetar.
Sudah jelas bukan kalau pria bertopi itu memang punya hubungan tidak baik dengan suaminya sendiri dan juga menyimpan dendam.
Dari ekspresi wajah tampan pria bertopi itu pun jelas tersirat kebencian yang mendalam yang bisa Alea lihat dari sorot mata yang terlihat dingin.
“Haaah… Tidak!”
“Tolong lepaskan aku!” seruan yang terdengar keras itu membuat semua orang dan juga para wanita yang berada di sel penjara itu otomatis mengangkat wajahnya.
Mereka memandangi kearah pintu satu-satunya yang terdapat di depan sana. Bisik-bisik wanita di dalam sana pun terdengar begitu juga rasa penasaran akan siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati seorang pria penguasa di negaranya.
“Siapa wanita cantik itu?” pertanyaan itu terdengar oleh Alice begitu juga wanita yang lainnya.
Ya, anak buah pria berjaket hitam tersebut menarik paksa membawa wanita cantik itu ke dalam ruangannya.
“Kau akan mati jika kalian melakukan ini kepadaku. Suamiku akan datang mencariku. Lepaskan aku!” seru si wanita, memberontak.
“Jika suamiku tahu apa yang sudah kalian lakukan padaku, dia akan membunuh kalian semua,” serunya lagi.
Dihempaskan tubuh wanita cantik berambut blonde itu dipaksa untuk berhadapan dengan bosnya, pria bengis yang menatap menyelidik berdiri di depannya.
Pria itu menatap keseluruhan penampilan si wanita istri dari seorang Mafia penguasa Italia tersebut.
“Entah dia terlalu pintar atau terlalu bodoh…” Alice buka suara di sampingnya.
“Aku tahu kalau wanita itu pastinya mengaku-ngaku sebagai istri dari Penguasa Italia berharap di lepaskan,” sambung Alice lagi.
Alea menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, ada hati yang merasa tenang ketika mereka salah orang. Dan tidak bisa dipercaya kalau ada wanita yang mengaku sebagai istri Evans Colliettie.
“Apa menurutmu wanita itu akan selamat sebagai istrinya, Evans Colliettie?”
Alice mengkendikan bahunya, tidak tahu.
“Entahlah. Aku tidak tahu, wanita itu istri dari Sang Penguasa atau bukan, karena selama ini tidak ada orang yang pernah melihat dan juga mengetahui bagaimana wajah istri dari Penguasa Italia itu.”
Alice menatap sejenak wanita berambut blonde di depannya. “Tapi, bila benar dia adalah istri dari Evans Colliettie, tidak mungkin bekoar-koar menaruhkan nyawanya.
“Entahlah wanita itu akan selamat atau tidak dari para penjahat seperti mereka. Tapi, juga ada untungnya juga untuk kita-kita, secara langsung wanita itu benar istri Evans Colliettie atau bukan,” sambung Alice berpendapat.
“Tapi bila wanita itu benar istri Evans Colliettie—” Ada jeda perkataan Alice, Alea pun kembali memandangi wanita tersebut.
“Mungkin wanita itu tidak akan beruntung karena kamu tahu sendiri bukan apa yang baru saja pria itu katakana?”
__ADS_1
Alea manggut-manggut mendengarkan hal itu. “Sepertinya pria itu menaruh dendam yang teramat besar dan menurutku dia tidak akan melepaskan wanita itu begitu saja, dan mungkin saja benar wanita itu akan dilelang di Spanyol.”
Baik Alea dan Alice sama-sama memandangi wanita di depan sana, wanita yang mengaku-ngaku sebagai dirinya itu.
“Apa kau benar istrinya Evans Colliettie, hm?”
Pandangan Alea tak lepas dari wanita yang begitu berani bahkan wanita itu tank gentar menatap si pria dan menjawab pertanyaan pria tersebut dengan lantang.
“Ya. Aku ini istrinya. Apa maumu, hah?!”
Pria bertopi itu mendekat, tangannya terulur lalu mencengkeram kuat dagu si wanita agar wajahnya tak bergerak dan mengalihkan tatapannya.
Pria tersebut memiringkan wajah wanita tersebut kekanan dan kekiri seraya mengamati dengan jelas.
“Hm. Wajahmu memang terlihat ada campuran asia nya begitu juga matamu hitam!”
Alea tercengang mendengarkan. ‘Benarkah begitu?’ batinya.
“Siapa namamu cantik?”
Wanita itu menelan salivanya dalam-dalam diiringi ekspresi takut.
“Jangan pernah berani kau membohongiku. Sekalipun aku sama sekali belum melihat bagaimana rupa dari istri seorang penguasa Italia, Evans Colliettie. Tapi, aku tahu ciri-ciri dari istri Evans Colliettie. So—”
“Ti-ti—tidak! Aku ti-dak mem-bohongi-mu,” jawab si wanita terbata.
Ekspresinya yang nampak tegang dan juga gelisah pun langsung berubah dan terlihat tenang agar membuat pria di depannya percaya dengan perkataannya.
“Suamiku akan murka kalau melihat istrinya diculik seperti ini dan diperlakukan seperti ini, camkan itu!” ancam si wanita tak gentar.
Pria bertopi itu tertawa keras. “Ck! Sayangnya, aku tidak pernah takut dengan suamimu itu sekalipun pria itu penguasa Italia.
"Malah aku dengan senang hati menunggu kedatangan suamimu,” kata si pria diiringi seringaian devil.
“Jawab, aku. Siapa namamu, hah?”
“Alea.” Seruan si wanita membuat Alea terbelalak dengan mulut yang menganga.
“Aku Alea Anjanie!” tegas si wanita.
Alea sontak terkejut, tanpa sadar Alea justru bangun dan berdiri di dalam jeruji besi memandangi wanita di depannya dengan tatapan bingung dan mengabaikan tatapan Alice di bawahnya.
Dada Alea bergemuruh seiringi tarikan nafas yang naik turun. Tentunya, perkataan itu membuat Alea bertanya-tanya akan siapa sebenarnya wanita itu.
Sebelumnya, Alea tidak mengenal wanita itu apalagi pernah bertemu dengannya. Itu tidak sama sekali. Tetapi, kenapa wanita itu seolah mengenalinya dan pernah bertemu dengannya.
__ADS_1
Tapi, itu di mana? Bila, ya wanita itu pernah bertemu dan juga mengenalnya.
“Akulah wanita satu-satunya yang dinikahi oleh Evans Colliettie dan menjadikanku istri sahnya.
“Bahkan, Evans Colliettie melenyapkan semua para wanita jallang peliharaan di mansionnya demi aku. Demi menikah denganku!” tekan si wanita.
Pria itu menatap tajam dan terlihat menilai, jemari kekarnya yang lain nampak mengelus sisi pipi wanita berambut blonde.
“Aku peringatkan padamu sekali lagi, sebelum kalian mati sia-sia oleh suamiku The Black Rose penguasa, sebaiknya kau lepaskan aku dan kembalikanku pada suamiku!” tegasnya, lagi tanpa gentar.
Pria bertopi itu tertawa sarkas. “Ck! percaya diri sekali kalau kau akan aku lepaskan, hah?”
Semua orang di dalam ruangan tersebut ikut tertawa kecuali para wanita yang berada di dalam sel menatap wanita itu dengan tatapan kasihan.
“Aku tidak akan pernah takut pada suamimu kenapa juga aku harus melepaskanmu dan mengikuti kemauanmu, hah? Kau ini siapa, hah?”
“Suamiku akan datang dan membunuh kalian semua jika kau tidak mendengarkan perkataanku!”
Pria diam dan tidak kembali terdengar suaranya menjawab. Wanita berambut blonde yang mengakui sebagai Alea Anjanie itu meringis kesakitan ketika dagunya di cengkeram lebih erat lagi, lalu—
Tubuhnya dihempaskan begitu saja hingga terhuyung dan jatuh terlentang.
Si pria itu mundur selangkah dan kembali duduk di atas meja seraya menatap sengit pada wanita yang terdengar begitu berani.
“Bawa dia ke kamarku! Ikat dia di ranjang! AKu akan menggagahinya hingga membuat wanita itu tidak akan bisa berdiri lagi!”
Bola mata si wanita mendelik. “Aku akan menunjukkan pada suamimu penuh kesakitan!”
Si pria kembali menghampiri dan berjongkok tepat di depan si wanita tersebut.
“Aku akan mengirim Video bercintta kita pada suamimu. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya,” bisik si pria diiringi seringaian.
Nafas si wanita memburu, seraya memandangi para pengawal yang menariknya mundur.
“Dasar bajingan kau!!!” teriak si wanita keras seiringi dibawa paksa dari hadapan bosnya.
“Lepaskan aku!!! Suamiku akan membunuh kalian semua…” teriak si wanita itu dengan kencang.
Sayangnya diabaikan oleh semua orang yang mendengarnya.
Tatapan mata Alea tak teralihkan memandangi wanita yang mengaku sebagai dirinya.
Dadanya terasa lega karena pria itu tidak mengenalinya. Bahkan, pria itu begitu yakin dan termakan Alea gadungan untuk membalas Evans Colliettie dengan melukai istrinya.
“Apa Tuan tidak akan memastikan jika wanita itu benar-benar istri dari Evans Colliettie?”
__ADS_1